KAI Daop 6 Yogyakarta Perkuat Komitmen Keselamatan Lewat MSWT di Jalur Lempuyangan-Maguwo
MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta kembali menegaskan keseriusannya dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api melalui kegiatan Management Safety Walkthrough (MSWT) yang digelar pada Selasa (22/7). Kali ini, kegiatan dilakukan di lintas jalur Lempuyangan-Maguwo dengan menyusuri rel sejauh 7 kilometer.
Kegiatan ini tidak hanya sebatas inspeksi teknis, melainkan juga menjadi wujud nyata dari pendekatan humanis manajemen KAI terhadap keselamatan operasional. Jajaran Manajemen Daop 6 secara langsung turun ke lapangan, memeriksa kondisi fisik rel, sambungan, bantalan, serta infrastruktur pendukung lainnya, sekaligus berdialog dengan para petugas di lapangan.
“Safety Walkthrough ini adalah bagian dari upaya preventif dan komitmen manajemen untuk memastikan seluruh jalur yang dilintasi kereta api dalam keadaan prima. Ini juga menjadi langkah nyata bahwa KAI tidak hanya mengandalkan laporan administratif, tapi juga turun langsung ke lapangan,” ujar Manager Humas Daop 6, Feni Novida Saragih.
Menurut Feni, kegiatan MSWT merupakan bentuk pengawasan aktif dan nyata terhadap kondisi jalur kereta api. Ia menegaskan bahwa keselamatan adalah prioritas utama, dan keterlibatan langsung manajemen menunjukkan bahwa tanggung jawab terhadap keselamatan tidak hanya berada di pundak teknisi atau operator, tetapi merupakan bagian integral dari semua unsur organisasi.
Tak hanya sekadar memeriksa jalur, tim manajemen juga menyambangi petugas penjaga perlintasan dan staf lapangan di sepanjang lintasan. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk empati sekaligus dukungan moral terhadap para pekerja di garis depan operasional kereta api.
“Kami ingin memastikan bahwa semua berjalan sesuai prosedur, dan yang tak kalah penting kami ingin hadir bersama tim di lapangan, mendengarkan apa yang mereka alami dan butuhkan… kami juga tidak hentinya berupaya mengingatkan kesemua jajaran untuk melakukan semua pekerjaan sesuai dengan SOP dan turut berperan aktif menjaga keselamatan perjalanan kereta api di wilayahnya masing-masing,” lanjut Feni.
Lebih jauh, Feni menekankan bahwa MSWT juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dua arah dan semangat kolektif di internal KAI.
“Pada kegiatan MSWT, seluruh manajemen ikut terlibat tanpa terkecuali, meski secara langsung tidak berkaitan dengan pekerjaan teknis, namun keselamatan adalah tanggung jawab semua pihak dan seluruh insan KAI. Kehadiran kami di lapangan adalah bentuk dukungan moral kepada para petugas serta komitmen bersama dan upaya proaktif dalam menjaga keselamatan operasional KA,” ujarnya.
Feni menyebut bahwa kegiatan ini dilakukan secara rutin dan akan semakin intensif pada momen-momen tertentu seperti musim hujan, libur panjang, atau saat frekuensi perjalanan meningkat. Hal ini bertujuan agar pengguna jasa bisa merasa lebih tenang selama perjalanan, serta mendukung kinerja para petugas di lapangan.
Tak hanya berfokus pada aspek teknis, pendekatan KAI Daop 6 dalam menjaga keselamatan juga menyentuh sisi sosial dan budaya kerja. Keterlibatan seluruh unsur manajemen dalam MSWT mencerminkan bahwa keselamatan bukan sekadar kewajiban prosedural, melainkan nilai bersama yang harus dijaga bersama.
“KAI Daop 6 terus mendorong budaya ‘zero accident’ dengan mengintegrasikan aspek keselamatan dalam setiap proses kerja dan pengambilan keputusan. Safety Walkthrough yang dilakukan secara rutin dan menyeluruh di berbagai wilayah operasi Daop 6 bertujuan untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api yang aman dan andal,” pungkas Feni.
Dengan pendekatan komprehensif ini, KAI Daop 6 menunjukkan bahwa menjaga keselamatan bukan sekadar urusan teknis, tetapi juga bentuk kepemimpinan dan budaya kerja kolektif dalam memastikan layanan transportasi publik yang lebih baik.











