Tiket Terjual Melonjak, KAI Daop 6 Buktikan Kualitas Layanan Saat Lebaran 2025
MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 (Daop 6) Yogyakarta mencatatkan kinerja impresif selama periode Angkutan Lebaran 2025. Selama masa angkutan yang berlangsung sejak Jumat, 21 Maret hingga Jumat, 11 April 2025, jumlah tempat duduk Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) yang terjual dari Daop 6 mencapai 443.571 kursi atau sebesar 106 persen dari total ketersediaan 418.122 tempat duduk.
Pencapaian ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, terutama di tengah tingginya mobilitas saat momen mudik dan arus balik Lebaran. Menariknya, mayoritas penumpang memilih kelas ekonomi sebagai moda perjalanan utama.
Tercatat sebanyak 322.815 penumpang atau 72,7 persen dari total penumpang KA Jarak Jauh keberangkatan awal Daop 6 memilih layanan kelas ekonomi. Dua layanan KA ekonomi bersubsidi (PSO), yakni KA Sri Tanjung dan KA Bengawan, menyumbang 63.604 penumpang.
“Hal ini menunjukkan keberhasilan dukungan pemerintah melalui pemberian public service obligation (PSO) dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) guna mewujudkan transportasi kereta api ekonomi yang terjangkau bagi masyarakat,” ungkap Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih.
Lebih jauh, Feni menilai tingginya angka okupansi ini memperkuat posisi kereta api, khususnya kelas ekonomi, sebagai tulang punggung transportasi publik saat momen puncak perjalanan. KAI tetap berkomitmen menghadirkan pelayanan KA ekonomi yang aman, nyaman, dan tepat waktu tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

“Pencapaian ini menunjukkan bahwa layanan KAI Daop 6 diterima luas oleh masyarakat dengan berbagai latar belakang. KAI Daop 6 berkomitmen untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan demi mendukung mobilitas nasional yang aman, andal, dan inklusif,” pungkasnya.
Selama masa angkutan Lebaran, KAI Daop 6 mengoperasikan 37 perjalanan kereta api, baik reguler maupun tambahan. Langkah ini diambil untuk menjawab lonjakan kebutuhan transportasi masyarakat yang meningkat signifikan saat mudik dan balik.
Tak hanya dari sisi jumlah penumpang, performa operasional Daop 6 juga menunjukkan peningkatan signifikan. Tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) keberangkatan KA mencapai 99,74 persen, sementara OTP kedatangan mencatat angka 97,76 persen.
“Ketepatan waktu menjadi aspek penting dalam membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan, terlebih di momen penting seperti Lebaran,” tegas Feni.
Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari sinergi antara berbagai elemen internal KAI dan dukungan para pemangku kepentingan di wilayah operasional Daop 6 Yogyakarta. KAI juga memastikan bahwa meski harga tiket KA ekonomi relatif terjangkau, kualitas layanan tetap dijaga dengan maksimal.
Dari daftar kereta api ekonomi dengan penjualan tertinggi, KA Sri Tanjung menjadi yang paling diminati di kategori PSO dengan 33.947 tempat duduk terjual, disusul KA Bengawan dengan 29.657 tempat duduk. Sementara itu, di kategori ekonomi komersial, KA Joglosemarkerto (187) mencatat 32.933 tiket terjual, diikuti KA Joglosemarkerto (193) dengan 29.305, dan KA Progo (257) sebanyak 14.507 tempat duduk.
Melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap moda transportasi ini, KAI Daop 6 semakin yakin bahwa kereta api akan terus menjadi alternatif strategis dalam mengatasi kemacetan dan mendukung mobilitas nasional yang efisien.
“KAI Daop 6 Yogyakarta menyampaikan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanannya selama Angkutan Lebaran 2025 kepada kereta api. KAI Daop 6 Yogyakarta akan terus menghadirkan layanan prima dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, keamanan, dan kemudahan perjalanan bagi masyarakat Indonesia,” tutup Feni.











