KAI Daop 6 Yogyakarta Gelar Sosialisasi Penanganan Darurat Jelang Angkutan Lebaran 2025
MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta mempersiapkan Angkutan Lebaran 2025 dengan optimal. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyelenggarakan sosialisasi penanganan situasi darurat, bekerja sama dengan Jasa Raharja dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sleman. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa (18/3) di Kantor Daop 6 Yogyakarta.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan bahwa sosialisasi ini mencakup empat topik utama, yaitu Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K), Bantuan Hidup Dasar, Manajemen Kelelahan Pegawai, serta Asuransi Angkutan Penumpang.
“Kegiatan sosialisasi dilakukan untuk mempersiapkan pelayanan terbaik kepada para pelanggan, khususnya pada masa Angkutan Lebaran 2025. Pada kegiatan ini, kami bekerja sama dengan Jasa Raharja dan Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Sleman agar para peserta mendapatkan informasi valid langsung dari yang berkompeten,” ujar Feni.

Feni menekankan pentingnya sosialisasi Bantuan Hidup Dasar dan P3K mengingat tingginya mobilitas penumpang dan pegawai selama periode tersebut. KAI Daop 6 Yogyakarta akan mengoperasikan 36 perjalanan kereta api (KA) per hari selama 22 hari masa Angkutan Lebaran 2025, bertambah 11 KA dari jumlah perjalanan hari biasa yang hanya 25 KA. Selain itu, diproyeksikan terjadi peningkatan jumlah penumpang sebesar 4-6% dibandingkan Angkutan Lebaran tahun sebelumnya.
Dalam sosialisasi ini, peserta mendapatkan materi tentang tata cara pemberian P3K, teknik resusitasi jantung paru (RJP), serta prosedur penanganan darurat lainnya yang dapat terjadi di lingkungan kerja maupun saat pelayanan kepada pelanggan. Simulasi langsung juga diberikan agar peserta lebih memahami langkah-langkah yang harus dilakukan dalam kondisi darurat.
“Dengan adanya materi P3K dan Bantuan Hidup Dasar, para pegawai diharapkan mampu memberikan pertolongan pertama kepada pelanggan atau rekan kerja yang mengalami kondisi darurat saat bertugas. Hal ini mengingat mobilitas yang sangat tinggi pada masa Angkutan Lebaran sehingga potensi-potensi di atas harus diinformasikan,” jelas Feni.
Selain itu, dalam sesi Manajemen Kelelahan Pegawai, peserta mendapatkan wawasan mengenai pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental selama masa tugas intensif, terutama pada periode Angkutan Lebaran yang membutuhkan kesiapan ekstra. Materi ini mencakup cara mengatur pola istirahat yang baik, mengenali tanda-tanda kelelahan, serta strategi menjaga kebugaran selama bekerja.
Tak hanya aspek kesehatan dan kesiapan kerja, pemahaman mengenai asuransi angkutan penumpang juga diberikan. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran pegawai mengenai perlindungan jaminan kecelakaan penumpang kereta api.
“Dengan adanya sosialisasi ini, kami berharap para pegawai KAI Daop 6 Yogyakarta semakin siap dan maksimal dalam melayani, khususnya menghadapi intensitas penumpang yang tinggi saat masa Angkutan Lebaran, baik dari segi pelayanan, kesehatan, maupun kesiapan menghadapi situasi darurat,” tutup Feni.
Melalui langkah ini, KAI Daop 6 Yogyakarta berkomitmen untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pelanggan selama periode Angkutan Lebaran 2025. Dengan jumlah perjalanan yang bertambah serta persiapan matang dari berbagai aspek, diharapkan operasional kereta api selama musim mudik ini dapat berjalan lancar dan optimal.











