Category: Berita Utama

  • Bayi Gajah Liar Muncul di Bukit Tigapuluh, Geopix Ungkap Ancaman Serius di Balik Temuan Harapan

    Bayi Gajah Liar Muncul di Bukit Tigapuluh, Geopix Ungkap Ancaman Serius di Balik Temuan Harapan

    Marknews.id — Di tengah kabar duka yang masih membayangi dunia konservasi akibat kematian beruntun bayi gajah Tari, Panton, dan Nurlaila (Lela), serta dua gajah betina Suli dan Dona di sejumlah pusat konservasi, sebuah temuan lapangan kembali menghidupkan secercah optimisme. Tim Geopix melaporkan keberadaan bayi gajah liar bersama kelompoknya di Bentang Alam Bukit Tigapuluh, salah satu habitat penting Gajah Sumatra yang tersisa.

    Temuan ini tidak hanya menandai bahwa populasi gajah di kawasan tersebut masih memiliki kemampuan untuk berkembang biak secara alami, tetapi juga membuka kenyataan baru mengenai ancaman serius yang terus membayangi habitat mereka.

    Kelompok Kecil di Area Rawan

    Dalam dokumentasi lapangan, tim Geopix menemukan satu bayi gajah yang bergerak bersama empat gajah dewasa. Kelompok ini tampak membentuk barisan waspada, sebuah perilaku alami ketika melindungi anak gajah. Namun, lokasi keberadaan mereka menimbulkan kekhawatiran mendalam. Kelompok ini terlihat berada di pinggir area tambang batubara terbengkalai, tanpa tanda-tanda bergerak ke wilayah yang lebih aman.

    Di sekitar lokasi juga terpantau aktivitas pembersihan lahan yang diduga dilakukan untuk pembukaan kebun sawit. Temuan ini memperlihatkan tekanan besar yang harus dihadapi kawanan gajah ketika habitat alaminya terus menyempit.

    Habitat Terkoyak Fragmentasi

    Bentang Alam Bukit Tigapuluh kini menghadapi tekanan yang makin berat, serupa dengan kantong populasi gajah lainnya di Sumatra. Perambahan masif, izin tambang, ekspansi perkebunan sawit, hingga pengelolaan perhutanan sosial yang belum tertata menjadi faktor utama tergerusnya ruang gerak satwa dilindungi ini.

    Yang tidak kalah memprihatinkan adalah pemasangan pagar listrik tanpa standar yang kerap ditemukan di jalur jelajah gajah. Selain membahayakan satwa, pemasangan pagar semacam ini juga mengancam keselamatan masyarakat sekitar.

    Di dekat titik temuan, tim Geopix menemukan jejak alat berat, jalan logging, hingga pembukaan lahan baru. Situasi ini mengganggu pola jelajah alami dan dapat memutus koneksi antar kelompok gajah yang tergantung pada koridor aman untuk bermigrasi.

    Seruan Mendesak dari Geopix

    Melihat kondisi tersebut, Geopix menilai perlindungan habitat harus segera ditingkatkan. Senior Wildlife Campaigner Geopix, Annisa Rahmawati, menegaskan bahwa penampakan bayi gajah liar ini membawa harapan, namun sekaligus mengingatkan bahwa kondisi lapangan berada dalam situasi genting.

    “Penampakan bayi gajah liar bersama kelompoknya di Bentang Alam Bukit Tigapuluh adalah harapan di tengah situasi yang sangat genting bagi Gajah Sumatera,” ujar Annisa.

    Geopix mendesak sejumlah langkah konkret:

    1. Pembongkaran pagar listrik di area koridor gajah milik PT LAJ/ PT RLU/ Michelin Group.
    2. Moratorium izin baru dalam kawasan koridor gajah.
    3. Penindakan tegas terhadap pembukaan lahan ilegal dan perambahan hutan.
    4. Restorasi koridor jelajah sebagai upaya pemulihan habitat jangka panjang.
    5. Penguatan aksi konservasi gajah secara terpadu di seluruh Sumatra.

    Dalam penutupnya, Annisa menegaskan pentingnya perlindungan menyeluruh bagi habitat Gajah Sumatra.

    “Ini adalah cercah harapan, bahwa alam masih berjuang memberi kesempatan. Namun kesempatan ini sangat rentan dan terlalu berharga untuk disia-siakan. Tanpa perlindungan habitat secara utuh yang nyata dan tegas, harapan kecil ini bisa hilang dan tidak akan kembali lagi,” ujarnya.

    Tentang Geopix

    Geopix merupakan organisasi yang memproduksi dokumentasi mengenai isu manusia dan lingkungan, sekaligus mendorong perlindungan satwa liar dan habitat penting di Indonesia. Geopix juga menjadi bagian dari Wildlife Animal Rescue Network (WARN), sebuah koalisi regional yang mendukung penguatan pusat penyelamatan satwa, edukasi konservasi, standar perawatan satwa liar, hingga kolaborasi lintas negara dalam memerangi kejahatan satwa liar.

     

  • Google Siapkan Aluminium OS, Sistem Operasi Baru yang Menyatukan Dunia Android dan ChromeOS

    Google Siapkan Aluminium OS, Sistem Operasi Baru yang Menyatukan Dunia Android dan ChromeOS

    Marknews.id – Google tampaknya memasuki babak baru dalam strategi perangkat komputasi desktop. Setelah bertahun-tahun beredar sebagai rumor, rencana mengenai sistem operasi PC generasi berikutnya akhirnya mulai memiliki bentuk yang lebih jelas. Informasi terbaru mengungkap bahwa perusahaan sedang menyiapkan platform bernama Aluminium OS, sistem operasi yang digadang-gadang menjadi penerus ChromeOS sekaligus perluasan ekosistem Android ke perangkat kelas PC.

    Muncul dari Iklan Lowongan Kerja

    Keberadaan Aluminium OS pertama kali terendus dari sebuah iklan lowongan kerja untuk posisi Senior Product Manager yang sempat dipasang Google di Taipei. Walau kini iklan tersebut telah dihapus, dokumen yang beredar menunjukkan bahwa Google secara terbuka menyebut “Aluminium” sebagai sistem operasi baru berbasis Android dengan kemampuan AI yang ditempatkan sebagai komponen utama.

    Dalam deskripsi peran, kandidat disebut akan bertanggung jawab menyusun roadmap perangkat ChromeOS dan Aluminium OS dalam berbagai kategori. Ini menegaskan bahwa platform tersebut tidak hanya menyasar laptop, namun juga tablet, perangkat detachable, hingga unit komputasi ringkas yang oleh beberapa analis dianggap mirip perangkat mini PC terjangkau, seperti Chromebook versi ekonomis atau model sekelas Mac Mini.

    Tidak Sekadar Pengganti ChromeOS

    Meskipun kemunculan Aluminium OS terlihat seperti langkah transisi besar, Google tidak langsung menutup pintu untuk ChromeOS. Deskripsi pada lowongan itu menyebutkan adanya “strategi perpindahan bertahap” dari ChromeOS menuju Aluminium OS. Ini mengindikasikan bahwa kedua sistem akan berjalan berdampingan sementara waktu sebelum ChromeOS perlahan dipensiunkan.

    Pendekatan bertahap ini menunjukkan Google ingin menjaga stabilitas ekosistem perangkat Chromebook yang telah mapan, sembari memperkenalkan platform baru yang lebih fleksibel dan mampu menjawab kebutuhan perangkat masa kini.

    Menggabungkan Dua Dunia: Android dan ChromeOS

    Google sebenarnya sudah mempertimbangkan ekspansi Android ke perangkat PC selama lebih dari sepuluh tahun. Namun, dorongan untuk menyatukan kedua ekosistem—Android dan ChromeOS—baru benar-benar menguat beberapa tahun terakhir, terutama sejak meningkatnya kebutuhan perangkat komputasi ringan yang tetap mampu menjalankan aplikasi modern dan layanan berbasis cloud.

    Pada acara Qualcomm Snapdragon Summit bulan September lalu, pimpinan divisi Android, Sameer Samat, secara gamblang memastikan bahwa Google memang berupaya melahirkan platform tunggal yang menggabungkan kemampuan kedua sistem operasi. Aluminium OS menjadi manifestasi visi tersebut dan dijadwalkan meluncur pada tahun mendatang.

    AI Jadi Pondasi Utama

    Berbeda dari ChromeOS yang lahir sebagai platform berbasis cloud dan Android yang berkembang untuk perangkat mobile, Aluminium OS dibangun dengan AI sebagai jantungnya. Google disebut ingin menciptakan lingkungan yang lebih responsif, adaptif, dan optimal untuk perangkat berchipset modern—sejalan dengan tren komputasi AI yang kini menjadi fokus seluruh industri teknologi.

    Jika benar terealisasi, Aluminium OS berpotensi menghadirkan pengalaman komputasi baru: aplikasi Android yang berjalan secara lebih natural di PC, multitasking ala desktop yang lebih matang, serta integrasi layanan Google yang lebih dalam.

    Babak Baru Pasar Sistem Operasi

    Kehadiran Aluminium OS membuat peta pasar sistem operasi PC semakin menarik. Jika platform ini mampu menawarkan pengalaman yang konsisten, ringan, dan terintegrasi dengan ekosistem Android yang sangat luas, Google bisa menjadi pesaing yang lebih serius bagi Windows maupun macOS—dua pemain dominan di pasar komputer pribadi.

    Untuk saat ini, Google belum merilis detail resmi lebih lanjut. Namun, dari berbagai petunjuk yang mulai muncul, arah pengembangan Aluminium OS menunjukkan bahwa 2026 dapat menjadi tahun penting dalam transformasi strategi Google di ranah komputasi desktop.

     

  • Jondhil-Jondhil-Jondhil, Berarti Anda Melewati Jalan Tugu ke Selatan Agak Mepet Timur

    Jondhil-Jondhil-Jondhil, Berarti Anda Melewati Jalan Tugu ke Selatan Agak Mepet Timur

    Oleh: Agus U, jurnalis

    Marknews.id – Pernahkah Anda melintas dari arah utara ke selatan di Jalan Margo Utomo hingga Margo Mulyo menggunakan sepeda motor dan merasakan semacam gronjalan beruntun berjarak sekitar 2–3 meter? Sensasi ini muncul ketika Anda berkendara agak mepet sisi timur.

    Pada tahun 1970-an, Wali Kota Kotamadya Yogyakarta Soedjono AJ membuat gebrakan untuk memperbaiki lingkungan Kota Yogyakarta. Selain membangun gedung perkantoran baru Pemerintah Daerah Tingkat II Kotamadya Yogyakarta di Timoho, sebelumnya kantor wali kota berada di Jalan KHA Dahlan yang kini menjadi Gedung Pappmi atau yang oleh para orang tua disebut sebagai Bale Kota Lawas.

    Soedjono AJ juga menanam puluhan pohon palem raja di Jalan Malioboro–A. Yani. Sisa-sisa palem raja ini masih terlihat di depan Benteng Vredeburg hingga tahun 2000-an.

    Pada masa itu pula, Pemerintah Kotamadya Yogyakarta mulai memasang lampu merkuri yang digantung di atas jalan, bukan di tiang lampu. Bagian tengah jalan (median) diberi cat eye atau mata kucing sebagai pemantul cahaya lampu kendaraan bermotor.

    Jalan dari teteg hingga air mancur digeser. Toko-toko diminta mengundurkan pintu masuk hingga tiga meter dari posisi semula. Dulunya, jalur lambat sisi barat Jalan Malioboro–A. Yani (kini Margo Mulyo) adalah trotoar. Setelah pintu toko dimundurkan, bangunan lama yang mundur tidak dirobohkan, melainkan dijadikan trotoar yang pejalan kakinya terlindungi oleh bagian atap bangunan yang juga tidak dirobohkan. (Sstt… katanya toko-toko yang harus mundur masih harus membayar PBB hingga trotoar yang ada di depannya).

    Hal yang sama terjadi di sisi timur. Jalur lambat sisi timur kemudian dijadikan pedestrian dan bahkan dilebarkan ke barat.

    Aspal jalan pun ditebalkan. Namun, penggeseran median jalan dan penebalan aspal tidak diikuti dengan “pencongkelan” mata kucing. Akibatnya, mata kucing tersebut terpendam.

    Hanya saja tidak diketahui mengapa setelah sekian tahun terpendam, kini muncul sebagai “jendhulan” yang sering dirasakan para pengguna jalan. (***)

     

  • KAI Wisata Siap Gelar Now Playing Festival 2025, Targetkan 25 Ribu Penonton di Bandung

    KAI Wisata Siap Gelar Now Playing Festival 2025, Targetkan 25 Ribu Penonton di Bandung

    Marknews.id — PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) memperkuat kiprahnya di industri hiburan dan ekonomi kreatif dengan mengambil peran penuh sebagai penyelenggara Now Playing Festival (NPF) 2025. Gelaran musik berskala nasional itu dijadwalkan berlangsung pada 30 November 2025 di Tritan Point, Bandung, dan menjadi edisi pertama yang sepenuhnya dikelola oleh KAI Wisata melalui lini bisnis Tour & MICE.

    Festival yang sejak 2019 dikenal sebagai salah satu barometer konser musik Tanah Air ini kembali menghadirkan deretan musisi papan atas. Daftarnya memanjang, mulai dari Juicy Luicy, Perunggu, Rizky Febian, Barasuara, Maliq & D’Essentials, hingga Tulus, Bernadya, dan JKTT 448. Penyelenggara menargetkan kapasitas penonton mencapai 25.000 orang dengan dua kategori tiket, yakni Festival Rp200.000 dan VIP Rp400.000. Hingga hari ini, 16.000 tiket telah terjual, dan penyelenggara memproyeksikan lonjakan pembelian saat penjualan on the spot yang diperkirakan menembus 21.000 pengunjung.

    Integrasi Transportasi dan Festival Musik

    Direktur Operasi KAI Wisata, Eko Januardi, menegaskan bahwa langkah ini menjadi batu loncatan penting dalam memperluas layanan pariwisata kreatif perusahaan. “Penyelenggaraan Now Playing Festival 2025 merupakan langkah besar bagi KAI Wisata dalam memperluas layanan pariwisata kreatif dan MICE di Indonesia,” ujarnya.

    Pada tahun ini, konsep festival diperkuat dengan integrasi layanan transportasi kereta api. KAI Wisata menyiapkan paket perjalanan KAI – KAI Wisata, akses transportasi yang ramah lingkungan, hingga penguatan identitas festival berbasis railway tourism. Tim Tour & MICE KAI Wisata juga diterjunkan sebagai pengelola utama untuk memastikan tata kelola acara berjalan rapi dan profesional.

    Eko menjelaskan bahwa standar Tour & MICE menjadi acuan dalam seluruh proses Kurasi mulai dari pengaturan venue, manajemen kerumunan, layanan tiket, hingga hospitality bagi pengisi acara maupun penonton. “Sebagai penyelenggara, kami memastikan seluruh proses perencanaan hingga pelaksanaan NPF 2025 mengikuti standar tinggi Tour & MICE KAI Wisata,” katanya.

    Dukungan Penuh dari KAI Group

    Penguatan kolaborasi dengan induk perusahaan, KAI, disebut menjadi faktor strategis yang membuat pergerakan penonton lebih terkendali dan aman. Vice President Tour & MICE KAI Wisata, Agus Purwanto, menyatakan bahwa sinergi tersebut membawa dampak signifikan. “Bahwa kolaborasi KAI Wisata dengan KAI Group memberikan dampak besar pada efisiensi pergerakan penonton dan peningkatan keselamatan sejalan dengan komitmen KAI Wisata untuk menghadirkan pengalaman event yang menyeluruh dan berkualitas,” jelasnya.

    Dukungan KAI juga dianggap membuka peluang bagi KAI Wisata untuk lebih mudah menggerakkan sektor pariwisata Jawa Barat, mengembangkan konsep railway tourism, serta memperluas konektivitas masyarakat menuju berbagai destinasi wisata. Kolaborasi semacam ini sekaligus memperkuat peran BUMN dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif.

    Platform Talenta dan Ekonomi Komunitas

    KAI Wisata menyebut NPF 2025 bukan sekadar panggung hiburan. Festival ini diharapkan menjadi ruang tumbuhnya talenta musik baru, sarana promosi daerah, hingga wadah bagi sektor ekonomi berbasis komunitas. “Kami berharap Now Playing Festival 2025 menjadi titik awal bagi KAI Wisata untuk terus menghadirkan event-event kreatif berskala nasional dan internasional,” tutup Eko.

    Upaya memperluas pasar wisata anak muda — terutama segmen Milenial dan Gen Z yang mendominasi penonton festival musik — juga menjadi fokus perusahaan. Ke depan, KAI Wisata menargetkan diri sebagai Travel & Event Partner terpercaya untuk berbagai agenda internal KAI Group maupun acara publik berskala besar.

    Informasi terbaru mengenai KAI Wisata dapat diakses melalui situs resmi kaiwisata.id serta media sosial @kawisata di Instagram, Facebook, TikTok, dan YouTube, atau Twitter @kaiwisata. Informasi lanjutan juga tersedia melalui kontak bisnis +62 811-1220-7227 dan email info@kawisata.id.

     

  • Jaga Mutu Operasional, KAI Daop 5 Perbarui Wesel di Lintas Selatan

    Jaga Mutu Operasional, KAI Daop 5 Perbarui Wesel di Lintas Selatan

    MARKNEWS.ID, PURWOKERTO — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 5 Purwokerto memulai rangkaian pembaruan prasarana penting di jalur kereta api lintas selatan Jawa. Pada Rabu (26/11), tim teknik melakukan penggantian wesel bernomor 311B di Stasiun Meluwung. Kegiatan serupa dijadwalkan berlanjut pada Kamis (27/11) di Stasiun Gandrungmangun.

    Langkah ini menjadi bagian dari program peningkatan keselamatan dan keandalan jalur, terutama pada titik-titik yang berfungsi mengatur perpindahan kereta dari satu jalur ke jalur lainnya. Penggantian wesel dipilih sebagai prioritas karena komponen ini memiliki tingkat keausan tinggi dan menjadi salah satu penentu kelancaran operasi harian.

    Sebelum pekerjaan dimulai, KAI Daop 5 melakukan serangkaian persiapan teknis. Tim lapangan mengecek material, menyelaraskan kesiapan peralatan, dan meninjau ulang rencana pola operasi. Setiap proses penggantian diperkirakan memakan waktu sekitar tiga jam. Durasi tersebut telah masuk dalam skema pengaturan perjalanan agar tidak berdampak besar terhadap jadwal kereta yang melintas.

    Di sisi operasional, KAI menegaskan pekerjaan ini merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kualitas jalur sekaligus memperkuat performa perjalanan. Meski begitu, perusahaan tetap mengantisipasi adanya potensi keterlambatan, khususnya bagi rangkaian yang bergerak menuju maupun dari arah Bandung. Penyesuaian jadwal dan pengawasan intensif di lapangan disiapkan untuk mereduksi gangguan selama proses berlangsung.

    “KAI Daop 5 memastikan bahwa seluruh proses penggantian wesel dilakukan sesuai standar keselamatan. Kami terus mengupayakan agar perjalanan kereta api tetap berjalan lancar, sekaligus menjaga kualitas prasarana demi kenyamanan dan keselamatan pelanggan,” ujar Imanuel Setya Budi Harwanto, Pelaksana Harian Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto.

    KAI mengapresiasi dukungan dan pengertian masyarakat terhadap proses peningkatan prasarana ini. Pembaruan tersebut diharapkan memperkuat keandalan layanan sekaligus menekan risiko gangguan perjalanan di masa mendatang.

  • 98 Resolution Network Gelar #WargaPeduliWarga, Tekankan Pentingnya Penegakan Hukum di Era Pemerintahan Prabowo

    98 Resolution Network Gelar #WargaPeduliWarga, Tekankan Pentingnya Penegakan Hukum di Era Pemerintahan Prabowo

    98 Resolution Network Gelar Aksi Sosial Serentak, Soroti Penguatan Penegakan Hukum di Era Pemerintahan Prabowo

    Marknews.id — Program Strategis Nasional yang sedang digenjot pemerintah menjadi sorotan di tengah dinamika ekonomi global yang masih berfluktuasi. Di saat pemerintah memacu berbagai agenda besar menuju Indonesia Emas 2045, partisipasi masyarakat turut mengisi ruang solidaritas sosial. Salah satunya melalui kegiatan #WargaPeduliWarga Jilid 9 yang kembali diinisiasi oleh 98 Resolution Network.

    Aksi sosial tersebut dilaksanakan serentak di dua daerah, yakni Jakarta dan Sukoharjo, pada hari yang sama. Gerakan ini tidak hanya menyalurkan bantuan bagi kelompok yang membutuhkan, tetapi juga menyampaikan pesan penting tentang urgensi penegakan hukum yang menjadi fokus pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

    1.000 Paket Sembako di Jakarta, Gandeng BUMN dan Komunitas Ojek Online

    Di Jakarta, penyaluran bantuan berlangsung di dua titik:

    • Kantor Kelurahan Kuningan Timur, Setiabudi, Jakarta Selatan, dengan pembagian 500 paket sembako bagi warga rentan.
    • Kantor Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, dengan penyaluran 500 paket sembako untuk driver ojek online melalui kerja sama dengan Koalisi Ojek Nasional (KON).

    Total 1.000 paket itu merupakan kontribusi BUMN PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang sejak awal mendukung kegiatan sosial berbasis komunitas tersebut.

    550 Paket Sembako di Sukoharjo Didukung Hutama Karya

    Di hari yang sama, aksi #WargaPeduliWarga juga digelar di Balai Desa Dalangan, Dukuh Keden, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo, Jawa Tengah. Sebanyak 550 paket sembako disalurkan dengan dukungan BUMN Hutama Karya.

    Menurut penyelenggara, pemerataan distribusi bantuan di dua wilayah ini mencerminkan semangat solidaritas sosial yang terus diperkuat di tengah berbagai dinamika ekonomi nasional.

    Fokus Pemerintah: Bersih-Bersih Penerimaan Negara

    Dalam rangkaian kegiatan itu, 98 Resolution Network menegaskan bahwa langkah-langkah pemerintah saat ini diarahkan untuk mempercepat kemandirian ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan perbaikan tata kelola pemerintahan. Salah satu penekanannya adalah penguatan penegakan hukum dan pemberantasan korupsi.

    Pola korupsi yang selama ini identik dengan belanja APBN kini mulai diperluas. Pemerintah disebut tengah menertibkan potensi kebocoran di sisi penerimaan negara, terutama pada Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga integritas keuangan negara.

    “Pemberantasan korupsi adalah bagian dari upaya menjaga setiap rupiah kembali kepada rakyat,” ujar Jhohannes Marbun, Juru Bicara 98 Resolution Network #WargaPeduliWarga.

    Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara KPK dan Kementerian Keuangan sangat diharapkan untuk memperkuat penindakan dan mempercepat penyelesaian kasus yang merugikan pendapatan negara.

    Dukungan bagi Agenda Pemerataan Kesejahteraan

    Di tengah tantangan seperti ketimpangan gizi, pendidikan, hingga akses pekerjaan, pemerintah disebut terus memperkuat program prioritas. Penyempurnaan tata kelola program nasional pun dilakukan agar penyalurannya lebih tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

    Namun, menurut 98 Resolution Network, masalah paling mendasar tetap berada pada praktik korupsi yang telah mengakar. Karena itu, pemerintah dinilai tidak hanya perlu bertindak tegas, tetapi juga memperkuat pencegahan dan pengawasan.

    Ajakan Menolak “Serakahnomic” dan Perkuat Komunikasi Publik

    Dalam kesempatan itu, 98 Resolution Network mengajak seluruh elemen bangsa untuk menolak praktik yang mereka sebut sebagai “serakahnomic”, yaitu perilaku serakah yang merugikan negara dan menghambat kesejahteraan rakyat.

    Gerakan ini juga mendorong agar pejabat negara lebih berhati-hati dan sensitif dalam komunikasi publik. Akurasi dan empati dinilai penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat, terlebih di tengah dinamika sosial yang cepat berubah.

    “,” ujar Jhohannes Marbun, menegaskan kembali bahwa komunikasi politik yang baik dapat memperkuat stabilitas sosial di tengah upaya pemerintah membangun tata kelola yang lebih bersih.

     

  • Ngepul, Kebiasaan Penonton Sepakbola yang Nyaris Hilang

    Ngepul, Kebiasaan Penonton Sepakbola yang Nyaris Hilang

    Oleh : Agus U, jurnalis

    Marknews.id – ERA 1970-an, banyak pertandingan sepakbola yang digelar di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Di Kota Yogyakarta, pertandingan yang paling banyak digelar di Stadion Kridosono.
    Di kompleks stadion ini memang ada arena untuk bulutangkis, basket, bola voli dan lainnya yang indoor, ada kolam renang bernama Umbang Tirto, serta lapangan sepakbola.

    Sepintas sejarah Stadion Kridosono dulunya bernama Stadion Bijleveld, diresmikan pada 28 Januari 1938. Stadion yang berada di Kotabaru, Yogyakarta, ini dirancang untuk olahraga warga Belanda dan didanai oleh kesultanan, dengan tujuan sebagai fasilitas olahraga di kawasan Nieuwe Wijk (Distrik Baru/kota baru). Sedangkan nama Kridosono baru digunakan setelah masa kolonial.

    Setiap musim kompetisi, di stadion ini akan berlaga tim-tim di bawah PSSI antara lain SO (Sinar Oetara), TNH, Cendrawasih — pemainnya hampir 100% mahasiswa Papua — HW dan sebagainya. Untuk nonton, sama seperti sekarang, bayar alias beli kartjis.

    Baik sebelum masuk stadion maupun di luar stadion, selalu ada orang yang menggelar tikar kecil dan di depannya tersedia gulungan-gulungan kertas yang mirip untuk kopyokan arisan. Warnanya macam-macam. Tiap warna menunjukkan tingkatan harga. Pada kertas tersebut juga diberi penanda sebagai identitas keabsahan pada pelapak tertentu. Dalam satu pertandingan, terutama yang besar dan ramai, mereka ini dipastikan ada.

    Mereka biasa disebut sebagai penjual “pul” — ramalan skor akhir laga. Namun, ya kata orang bejo bejan karena kita tidak tahu berapa skor yang tertera di dalam gulungan tersebut. Bisa jadi 0-0, 0-1, 0-2, 2-1, 2-2, 2-3 dan seterusnya. Namun dipastikan tidak ada yang berisi angka 5-0, 7-0 dan angka besar lainnya yang tidak mungkin muncul dalam laga sepakbola. Kalau ada? Yang untung segunung bagi penjual pul.

    Ada dua jenis, yakni yang hanya menyebut skor akhir tanpa menyebut pemenang, dan ada yang menyebut siapa pemenangnya yang biasanya tidak disertai skor akhir. Yang kedua ini hadiahnya besar dan biasanya dijual beberapa hari sebelum laga.

    Kehadiran penjual pul ini memang banyak dicari baik mereka yang menonton di tribun maupun yang lesehan di rumput. Hadiahnya? Paling tinggi 5X harga. Seorang penjual pul akan jujur untuk warna tertentu ia membawa berapa gulung. Bisa jadi yang terbanyak 3-3, 3-4, 3-5, 1-4, 2-4, 2-5, 1-4, 1-4, 2-4, 3-4, 3-5, 4-4, 4-5, 5-5. Skor ini jarang didapat dalam satu pertandingan tapi tidak menyalahi “etika” berjualan pul.

    Kebiasaan berdagang dan membeli pul atau istilahnya ngepul ini tidak hanya pada pertandingan besar, tetapi pada pertandingan persahabatan menjelang 17 Agustus pun dipastikan ada. Bahkan kemudian pedagang pul ini meluas. Laga di liga-liga Eropa pun ada yang berjualan pul. Di mana membeli? Setiap penggemar sepakbola sudah tahu tempatnya, kode pembeliannya, dan penjual yang menjadi langganannya.

    Ngepul juga menjadi umpatan penonton kepada wasit yang memimpin pertandingan. Jika wasit terlihat berat sebelah, penonton pasti beramai-ramai berteriak, “Wasite ngepul….” yang menggema di sekeliling lapangan laga.

    Lama-lama, penjualan pul ini makin membesar dan bahkan nilainya pun ikut membesar, kemudian sering digerebek dengan alasan judi.

    Hanya saja kemudian dengan Surat Keputusan Menteri Sosial nomor BSS-10-12/85 bertanggal 10 Desember 1985, pemerintah menetapkan adanya Porkas. Meski diklaim tidak berunsur judi, namun kenyataannya justru jauh dari skor laga sepakbola. Hadiahnya? 50-30-20, berurutan untuk penyelenggara tebakan-pemerintah-penebak.

    Porkas akhirnya ditutup tahun 1987. Dan kemudian dengan Surat Keputusan Menteri Sosial Nomor 29/BSS 1987, Porkas digantikan oleh KSOB (Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah) dan akhirnya tak jelas kelanjutannya.

    Kini dengan makin beragamnya laga sepakbola, masih adakah ngepul atau yang sejenisnya? Silakan lihat sekeliling kita masing-masing.

     

  • Serba Dipikul

    Serba Dipikul

    Oleh : Agus U, jurnalis

    Marknews.id – Para pedagang keliling di Yogyakarta pada masa lalu mengandalkan pikulan untuk mengangkut, mengangkat, dan membawa dagangannya. Jenis dagangan yang biasanya dipikul dengan ukuran besar antara lain bakso, saoto — yang kini disebut soto — serta alat-alat rumah tangga yang umumnya dijual secara cicilan atau dikenal dengan sebutan parabot.

    Untuk pikulan yang lebih kecil, biasanya digunakan oleh pedagang sayur-mayur, dawet, rujak-lotis, tape, dan berbagai jajanan lainnya. Ada pula satu jenis dagangan yang dibawa dengan pikulan oleh seorang pembantu, sementara sang juragan mengikuti dari belakang sambil berteriak menawarkan jualannya. “Babi-eh, urang menta-eh…,” begitu teriak seorang pedagang keturunan Tionghoa di kawasan Malioboro dan sekitarnya.

    Bah Porok, begitu ia dikenal, menjual daging kambing, daging sapi, daging babi, ikan laut, dan udang. Meski alat pengiris, timbangan, dan perlengkapan lainnya bercampur antara dagangan daging babi dan nonbabi, saat itu masyarakat belum mempermasalahkan. Pemahaman orang memang belum serumit sekarang, sehingga membeli sandhung lamur atau udang yang mungkin bersinggungan dengan daging babi pun tidak banyak dipersoalkan.

    Batang pikulan biasanya dibuat dari bilah bambu pilihan, seperti bambu ori atau bahkan petung, yang dinilai kuat sekaligus lentur. Para pedagang keliling ini sejak dulu memiliki kode bunyi tersendiri sehingga masyarakat dapat langsung mengenali jenis dagangannya hanya dari suaranya.

    Pedagang bakso memukul mangkuk dengan nada khas yang tak berubah sejak tahun 1970-an. Pedagang soto mengetukkan piring porselen, dan mereka umumnya tidak membawa sambal. Jika pembeli ingin pedas, pedagang akan mengulek cabai yang direbus di dalam kuah soto.

    Ada juga pedagang es yang membawa genta atau kelinting dengan bunyi berbeda dari milik pedagang sate Madura. Pedagang es krim membunyikan kenong kecil sehingga dikenal dengan sebutan es dul-dul atau es dung-dung. Sementara itu, pedagang es apolo yang membawa termos khusus menggunakan bunyi pui-pui, semacam terompet mirip milik Bregodo Bugis.

    Seiring waktu, para pedagang keliling mulai meninggalkan pikulan dan beralih ke gerobak. Pedagang bakso menjadi yang pertama memakai gerobak dorong, disusul pedagang es gosrok, dan kemudian pedagang-pedagang lainnya.

    Di Yogyakarta, pedagang brondong (popcorn) keliling hanya satu, yakni Pak Abu, yang membawa peralatan pembuat brondong dengan becak dan hanya berhenti di halaman sekolah-sekolah.

    Kemunculan gerobak juga diikuti dengan menghilangnya pedagang soto keliling. Banyak pedagang soto kemudian memilih “manggon”, yaitu menetap di satu tempat meskipun gerobak tetap digunakan, termasuk Pak Marto Tamansari. Dahulu warungnya kecil dengan dinding gedeg, lalu berkembang pesat hingga sekarang.

    Begitu pula dengan Bah Porok yang akhirnya tidak memiliki penerus. Teriakan “Babi-eh, urang menta-eh” tak lagi terdengar, begitu juga dengan keberadaan es apolo.

    Perkembangan zaman terus bergulir. Kini bakso pun diperdagangkan menggunakan kerombong yang diboncengkan di sepeda motor. Beragam jajanan keliling semakin banyak dan makin variatif, hampir semuanya beralih menggunakan sepeda motor.

  • UNU Jogja dan Baznas Teliti Manuskrip Fikih Zakat Paling Lengkap Karya Ulama Nusantara

    UNU Jogja dan Baznas Teliti Manuskrip Fikih Zakat Paling Lengkap Karya Ulama Nusantara

    Marknews.id, Yogyakarta — Sebuah karya besar dari ulama Nusantara kembali mendapat perhatian serius. Manuskrip Fiqh al-Zakat milik Syaikh Nawawi Yahya Abdul Razak Majene, lulusan Universitas Al-Azhar, menjadi objek penelitian bersama UNU Jogja dan Baznas RI. Kitab yang ditulis pada 1980-an itu terdiri atas 10 jilid—sekitar 6.000 halaman berbahasa Arab—dan dianggap sebagai telaah fikih zakat paling lengkap yang pernah lahir dari Asia Tenggara.

    Kondisi manuskrip kini cukup memprihatinkan. Beberapa jilid tidak utuh, sejumlah lembaran rusak, dan banyak bagian sulit dibaca meski telah didigitalisasi. Karena itu, penyuntingan kritis dan penelitian mendalam mulai dilakukan.

    Riset ini resmi dimulai melalui acara kick off dalam seminar “Menghidupkan Warisan Keilmuan Nusantara” yang digelar di Kampus UNU Jogja, Sabtu, 22 November 2025. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Shafiec UNU Jogja, Baznas RI, dan Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga.

    Plh Rektor UNU Jogja, Suhadi Cholil, menjelaskan bahwa dorongan penelitian muncul setelah kunjungan Prof. Alwi Shihab beberapa waktu lalu. “Beliau menceritakan secara rinci bagaimana Kiai Nawawi mengerjakan kitab ini dengan semangat merumuskan zakat dalam konteks tatanan sosial modern,” ujarnya.

    Menurut Suhadi, kitab tersebut relevan bagi Indonesia, terutama Baznas, karena rujukan zakat selama ini masih bertumpu pada kitab-kitab klasik. “Hukum-hukum kitab klasik belum memiliki panduan operasional yang kuat. Karena itu, karya ini bisa menjadi sumbangan penting bagi tata kelola zakat nasional,” katanya.

    UNU Jogja menyiapkan tim besar yang terdiri dari 10 penyalin, 10 penahqiq, 10 peneliti, dan 10 penerjemah. Tahap awal akan dimulai dengan FGD dalam waktu dekat. “Penelitian dan penerjemahan ini agar kandungan kitab bisa dipahami publik. Ke depan, sangat baik bila diterjemahkan juga ke bahasa Inggris,” ujar Suhadi.

    Ketua Baznas RI, Noor Ahmad, menyambut positif kerja sama ini dan mengapresiasi kapasitas akademik UNU Jogja yang dinilai berkembang pesat. “Saya masuk UNU Jogja bangga, tanya-tanya ke mahasiswa tambah bangga. Inilah universitas NU masa depan yang dinanti umat,” katanya.

    Ia menambahkan bahwa Syaikh Nawawi Majene dikenal sangat produktif, dengan lebih dari 2.000 karya bertema zakat. Pemikiran itu penting untuk pengelolaan potensi zakat nasional yang mencapai Rp327 triliun serta potensi sedekah umat Islam yang diperkirakan Rp1.257 triliun. “Jika zakat ditunaikan dengan baik, banyak persoalan umat dapat diselesaikan oleh umat sendiri,” ujarnya.

    Baznas, lanjut Noor Ahmad, siap mendukung penuh penelitian dan publikasi pemikiran Syaikh Nawawi. “Semoga membawa berkah bagi kita semua.”

    Seminar tersebut menghadirkan sejumlah pembicara, antara lain Ketua PBNU KH Ulil Abshar Abdalla, filolog Islam Prof. Oman Fathurrahman, Wakil Ketua Baznas RI Saidah Sakwan, serta Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kemenag, Waryono.

    Gus Ulil menilai karya Syaikh Nawawi Majene sebagai pengecualian dalam tradisi fikih. “Tidak banyak ulama menulis fikih dalam tema tertentu secara mendalam. Biasanya fikih dibahas lengkap dari awal sampai akhir. Pendekatan yang sangat spesifik seperti ini tergolong langka. Keunggulan kitab ini adalah kedalamannya,” katanya.

    Acara kick off turut dihadiri Ketua Kemenag Kanwil DIY Ahmad Bahiej, Rektor UNU Jogja 2017–2022 Prof. Purwo Santoso, Ketua Dewan Etik Prof. Mukti Arto, serta Rektor UIN Sunan Kalijaga Prof. Noorhaidi Hasan.

     

  • Erupsi Semeru Tak Ganggu Operasional, Penerbangan di Bandara Adisutjipto Berjalan Normal

    Erupsi Semeru Tak Ganggu Operasional, Penerbangan di Bandara Adisutjipto Berjalan Normal

    Marknews.id, Sleman – Erupsi Gunung Semeru pada Rabu, 19 November 2025, dipastikan tidak memengaruhi kegiatan penerbangan di Bandara Adisutjipto Yogyakarta. Seluruh jadwal kedatangan dan keberangkatan pada Kamis, 20 November 2025, berlangsung lancar tanpa hambatan.

    General Manager Bandara Adisutjipto, Wibowo Cahyono Soekadi, menegaskan pemantauan intensif telah dilakukan sejak Rabu malam hingga Kamis pagi untuk memastikan keamanan operasional.

    “Dari hasil pemantauan yang dilaksanakan mulai tadi malam sampai dengan hari ini tidak ditemukan adanya abu vulkanik di Bandara Adisutjipto. Operasional penerbangan berjalan normal dan seperti biasa,” ujar Wibowo, Kamis (20/11).

    Pemantauan dilakukan karena erupsi Semeru sempat memunculkan kolom abu yang mengarah ke selatan dan barat daya. Namun hingga Kamis pagi, tidak ditemukan indikasi paparan abu di area bandara.

    Bandara Adisutjipto Layani 10 Penerbangan Per Hari

    Dalam sehari, Bandara Adisutjipto melayani lima penerbangan keberangkatan dan lima penerbangan kedatangan. Seluruh penerbangan tersebut merupakan rute Yogyakarta – Halim Perdanakusuma dan sebaliknya. Aktivitas penerbangan berjalan tepat waktu tanpa penundaan.

    Jadwal Penerbangan Kamis, 19 November 2025

    Kedatangan

    1. Citilink – QG 1100 – HLP – 07.20 WIB
    2. Fly Jaya – KS 102 – HLP – 09.20 WIB
    3. Citilink – QG 1102 – HLP – 11.20 WIB
    4. Citilink – QG 1104 – HLP – 15.05 WIB
    5. Fly Jaya – KS 106 – HLP – 18.25 WIB

    Keberangkatan

    1. Fly Jaya – KS 101 – HLP – 06.15 WIB
    2. Citilink – QG 1101 – HLP – 08.00 WIB
    3. Fly Jaya – KS 103 – HLP – 09.40 WIB
    4. Citilink – QG 1103 – HLP – 11.45 WIB
    5. Citilink – QG 1105 – HLP – 15.30 WIB

    Bandara Adisutjipto memastikan pemantauan sebaran abu vulkanik dilakukan secara berkala bersama pihak terkait untuk menjaga keselamatan penerbangan.