Category: Berita Utama

  • Koseta Peduli, Gerakan Seni Yogyakarta untuk Menjawab Duka Bencana Tiga Provinsi

    Koseta Peduli, Gerakan Seni Yogyakarta untuk Menjawab Duka Bencana Tiga Provinsi

    Marknews.id, Yogyakarta – Tragedi banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada 25–27 November 2025 meninggalkan duka mendalam. Ratusan nyawa melayang, ratusan lainnya dinyatakan hilang, serta ratusan ribu warga terpaksa meninggalkan rumah. Di tengah situasi tersebut, respons kemanusiaan justru bergema dari Yogyakarta melalui gerakan lintas seni dan budaya.

    Koperasi Produsen Seniman Budayawan Adiluhung Yogyakarta (KOSETA) memilih tidak berdiri sebagai penonton. Berangkat dari nilai-nilai Pancasila, khususnya kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial, komunitas ini memandang bencana sebagai panggilan moral yang harus dijawab dengan tindakan nyata. Seni, dalam pandangan KOSETA, memiliki tanggung jawab sosial ketika kemanusiaan sedang diuji.

    Ketua Gerakan Seniman Budayawan, HMS Wibowo, menyebut KOSETA bergerak dengan prinsip “tiada kata terlambat dalam darma kemanusiaan”. Prinsip tersebut mendorong langkah cepat komunitas seni ini untuk berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, sebelum akhirnya merancang sebuah aksi kolektif bertajuk Koseta Peduli.

    Kegiatan amal dan penggalangan dana ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025, mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Lokasinya berada di Cangkir Bumi Coffee, Jalan Prof. Dr. Soepomo, SH No. 121, Warungboto, Umbulharjo, Kota Yogyakarta. Acara tersebut akan diisi dengan pentas seni dan sastra, doa bersama, serta penggalangan donasi untuk korban bencana di tiga provinsi terdampak.

    Keunikan Koseta Peduli terletak pada keterlibatan berbagai elemen, mulai dari seniman dan budayawan Yogyakarta hingga mahasiswa asal Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Kolaborasi ini menjadi simbol solidaritas lintas daerah, sekaligus penegasan bahwa musibah di satu wilayah merupakan duka bersama seluruh bangsa.

    Masih menurut Wibowo, kebudayaan memiliki peran penting dalam menjaga empati sosial dan ketangguhan masyarakat, terutama di tengah situasi bencana. Seni tidak hanya berfungsi sebagai ekspresi estetika, tetapi juga sebagai medium untuk merawat nilai kemanusiaan dan memperkuat rasa kebersamaan.

    Koseta Peduli diposisikan bukan sekadar agenda amal, melainkan sikap moral terhadap kecenderungan apatisme. Melalui kegiatan ini, KOSETA ingin menegaskan bahwa seni memiliki keberpihakan dan kebudayaan memikul tanggung jawab sosial. Dari Yogyakarta, pesan solidaritas itu disuarakan: ketika alam menunjukkan kekuatannya, manusia dituntut untuk bersatu dan saling menguatkan.

  • Peringati Hari Monyet Sedunia, Aktivis di Yogya Soroti Celah Hukum dan Ancaman Kesehatan Publik

    Peringati Hari Monyet Sedunia, Aktivis di Yogya Soroti Celah Hukum dan Ancaman Kesehatan Publik

    Marknews.id, Yogyakarta — Peringatan Hari Monyet Sedunia dimanfaatkan sejumlah aktivis dan pegiat seni untuk mengangkat persoalan serius di balik maraknya perdagangan monyet ekor panjang di Yogyakarta. Aksi publik yang digelar di kawasan Titik Nol Kilometer ini tidak hanya menjadi simbol kepedulian terhadap satwa liar, tetapi juga kritik terbuka atas lemahnya perlindungan hukum yang masih terjadi hingga hari ini.

    Sekitar 15 orang dari Aksi Peduli Monyet, Animal Friends Jogja (AFJ), serta unsur masyarakat sipil turun ke ruang publik untuk menyuarakan keprihatinan atas praktik perdagangan monyet dan satwa liar lain yang masih berlangsung terbuka di pasar-pasar hewan. Situasi tersebut dinilai mencerminkan absennya regulasi tegas yang mampu memberikan efek jera.

    Salah satu persoalan utama adalah belum masuknya monyet ekor panjang (Macaca fascicularis) ke dalam daftar satwa dilindungi nasional. Hingga kini, spesies ini belum tercantum dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 106 Tahun 2018, meski secara global telah berstatus Genting atau Endangered menurut Daftar Merah IUCN akibat perburuan dan kerusakan habitat.

    Kondisi tersebut berdampak langsung pada lemahnya penegakan hukum. Praktik pemeliharaan monyet, produksi konten hiburan yang eksploitatif, hingga atraksi topeng monyet terus berlangsung tanpa sanksi tegas. Padahal, eksploitasi itu tidak hanya menyentuh aspek etika, tetapi juga berpotensi menimbulkan risiko kesehatan bagi manusia.

    “Sudah saatnya Pemerintah DIY menerbitkan Peraturan Daerah yang secara tegas melarang perdagangan monyet di Yogyakarta. Perdagangan monyet bukan hanya persoalan pelanggaran etika terhadap satwa liar, melainkan juga ancaman serius bagi kesehatan publik melalui risiko zoonosis. Banyak orang menganggap monyet sebagai satwa yang lucu, layak dipelihara, dan bahkan dipertontonkan, misalnya melalui topeng monyet, padahal risikonya nyata, mulai dari penularan TBC, herpes B, rabies, hingga parasit yang dapat berdampak langsung pada manusia,” ujar Angelina Pane, perwakilan Aksi Peduli Monyet.

    Angelina menambahkan, monyet ekor panjang memiliki peran ekologis penting sebagai penyebar biji yang membantu regenerasi hutan. Ia menilai meningkatnya bencana lingkungan di berbagai wilayah Indonesia seharusnya menjadi pengingat bahwa relasi manusia dengan alam tidak bisa terus dibangun di atas eksploitasi.

    Aksi tersebut juga melibatkan pendekatan artistik dengan menghadirkan pantomim dari seniman Wanggi Hoed. Melalui tubuh dan gestur, Wanggi merepresentasikan posisi monyet ekor panjang yang selama ini diperlakukan sebagai komoditas hiburan sekaligus korban kekerasan struktural. Pertunjukan itu menggambarkan relasi timpang antara satwa, pawang, dan penonton yang kerap menikmati praktik eksploitatif tanpa mempertanyakan dampaknya.

    “Tubuh menjadi ruang terakhir bagi mereka yang suaranya terus diabaikan. Pantomim memberi saya cara untuk memperpanjang suara monyet ekor panjang, yang selama ini tenggelam oleh arus hiburan dan konten media sosial,” kata Wanggi Hoed.

    Upaya advokasi ini juga terhubung dengan kerja kesenian Angki Purbandono yang sepanjang Desember 2025 menggelar open studio bertajuk (Membaca) Topeng Monyet di Cemeti Institute. Dalam proyek tersebut, topeng monyet dibedah ulang sebagai artefak budaya yang menyimpan jejak kekerasan terhadap satwa, meski selama bertahun-tahun dibungkus sebagai hiburan rakyat.

    “Topeng monyet membawa nostalgia, tapi nostalgia itu menyimpan kekerasan yang lama kita abaikan. Melalui open studio ini, saya ingin membuka arsip, kostum, dan ingatan kolektif, lalu menempatkannya dalam dialog yang lebih jujur tentang relasi manusia dan satwa,” ujar Angki Purbandono.

    Ia menjelaskan, kolaborasi dengan Aksi Peduli Monyet diarahkan untuk mengembangkan arsip dan artefak menjadi medium kampanye yang relevan, baik melalui karya visual, video, maupun performans yang dapat memperluas kesadaran publik.

    Melalui peringatan Hari Monyet Sedunia ini, para penggiat berharap tercipta ruang temu antara advokasi kebijakan, kerja komunitas, dan praktik kesenian. Pesan yang disampaikan dinilai tidak bisa ditawar lagi: monyet ekor panjang adalah satwa liar yang harus dilindungi, bukan diperdagangkan atau dieksploitasi dalam bentuk apa pun.

  • Perkuat Solidaritas Sosial di Sejumlah Daerah, #98ResolutionNetwork Salurkan Ribuan Paket Tali Kasih Natal

    Perkuat Solidaritas Sosial di Sejumlah Daerah, #98ResolutionNetwork Salurkan Ribuan Paket Tali Kasih Natal

    Marknews.id  – Jaringan aktivis #98ResolutionNetwork kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat solidaritas sosial lintas wilayah dan lintas iman melalui kegiatan Gotong Royong Warga Peduli Warga ke-12. Momentum Natal Desember 2025 dimanfaatkan untuk menyalurkan program “Tali Kasih Natal” berupa Bantuan Presiden (Banpres) kepada masyarakat Kristen yang masuk kategori rentan secara ekonomi.

    Program ini mulai digelar sejak Sabtu, 13 Desember 2025, dengan total 2.000 paket sembako yang disalurkan di sejumlah daerah. Wilayah Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan menerima 500 paket, Kota Depok 500 paket, serta Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sebanyak 1.000 paket. Seluruh bantuan tersebut merupakan bagian dari Banpres yang didukung oleh berbagai pihak.

    Untuk wilayah Tangerang Raya dan Depok, dukungan datang dari Sekretariat Negara. Sementara penyaluran di Deli Serdang mendapat dukungan dari BUMN PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports. Kolaborasi ini dinilai memperkuat jangkauan program sosial berbasis gotong royong yang selama ini diusung jaringan aktivis 98 tersebut.

    Adapun penerima bantuan mencakup jemaat sejumlah gereja, antara lain HKBP Tangerang Kota sebanyak 200 paket, GKSI Betlehem Ayodhya Kota Tangerang 100 paket, HKBP Pakujaya Resort Serpong Tangerang Selatan 200 paket, serta Gereja Katolik Santo Paulus Kota Depok yang menerima 500 paket.

    Di wilayah Tangerang dan Depok, kegiatan penyaluran turut dihadiri perwakilan #98ResolutionNetwork, di antaranya Jhohannes Marbun, Sulaiman Haikal, dan Ahmad Kailani. Kehadiran mereka disambut para pemimpin jemaat di lokasi masing-masing, termasuk pimpinan HKBP, GKSI, dan Gereja Katolik yang terlibat langsung dalam pendistribusian kepada warga.

    Selain bantuan sosial jelang Natal, #98ResolutionNetwork juga menyiapkan langkah lanjutan berupa bantuan kemanusiaan bagi korban bencana alam di Sumatera. Tahap pertama bantuan dijadwalkan disalurkan pada Selasa, 16 Desember 2025, melalui Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dengan nilai Rp98 juta. Bantuan ini diperuntukkan bagi wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dengan fokus pada kebutuhan medis, obat-obatan, logistik dasar, serta dukungan kemanusiaan lainnya.

    Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya mendukung pemulihan pascabencana sekaligus memastikan kelompok terdampak tetap memperoleh pendampingan yang memadai. Dana bantuan dihimpun dari jaringan aktivis 98 dan relawan yang selama ini aktif dalam gerakan sosial dan kemanusiaan.

    Dalam rangkaian kegiatan tersebut, #98ResolutionNetwork juga menyoroti pentingnya kepedulian ekologis. Isu pelestarian lingkungan dinilai tidak bisa dilepaskan dari meningkatnya risiko bencana alam di berbagai daerah. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan didorong untuk mengedepankan empati sosial dan tanggung jawab ekologis dalam setiap kebijakan pembangunan.

    Di sisi lain, jaringan ini turut mengapresiasi langkah cepat pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan darurat bencana di Sumatera. Pengerahan personel, bantuan logistik, peralatan berat, serta koordinasi lintas lembaga dinilai menjadi faktor penting dalam merespons situasi darurat.

    Rangkaian program Tali Kasih Natal tidak berhenti di Jabodetabek dan Sumatera. Penyaluran bantuan juga dijadwalkan berlangsung di berbagai kota lain, seperti Manado dan Bitung pada 16 Desember 2025, Langowan pada 19 Desember 2025, serta Amurang, Ambon, Kupang, dan Bekasi pada 20 Desember 2025. Dukungan berasal dari Sekretariat Negara serta sejumlah BUMN, antara lain BRI, Hutama Karya, Pelindo, Angkasa Pura, dan Nindya Karya.

    Secara keseluruhan, program Tali Kasih Natal Warga Peduli Warga tahun ini menargetkan distribusi 12.000 paket Banpres di berbagai wilayah Indonesia. Melalui kegiatan ini, #98ResolutionNetwork berharap semangat gotong royong dapat terus terjaga sebagai modal sosial bangsa dalam menghadapi tantangan kemanusiaan, sosial, dan ekologis di masa mendatang.

  • KAI Daop 5 Purwokerto Sampaikan Permohonan Maaf atas Keterlambatan KA Kertanegara Relasi Purwokerto–Malang

    KAI Daop 5 Purwokerto Sampaikan Permohonan Maaf atas Keterlambatan KA Kertanegara Relasi Purwokerto–Malang

    Marknews.id –  PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto menyampaikan permohonan maaf kepada para penumpang Kereta Api Kertanegara (PLB 168B) relasi Purwokerto–Malang yang terdampak keterlambatan keberangkatan pada Sabtu, 13 Desember 2025. Gangguan operasional tersebut berdampak pada perubahan jadwal perjalanan kereta yang semula direncanakan berangkat pukul 18.40 WIB.

    Keterlambatan dengan estimasi sekitar 80 menit itu terjadi akibat gangguan pada rangkaian KA Kertanegara (PLB 167) relasi Malang–Purwokerto. Rangkaian yang seharusnya digunakan untuk perjalanan lanjutan belum dapat segera dipersiapkan, sehingga keberangkatan dari Stasiun Purwokerto harus ditunda.

    Manajemen KAI Daop 5 Purwokerto menyatakan, sejak laporan gangguan diterima, koordinasi intensif langsung dilakukan untuk memastikan pergerakan rangkaian dapat dipantau serta pelayanan kepada pelanggan tetap terjaga. Berdasarkan pemantauan operasional, pada pukul 19.45 WIB KA Kertanegara PLB 167 telah memasuki Stasiun Kutoarjo dan diperkirakan tiba di Stasiun Purwokerto sekitar pukul 20.00 WIB.

    Pelaksana Harian Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, Imanuel Setya Budi Harwanto, menegaskan bahwa perusahaan berupaya menekan dampak keterlambatan agar tidak meluas dan tetap mengedepankan aspek keselamatan.

    “Kami memohon maaf kepada para pelanggan KA Kertanegara atas keterlambatan keberangkatan yang terjadi. KAI mengutamakan keselamatan dan keandalan operasional, serta memastikan pelanggan mendapatkan informasi secara berkala selama proses penanganan berlangsung,” ujarnya.

    Pada perjalanan tersebut, KAI mencatat terdapat 254 pelanggan KA Kertanegara PLB 168B, dengan 130 penumpang memulai perjalanan dari Stasiun Purwokerto. Sebagai bentuk tanggung jawab layanan, KAI memberikan opsi pengembalian bea tiket penuh bagi pelanggan yang memilih untuk tidak melanjutkan perjalanan akibat keterlambatan. Proses pengajuan refund dapat dilakukan maksimal dalam waktu 3 x 24 jam setelah jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket melalui loket pelayanan pelanggan di stasiun dan tidak dilayani melalui mesin loket box.

    Selain itu, informasi mengenai keterlambatan telah disampaikan kepada pelanggan terdampak melalui layanan SMS blast. Petugas di stasiun juga secara aktif memberikan pembaruan perkembangan perjalanan guna memastikan penumpang memperoleh informasi yang jelas dan akurat.

    KAI Daop 5 Purwokerto menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan keandalan operasional dan kualitas pelayanan. Keselamatan serta kenyamanan pelanggan disebut tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kondisi operasional.

    “Atas kejadian ini, kami mengucapkan terima kasih atas pengertian dan kesabaran seluruh pelanggan KA Kertanegara,” demikian pernyataan resmi KAI Daop 5 Purwokerto.

  • 98 Resolution Network Salurkan 12 Ribu Paket Tali Kasih Natal, Perkuat Solidaritas Sosial di Akhir 2025

    98 Resolution Network Salurkan 12 Ribu Paket Tali Kasih Natal, Perkuat Solidaritas Sosial di Akhir 2025

    Marknews.id, Jakarta – Menyambut perayaan Natal 2025, #98ResolutionNetwork kembali menggelar program Gotong Royong Warga Peduli Warga yang ke-12 dengan fokus pada penguatan solidaritas sosial lintas wilayah. Melalui program bertajuk Tali Kasih Natal, jaringan aktivis ini menyalurkan bantuan berupa Paket Bantuan Presiden (Banpres) kepada masyarakat Kristiani yang rentan secara ekonomi di sejumlah daerah Indonesia.

    Program Tali Kasih Natal mulai digelar pada Sabtu, 13 Desember 2025, dengan total penyaluran tahap awal sebanyak 2.000 paket sembako. Bantuan tersebut didistribusikan di Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan masing-masing 500 paket, Kota Depok 500 paket, serta Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, sebanyak 1.000 paket.

    Untuk wilayah Jabodetabek, penyaluran Banpres didukung oleh Sekretariat Negara, sementara distribusi di Deli Serdang memperoleh dukungan dari BUMN PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports). Bantuan disalurkan langsung kepada jemaat di sejumlah gereja, antara lain HKBP Tangerang Kota, GKSI Betlehem Ayodhya Kota Tangerang, HKBP Pakujaya Resort Serpong Tangerang Selatan, serta Gereja Katolik Santo Paulus Kota Depok.

    Dalam pelaksanaan di Tangerang Raya dan Depok, perwakilan #98ResolutionNetwork, di antaranya Jhohannes Marbun, Sulaiman Haikal, dan Ahmad Kailani, hadir langsung di lokasi. Tim disambut para pimpinan gereja dan pengurus diakonia, termasuk Pdt. Ir. Pitro Hutasoit, M.Div, Pdt. Daut Margiat, M.TH, Pdt. Sardono Siburian, S.Th, serta Pdt. Pantas Jenti Rommel Lumban Tobing, M.Th, bersama para penatua jemaat.

    Selain bantuan Natal, #98ResolutionNetwork juga menegaskan komitmennya dalam merespons bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Pada Selasa, 16 Desember 2025, jaringan ini menyalurkan bantuan kemanusiaan tahap pertama senilai Rp98 juta melalui Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI). Bantuan tersebut ditujukan untuk wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, mencakup kebutuhan medis, obat-obatan, logistik dasar, serta dukungan kemanusiaan lainnya. Dana tersebut dihimpun dari solidaritas rekan-rekan aktivis 98 dan jaringannya.

    Di sisi lain, #98ResolutionNetwork juga menyoroti pentingnya kepedulian ekologis sebagai bagian tak terpisahkan dari upaya kemanusiaan. Mereka mendorong seluruh pemangku kepentingan untuk mengedepankan empati dan tanggung jawab lingkungan dalam setiap kebijakan, terutama di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam.

    Jaringan ini turut mengapresiasi langkah cepat pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dalam penanganan darurat bencana di Sumatera. Pemerintah dinilai sigap mengerahkan personel, logistik, alat berat, serta koordinasi lintas lembaga. #98ResolutionNetwork juga mengimbau agar seluruh jajaran pemerintah mengikuti teladan kepemimpinan tersebut dengan mengedepankan kepedulian sosial dan ekologis.

    Ke depan, penyaluran Paket Tali Kasih Natal akan diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia. Rangkaian distribusi lanjutan meliputi Manado dan Bitung pada 16 Desember 2025 masing-masing 1.000 paket, Kabupaten Langowan 2.000 paket pada 19 Desember 2025, Amurang 1.000 paket, Ambon 2.000 paket, Kupang 2.000 paket, serta Bekasi 1.000 paket pada 20 Desember 2025. Seluruh bantuan tersebut didukung oleh Sekretariat Negara dan sejumlah BUMN, seperti Hutama Karya, BRI, Pelindo, Angkasa Pura, dan Nindya Karya.

    Dengan total keseluruhan mencapai 12.000 paket Banpres, program Tali Kasih Natal Warga Peduli Warga menjadi salah satu inisiatif sosial berskala nasional yang menegaskan kembali pentingnya gotong royong sebagai kekuatan utama masyarakat Indonesia, dari Aceh hingga Papua.

  • Yogyakarta Siapkan Kridosono sebagai Penyangga Parkir Malam Tahun Baru 2025

    Marknews.id – Yogyakarta bersiap menghadapi lonjakan arus wisatawan pada malam pergantian tahun 2025 dengan menyiapkan skema parkir tambahan di luar kawasan inti kota. Salah satu langkah yang disiapkan Pemerintah Kota Yogyakarta adalah memfungsikan Lapangan Kridosono sebagai kantong parkir alternatif guna meredam kepadatan kendaraan di sekitar Malioboro.

    Kawasan Malioboro diprediksi kembali menjadi magnet utama perayaan malam tahun baru. Aktivitas wisata yang terpusat di jantung kota kerap berdampak pada kepadatan lalu lintas hingga ke ruas-ruas penyangga. Untuk itu, Pemkot menyiapkan langkah antisipatif agar arus kendaraan tetap terkendali.

    Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa Lapangan Kridosono disiapkan sebagai opsi parkir tambahan apabila kapasitas parkir di pusat kota sudah tidak mencukupi.

    “Kridosono bisa kita buka sebagai kantong parkir tambahan. Ini untuk mengurangi tekanan parkir di kawasan Malioboro,” ujar Hasto dalam wawancara di Gedung Pusat UGM, Jumat, 12 Desember 2025.

    Hasto menegaskan, pengoperasian Kridosono tidak bersifat permanen, melainkan disesuaikan dengan kondisi kepadatan lalu lintas dan jumlah kendaraan yang masuk ke pusat kota.

    “Kalau sudah overload, kendaraan akan kita seleksi di perempatan Gramedia. Kendaraan besar akan dialihkan, dan Kridosono menjadi salah satu titik penyangga,” jelasnya.

    Fokus Menahan Penumpukan Kendaraan

    Pemanfaatan Lapangan Kridosono diarahkan untuk menahan penumpukan kendaraan sebelum masuk kawasan Malioboro. Selama perayaan malam tahun baru, lonjakan kendaraan kerap menyebabkan kepadatan yang menjalar ke jalan-jalan penghubung di sekitarnya.

    “Kepadatan Malioboro biasanya merembet ke jalur-jalur sirip. Dengan kantong parkir tambahan, kita berharap arus kendaraan bisa lebih terkendali,” kata Hasto.

    Selain Kridosono, Pemkot Yogyakarta juga menyiapkan Menara Kopi sebagai lokasi parkir alternatif, khususnya untuk bus kecil dan bus besar. Skema ini diharapkan mampu memecah konsentrasi kendaraan wisatawan yang datang secara rombongan.

    Rekayasa Lalu Lintas Bersifat Dinamis

    Di sisi lain, Pemkot terus memantau dan mengevaluasi rekayasa lalu lintas selama periode Natal dan Tahun Baru. Salah satu langkah yang telah diterapkan adalah penutupan parsial Jembatan Kewek untuk membatasi masuknya kendaraan besar ke area yang berpotensi mengalami stagnasi.

    “Sampai hari ini masih relatif lancar, tetapi malam ini menjadi evaluasi yang sangat menentukan karena sudah memasuki weekend,” ujar Hasto.

    Ia menekankan bahwa seluruh kebijakan lalu lintas akan disesuaikan secara situasional dengan kondisi di lapangan.

    “Yang penting situasi tetap terkendali. Kridosono kita siapkan agar malam tahun baru tetap aman dan nyaman,” pungkasnya.

    Dengan skema parkir penyangga dan rekayasa lalu lintas yang fleksibel, Pemkot Yogyakarta berharap perayaan malam tahun baru dapat berlangsung tertib tanpa mengganggu mobilitas warga maupun wisatawan.

  • KAI Daop 5 Perkuat Jalur dan Infrastruktur Rel Menjelang Nataru 2025/2026

    KAI Daop 5 Perkuat Jalur dan Infrastruktur Rel Menjelang Nataru 2025/2026

    Marknews.id – Upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api di wilayah lintas selatan Jawa terus digencarkan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 5 Purwokerto. Menjelang masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, berbagai pekerjaan penggantian prasarana vital dirampungkan untuk memastikan kelancaran operasional.

    Data terbaru hingga Jumat (12/12) mencatat peningkatan signifikan pada sejumlah titik jalur. Total 7.000 meter rel telah diganti, disusul pergantian 430 batang bantalan beton dan pemasangan 18 unit wesel baru di lintasan yang masuk wilayah Daop 5.

    Pelaksana Harian Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto, Imanuel Setya Budi Harwanto, menegaskan bahwa program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan pelanggan.

    “Fokus utama kami adalah memastikan jalur tetap stabil dan mampu mendukung operasional secara optimal. Pemeliharaan yang kami lakukan bukan hanya memperbaiki, tetapi juga mencegah potensi gangguan sehingga perjalanan pelanggan dapat berlangsung lebih aman,” ujar Imanuel.

    Pekerjaan peningkatan prasarana ini tersebar di berbagai resor seperti Langen, Purwokerto, Kroya, Gombong, Kebumen, Sidareja, hingga Kutoarjo. Selain pembaruan rel dan wesel, tim teknis Daop 5 juga menjalankan perawatan rutin yang meliputi pemeriksaan struktur jalan rel, pengecekan jembatan, serta pemeliharaan fasilitas pendukung lainnya.

    Upaya teknis tersebut diimbangi dengan imbauan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta. Imanuel menyampaikan pentingnya peran warga dalam menjaga keamanan kawasan rel.

    “Kami mengajak masyarakat agar selalu mematuhi aturan di perlintasan, menghindari aktivitas di jalur rel, serta ikut menjaga lingkungan sekitar jalur. Kolaborasi ini sangat penting untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan,” tutupnya.

    Dengan rampungnya pekerjaan peningkatan jalur tersebut, KAI Daop 5 Purwokerto memastikan kesiapan operasional menghadapi lonjakan mobilitas penumpang selama periode Nataru. Transportasi yang lebih aman, andal, dan nyaman diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat di masa libur akhir tahun.

  • Pemkot Yogyakarta Perketat Kebersihan Malioboro Jelang Malam Tahun Baru

    Marknews.id – Yogyakarta bersiap menghadapi membludaknya kunjungan wisatawan pada malam pergantian tahun dengan memperkuat sejumlah langkah pengelolaan kebersihan, khususnya di kawasan Malioboro. Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta memastikan jalur wisata utama itu tetap tertata selama momen puncak liburan, mengingat volume sampah diperkirakan melonjak hampir dua kali lipat dari hari biasa.

    Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menjelaskan bahwa persiapan dilakukan lebih awal agar kondisi Malioboro tidak semrawut saat ratusan ribu wisatawan mulai memadati area tersebut menjelang hitung mundur malam tahun baru.

    Dalam pernyataannya di Gedung Pusat UGM pada Jumat, 12 Desember 2025, Hasto menegaskan bahwa imbauan kepada pengunjung akan terus disampaikan sepanjang malam perayaan.

    “Volume sampah malam tahun baru biasanya meningkat signifikan, terutama di Malioboro. Kita akan melakukan pengumuman berkala agar wisatawan membuang sampah di tempatnya dan tidak mengotori jalanan,” ujar Hasto.

    Ia menambahkan bahwa ratusan petugas kebersihan dikerahkan sebelum, saat, hingga setelah perayaan. Tempat sampah portabel juga disiapkan di titik-titik yang diprediksi menjadi pusat kerumunan.

    “Kita ingin Malioboro tetap menjadi ruang publik yang nyaman. Wisatawan silakan merayakan malam tahun baru, tetapi mohon ikut menjaga kebersihan,” ucapnya.

    Depo Sampah Dibersihkan dan Ditutup Sementara

    Menjelang periode Natal dan Tahun Baru, Pemkot turut melakukan sterilisasi depo-depo sampah besar yang biasanya menjadi titik rawan penumpukan.

    “Depo Mandala Krida dan RNI hari ini sudah kosong dan bersih. Saya tutup sementara menjelang Natal dan Tahun Baru agar tidak ada penumpukan. Kita ingin depo dalam kondisi steril,” tegas Hasto.

    Langkah ini dilakukan agar proses pengangkutan dan pengolahan sampah berjalan lebih cepat selama puncak kunjungan akhir tahun.

    Rekayasa Lalu Lintas Tetap Dipantau

    Selain kebersihan, Pemkot juga memantau kondisi lalu lintas yang berpotensi mengalami lonjakan kendaraan. Sejumlah rekayasa diberlakukan pada lokasi-lokasi strategis, termasuk penutupan parsial Jembatan Kewek untuk membatasi kendaraan bertonase besar.

    “Situasi sampai hari ini masih relatif lancar, tetapi malam ini menjadi barometer utama,” kata Hasto.

    Tindakan penertiban juga dilakukan terhadap bukaan separator ilegal yang muncul di kawasan Kota Baru.

    “Pembukaan separator itu tidak semestinya dilakukan dan akan kami tinjau lagi,” ujarnya.

    Mitigasi Kepadatan Malioboro

    Arus wisatawan yang menyemut di Malioboro biasanya merambat ke jalur-jalur penghubung di sekelilingnya. Untuk mencegah kepadatan bermuara ke pusat kota, Pemkot menyiapkan kantong-kantong parkir tambahan.

    “Kridosono bisa kita buka. Menara Kopi juga siap menampung bus besar maupun kecil,” jelas Hasto.

    Ia mengingatkan bahwa jumlah wisatawan domestik yang datang ke Yogyakarta tahun ini diperkirakan kembali menembus 10 juta kunjungan. Gelombang terbesar umumnya terjadi pada Desember, terutama pada malam pergantian tahun.

    “Yang penting situasi tetap terkendali. Kebersihan dan kenyamanan Malioboro adalah prioritas kita bersama,” pungkasnya.

  • Pemkot Yogyakarta Evaluasi Ketat Rekayasa Lalu Lintas Jelang Libur Nataru 2025

    Pemkot Yogyakarta Evaluasi Ketat Rekayasa Lalu Lintas Jelang Libur Nataru 2025

    Marknews.id – Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta mulai melakukan evaluasi menyeluruh terhadap skema rekayasa lalu lintas menjelang puncak libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025. Langkah ini dilakukan untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali, terutama di kawasan yang rawan padat saat akhir pekan.

    Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyampaikan hal tersebut dalam wawancara di Gedung Pusat UGM, Jumat (12/12). Ia menegaskan bahwa evaluasi pada akhir pekan menjadi indikator utama untuk memprediksi kondisi lalu lintas pada masa liburan panjang.

    “Malam ini adalah evaluasi yang sangat menentukan, karena sudah malam Sabtu. Biasanya weekend menjadi barometer utama untuk melihat potensi kepadatan Nataru,” ujar Hasto.

    Pembatasan Kendaraan Besar di Jembatan Kewek

    Pada persiapan tahun ini, Pemkot menerapkan pembatasan kendaraan besar di Jembatan Kewek. Penutupan sebagian akses dilakukan untuk mengurangi risiko stagnasi kendaraan yang kerap terjadi di titik tersebut. Petugas memasang border agar jembatan hanya dilalui kendaraan kecil.

    “Sampai hari ini masih lancar, tapi malam ini yang menentukan,” jelasnya.

    Bukaan Separator di Kota Baru Jadi Sorotan

    Beberapa hari terakhir, Pemkot menerima laporan penggunaan bukaan separator di depan Gereja Santo Antonius Kota Baru yang dimanfaatkan pengendara motor untuk putar balik. Hasto menegaskan bahwa pembukaan separator tersebut tidak sesuai aturan.

    “Terima kasih informasinya, nanti saya cek. Pembukaan separator itu tidak semestinya dilakukan dan akan kami tinjau lagi,” ucapnya.

    Menurut Hasto, koordinasi dengan kepolisian dan instansi terkait akan diperkuat agar tidak ada lagi bukaan separator ilegal yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.

    Pengaturan Arus di Kawasan Kridosono

    Di kawasan Kridosono, petugas ditempatkan di perempatan Gramedia untuk melakukan seleksi kendaraan secara real-time, terutama pada jam padat. Arus kendaraan besar akan dialihkan ke ring road jika volume kendaraan mulai mengarah pada kondisi overload.

    “Kalau overload, kendaraan besar akan dialihkan ke ring road. Petugas di hulu dan hilir saling berkomunikasi,” kata Hasto.

    Pemkot juga menyiapkan kantong parkir cadangan untuk mengurangi beban di kawasan inti kota.

    “Kridosono bisa kita buka sebagai kantong parkir tambahan. Menara Kopi juga siap menampung bus kecil maupun besar,” tambahnya.

    Wisatawan Diprediksi Tembus 10 Juta

    Yogyakarta mencatat kunjungan wisatawan domestik yang cukup stabil setiap tahun. Hingga Oktober 2025, jumlah wisatawan mencapai 7,8 juta. Pemkot memproyeksikan tambahan kunjungan mencapai lebih dari dua juta pengunjung selama November dan Desember.

    “November dan Desember biasanya menambah sekitar 2 juta lebih. Polanya selalu begitu setiap tahun,” jelas Hasto.

    Depo Sampah Disterilkan Menjelang Nataru

    Selain rekayasa lalu lintas, kebersihan kota juga menjadi perhatian utama. Dua depo sampah besar telah dikosongkan dan disterilkan sementara.

    “Depo Mandala Krida dan RNI hari ini sudah kosong dan bersih. Saya tutup sementara karena menjelang Natal. Kita ingin depo bersih saat Nataru,” ujarnya.

    Volume sampah pada malam pergantian tahun diperkirakan meningkat dua kali lipat, terutama di sepanjang Malioboro. Pemkot berencana melakukan pengumuman berkala agar pengunjung tidak membuang sampah sembarangan.

    Kepadatan di Malioboro, menurut Hasto, biasanya merembet hingga ke jalur-jalur “sirip” yang menjadi akses masuk kawasan tersebut.

    “Kalau Malioboro sudah penuh, otomatis sirip terisi. Ini yang sulit dikendalikan karena kita tidak punya kantong parkir memadai di sisi barat dan timur,” jelasnya.

    Uji Skenario Berlanjut

    Pemkot akan terus memantau dan menguji seluruh skenario rekayasa hingga memasuki masa libur utama. Evaluasi akhir pekan disebut menjadi tolok ukur utama untuk menentukan langkah intervensi berikutnya.

    “Yang penting situasi tetap terkendali. Malam ini menjadi barometer untuk menentukan langkah selanjutnya,” pungkas Hasto.

  • Cukur – Haute Couture – Barbershop

    Cukur – Haute Couture – Barbershop

    Oleh: Agus U, jurnalis

    Marknews.id – Seorang pensiunan KNIL (Koninklijke Nederlandsche Indische Leger) yang sudah berusia lanjut, pada era 1970–1980-an berkeliling membawa kursi lipat dan kotak kayu yang sudah dekil. Ia sering mengenakan celana khaki dipadu dengan pecis mutz list keperakan. Setiap hari ia menyusuri kampung, mulai dari Sonopakis di Kalurahan Ngestiharjo hingga Bugisan, Patangpuluhan, Sindurejan, Ketanggungan, Wirobrajan bahkan sampai Singosaren.

    Tidak ada teriakan untuk menjajakan dagangan, namun warga tahu bahwa Pak Bejo, orang Sonosewu ini, berkeliling menawarkan jasa potong rambut atau cukur. Ia memang pensiunan KNIL. Ceritanya, pada awal perang kemerdekaan, Pak Bejo tidak mau bergabung dengan BKR dan memilih melanjutkan tugasnya sebagai tentara KNIL di Korps Zeni (Genie). Hingga perang kemerdekaan berakhir, ia dipensiunkan oleh Markas Besar Tentara Belanda dengan pangkat terakhir sersan. Alasannya bukan karena tidak cinta tanah air, tetapi karena desakan kebutuhan. Ia menjadi tulang punggung perekonomian keluarga besar, tidak hanya keluarga inti tetapi juga kerabat lainnya.

    Setelah pensiun, ia sempat mencari berbagai pekerjaan. Namun karena usia semakin menua, ia kemudian memilih menjadi tukang cukur keliling. Peralatannya sama seperti tukang cukur pada umumnya: barbir atau alat potong rambut, sisir, semprotan air, sabun, gondel atau pisau cukur, serta bekas sabuk kulit yang digunakan untuk mengasah gondel.

    Kala itu, pekerjaan sebagai tukang cukur tidak cukup bergengsi sehingga tidak banyak yang menekuninya. Tukang cukur pada masa itu, seperti Pak Amat Praitum dan Pak Brahim yang membuka usaha di Jalan S Parman, menjalankan usaha dengan sederhana. Sedangkan tukang cukur besar yang menggunakan kursi naik-turun, sandaran yang bisa diobohkan, serta fasilitas lain yang disebut sebagai haute couture, jumlahnya sangat sedikit. Hanya ada satu di Jalan Malioboro, tepat di depan Gedung DPRD DIY (yang kini sudah tidak ada).

    Tukang cukur biasa cukup banyak jumlahnya, bahkan di pojok Alun-Alun Utara depan PDHI ada dua atau tiga tukang cukur yang pada waktu itu disebut “DPR” — Di bawah Pohon Rindang. Sama seperti Pak Bejo, peralatannya serba kuno. Jika terlambat mengasah barber, rambut akan terasa “njenggit”, dan ketika gondel telat diasah, kulit kepala terasa perih saat dikerik.

    Para tukang cukur ini kemudian banyak ditinggalkan. Kalangan muda lebih memilih memangkas rambut di salon. Menjelang tahun 1990-an, tidak banyak salon yang memiliki layanan lengkap dan bahkan muncul istilah STG (Salon Tanpa Gunting).

    Meski biayanya lebih mahal, layanan di salon lebih menyenangkan. Ada keramas, pijat kepala, pemberian tonik rambut, hingga minuman ringan atau sirup setelah selesai cukur. Kebanyakan pencukurnya adalah perempuan yang beraroma wangi, semakin menjadi daya tarik bagi kalangan muda. Namun kemudian, sebagian salon tercemar oleh praktik layanan mesum.

    Di tengah keriuhan itu, muncul bisnis baru: barbershop. Konsepnya satu ruangan dengan empat atau lima kursi cukur, melanjutkan model Potong Rambut Gumbira yang ada di Jalan Solo. Barbershop yang terus bermunculan dengan segala keramahan layanannya akhirnya menggusur tukang cukur lama.

    Salah satu penanda barbershop, seperti di Eropa, adalah lampu bergaris merah, biru, dan putih yang dipasang di luar. Barbershop berkembang menjadi bisnis kalangan muda, memberikan layanan yang baik, dan bebas dari kekhawatiran akan praktik permesuman. (***)