Category: Berita Utama

  • KAI Daop 6 Yogya Hadirkan Diskon 20 Persen di Program 12.12, Berlaku untuk Perjalanan Akhir Tahun

    KAI Daop 6 Yogya Hadirkan Diskon 20 Persen di Program 12.12, Berlaku untuk Perjalanan Akhir Tahun

    Marknews.id – Yogyakarta – Menjelang libur Natal dan Tahun Baru, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta kembali menghadirkan promo khusus bagi para pengguna setia layanan kereta api. Program bertajuk Diskon 12.12 ini memberikan potongan harga tiket sebesar 20 persen untuk sejumlah perjalanan kereta komersial, yang dapat dipesan secara eksklusif melalui aplikasi Access by KAI.

    Promo ini dibuka hanya satu hari pada 12 Desember 2025, dengan periode keberangkatan 12 hingga 17 Desember 2025. KAI menilai momentum akhir tahun kerap menjadi periode padat perjalanan, baik untuk liburan keluarga, perjalanan pulang kampung, hingga aktivitas wisata.

    Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menjelaskan bahwa langkah ini menjadi wujud apresiasi terhadap masyarakat yang selama ini mengandalkan kereta api sebagai pilihan transportasi.
    “Program menarik ini menjadi bentuk apresiasi KAI kepada masyarakat yang terus mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan karena kenyamanan, ketepatan waktu, dan keamanan selama perjalanan. KAI Daop 6 mengimbau kepada masyarakat untuk memanfaatkan program ini karena terbatas hanya pada tanggal 12 Desember 2025 saja,” ujar Feni.

    Ketentuan Promo 12.12 Diskon 20 Persen

    KAI menetapkan sejumlah syarat agar promo ini tepat sasaran, terutama bagi pelanggan yang merencanakan perjalanan pada pertengahan Desember. Berikut ketentuannya:

    1. Pemesanan tiket hanya dapat dilakukan pada 12 Desember 2025 melalui aplikasi Access by KAI.
    2. Berlaku untuk keberangkatan periode 12–17 Desember 2025.
    3. Khusus untuk kelas Eksekutif.
    4. Tersedia untuk KA komersial di Jawa dan Sumatra.
    5. Tidak berlaku untuk KA Compartment, Luxury, Priority, Imperial, Panoramic, dan jenis kereta wisata.
    6. Tidak dapat digabung dengan promo lain.
    7. Tiket promo tetap bisa dibatalkan atau diubah jadwal sesuai aturan.
    8. Jumlah kursi terbatas sesuai alokasi masing-masing kereta.

    Feni menambahkan, kebutuhan mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun selalu meningkat sehingga diskon ini diharapkan dapat membantu pelanggan merencanakan perjalanan dengan biaya lebih ringan.
    “KAI Daop 6 terus berkomitmen untuk menghadirkan layanan yang prima bagi para pelanggan, terutama menjelang masa libur Natal dan Tahun Baru 2025/2026. Kami mengajak para pelanggan di wilayah Daop 6 untuk tidak melewatkan kesempatan ini. Pesan tiket lebih awal melalui aplikasi Access by KAI, dan nikmati pengalaman bepergian dengan layanan yang semakin modern dan inovatif,” kata Feni.

    Dengan potongan harga yang cukup signifikan dan ketersediaan rute di dua pulau besar, program Diskon 12.12 diprediksi menjadi salah satu promo yang paling diburu menjelang musim liburan. Masyarakat yang ingin mendapatkan tiket lebih hemat dianjurkan segera mempersiapkan jadwal dan melakukan pembelian tepat pada tanggal yang ditentukan.

  • Gandeng Simple Plant Kitchen, Nabati Nusantara Hadirkan Edukasi Pangan Nabati di Tengah Panggung Rock

    Gandeng Simple Plant Kitchen, Nabati Nusantara Hadirkan Edukasi Pangan Nabati di Tengah Panggung Rock

    Marknews,id – Gelaran Jogjarockarta Festival 2025 di Stadion Kridosono akhir pekan ini tak hanya diramaikan dentuman musik keras dari musisi lintas generasi. Tahun ini, panggung rock tersebut mencatat sejarah baru melalui kehadiran Nabati Nusantara yang berkolaborasi dengan Simple Plant Kitchen, UMKM kuliner vegan asal Bantul, sebagai tenant F&B pertama yang membawa misi edukasi pangan berbasis nabati secara khusus dalam sebuah festival musik besar di Indonesia.

    Booth bertajuk “Loud Music, Loud Impact, Zero Waste” tersebut menarik perhatian ribuan pengunjung dengan sajian 100% whole food plant-based yang diracik secara modern. Di balik konsep kuliner, terdapat pesan kuat mengenai dampak pilihan makanan terhadap krisis iklim, deforestasi, serta isu eksploitasi hewan. Semua perlengkapan makan pun dipilih dari material ramah lingkungan, seperti gelas pati jagung, piring berbahan ampas tebu berlapis daun pisang, hingga sendok kayu bebas plastik sebagai bentuk komitmen pengurangan sampah festival.

    Bandizt, bassist Shaggydog sekaligus pemilik Simple Plant Kitchen dan co-founder Nabati Nusantara, menegaskan bahwa langkah ini menjadi tonggak baru dalam ranah festival musik. “Kehadiran booth ini menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi Jogjarockarta, tetapi juga dalam konteks festival musik berskala besar di Indonesia. Ini juga upaya untuk menjangkau publik musik dengan menghadirkan paradigma baru bahwa musik bisa berjalan seiring dengan gaya hidup yang lebih sadar, berkelanjutan, dan lebih welas asih terhadap hewan,” ujarnya.

    Tidak hanya itu, seluruh menu yang disajikan juga dibuat tanpa penggunaan minyak sawit sebagai sikap terhadap meluasnya deforestasi di Indonesia. Angelina Pane, co-founder sekaligus Direktur Eksekutif Nabati Nusantara, menyoroti persoalan tersebut dengan lantang. “Kami mengajak publik, termasuk musisi dan penggemar musik, untuk lebih kritis melihat arah kebijakan yang anehnya terus mendorong ekspansi industri sawit di tengah krisis iklim dan ekologis yang semakin nyata, karena semua terdampak!”, tegasnya.

    Dukungan terhadap misi lingkungan ini juga mengalir dari berbagai musisi yang menyampaikan pernyataan lewat akun Instagram resmi Nabati Nusantara. Di antara figur yang memberi dukungan adalah Stephanus Adjie (Down For Life), Melanie Subono, Paul (Rebellion Rose), Roy Agus (Death Vomit), Hendi “Skinhead Bop”, serta Hasbi (The Glad).

    Melanie Subono, yang dikenal vokal dalam isu kemanusiaan dan lingkungan, mengatakan, “Gue sangat mendukung Nabati Nusantara dengan edukasi pangan 100% nabati yang nggak jahat untuk lingkungan, hewan, dan siapa pun. Karena apa yang baik buat bumi, pasti baik buat kita. Bersenang-senang boleh, tapi jangan lupa dengan lingkungan lo ya, action speaks louder, itu yang bedain lo sama pejabat!”

    Sementara itu, vokalis Down For Life, Stephanus Adjie, mengingatkan ancaman krisis iklim yang semakin terasa. “Saya mendukung apapun perjuangan dan upaya yang lebih baik buat bumi dan semua. Seru sekali ada booth Nabati Nusantara yang menunya ramah iklim dan sehat, apalagi packagingnya juga ramah lingkungan. Perubahan dan krisis iklim itu nyata. Ingat, tidak akan ada musik on a dead planet!”, ujarnya. Adjie bahkan menyempatkan diri berkunjung langsung ke booth tersebut.

    Momen menarik juga terjadi dari panggung internasional. Whitfield Crane, vokalis Ugly Kid Joe, diketahui meminta secara khusus agar menu dari booth Nabati Nusantara dikirim ke backstage setelah penampilannya di hari pertama festival. Ia menyampaikan bahwa dirinya dan beberapa personel band menerapkan gaya hidup plant based dan mendukung gerakan ini, memperlihatkan bahwa inisiatif lokal mampu menjangkau perhatian musisi dunia.

    Nabati Nusantara juga menyiapkan booklet edukasi bertema Helloween yang menjadi salah satu daya tarik pengunjung. Desain tersebut dipilih karena dua personel Helloween, Sascha Gerstner dan Dani Löble, diketahui merupakan vegan. Meski band tersebut batal tampil tahun ini, semangatnya tetap dihadirkan melalui materi edukatif yang dibagikan kepada pengunjung.

    Menutup rangkaian kegiatan, Bandizt menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme musisi dan pengunjung. “Menanggapi respon positif dari rekan-rekan musisi dan antusiasme penggemar musik di Jogjarockarta, ini menunjukkan bahwa festival musik dapat menjadi ruang strategis untuk menyebarkan kesadaran akan masa depan pangan yang lebih adil bagi manusia, hewan, dan bumi. Pergerakan ini harus berlanjut dan kami sangat terbuka untuk berkolaborasi ke depannya,” ujarnya.

    Nabati Nusantara sendiri merupakan organisasi akar rumput berbasis relawan yang berdiri sejak 2024 di Yogyakarta. Fokus gerakannya mencakup edukasi pangan berkelanjutan, isu kesehatan, keadilan sosial, hingga perlindungan hewan. Organisasi ini didirikan oleh Bandizt yang juga menjabat sebagai direktur Animal Friends Jogja (AFJ), salah satu organisasi perlindungan hewan yang telah aktif sejak 2010 dan menjadi bagian dari jaringan internasional seperti OIPA, DMFI, AFFA, AfA, dan Open Wing Alliance.

     

  • Mataram Is Rock, Simbol Persatuan Skena Metal Jogja dan Solo

    Mataram Is Rock, Simbol Persatuan Skena Metal Jogja dan Solo

    Marknews.id – Dua festival musik rock terbesar di Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah, JogjaROCKarta Festival dan Rock In Solo, resmi mengumumkan persatuan mereka dalam sebuah inisiatif bersama bertajuk “Mataram Is Rock”. Kolaborasi ini menjadi tonggak baru bagi pergerakan skena musik rock di wilayah Mataram yang meliputi Yogyakarta dan Surakarta.

    Persatuan tersebut tidak sekadar simbolis, melainkan lahir dari kesadaran akan kesamaan akar budaya yang mengikat dua kota tersebut. Jogja dan Solo yang secara historis merupakan bagian dari satu peradaban, kini kembali dipertautkan melalui musik keras yang tumbuh subur dari generasi ke generasi.

    Rock In Solo yang telah menapaki usia 21 tahun berpadu dengan JogjaROCKarta yang memasuki tahun kedelapan penyelenggaraan. Keduanya sepakat memperkuat ikatan persaudaraan melalui program lintas festival yang memungkinkan pertukaran penampil dan kolaborasi antarskena. Langkah ini sekaligus menjadi strategi membangun ekosistem musik rock yang lebih terstruktur dan saling menopang.

    Salah satu bukti konkret dari ikrar persaudaraan tersebut diwujudkan melalui kehadiran Down For Life dalam daftar penampil JogjaROCKarta Festival. Band metal asal Surakarta yang pernah tampil di ajang internasional Wacken Open Air (W:O:A) ini hadir bukan semata sebagai pengisi panggung, melainkan sebagai representasi kuat dari kolaborasi dua poros skena rock di tanah Mataram.

    Kehadiran Down For Life dinilai membawa pesan penting bahwa keterhubungan Jogja dan Solo tidak pernah benar-benar terputus, meski kini berada dalam wilayah administratif yang berbeda. Identitas budaya dan karakter masyarakat di kedua kota tersebut masih terjalin erat, dan musik menjadi medium yang dinilai paling efektif untuk merawat ikatan tersebut.

    Para penggagas “Mataram Is Rock” sepakat untuk membangun kekuatan sentral baru di wilayah DIY dan Jawa Tengah, khususnya dalam konteks pengembangan musik rock. Mereka menargetkan terciptanya ruang kolaborasi yang lebih terbuka, baik bagi musisi senior maupun generasi baru.

    “Kami ingin membuktikan bahwa Jogja dan Solo tetap terikat dalam sebuah persaudaraan. Bukan rivalitas, namun bagaimana kita dapat membangun ekosistem yang suportif dan menunjukkan bahwa diplomasi dapat dimulai dari hal sederhana termasuk melalui festival musik.” ujar Iwe Ramadhan, selaku head of creative Rajawali Indonesia.

    Melalui kolaborasi ini, panitia berharap “Mataram Is Rock” dapat menjadi penanda baru bagi kebangkitan skena rock regional yang solid, inklusif, dan berdaya saing nasional, sekaligus menjadi contoh bahwa persatuan lintas kota dapat tumbuh dari panggung musik.

  • Deretan Band Metal Dunia dan Legenda Lokal Ramaikan JogjaROCKarta 2025

    Deretan Band Metal Dunia dan Legenda Lokal Ramaikan JogjaROCKarta 2025

    Marknews.id – JogjaROCKarta Festival kembali mengukuhkan posisinya sebagai salah satu episentrum musik rock terbesar di Indonesia. Memasuki edisi ke-8 sejak pertama kali digelar pada 2017, festival musik lintas generasi ini akan berlangsung pada 6–7 Desember 2025 di Stadion Kridosono, Yogyakarta.

    Mengusung tema “The Majesty of Rock, Crowned in Jogja”, JogjaROCKarta 2025 menegaskan identitas Yogyakarta sebagai mahkota musik rock nasional sekaligus titik temu kekuatan rock dari berbagai belahan dunia. Tema ini bukan sekadar simbolik, melainkan refleksi dari perjalanan panjang musik keras yang tumbuh berdampingan dengan budaya kota pelajar.

    Tahun ini, penyelenggaraan festival juga diperkaya dengan kolaborasi visual bersama seniman Dwiki KA. Sentuhan visual bergaya gelap, jenaka, dan garang yang dihadirkan di berbagai sudut area festival dirancang untuk mempertegas atmosfer rock yang menjadi ciri khas JogjaROCKarta sekaligus menghadirkan pengalaman visual yang lebih imersif bagi penonton.

    Dari sisi penampil, JogjaROCKarta 2025 menghadirkan komposisi band lintas generasi dan benua yang jarang terjadi di satu panggung. Lima nama besar internasional dipastikan tampil, yakni Loudness (Jepang), Anthrax (Amerika Serikat), Ugly Kid Joe (Amerika Serikat), serta The HU (Mongolia). Kehadiran mereka merepresentasikan spektrum luas musik rock dunia, mulai dari heavy metal, power metal, thrash metal, hingga folk metal.

    Tidak hanya menyuguhkan kekuatan global, JogjaROCKarta 2025 juga menjadi ruang nostalgia bagi penggemar rock Tanah Air lewat penampilan deretan band legendaris era 1980–1990-an. Jamrud, Banhasir Kaisar, Andromedha, dan Rolland Band dipastikan kembali naik panggung sebagai simbol kejayaan masa keemasan musik keras Indonesia.

    Jamrud yang berasal dari Cimahi dikenal sebagai salah satu band yang berhasil membawa rock ke arus utama industri musik Indonesia melalui album Nekat, Terima Kasih, hingga Ningrat dengan lagu-lagu yang lekat di ingatan publik. Dari Solo, Kaisar mencatatkan prestasi lewat kemenangan Festival Rock 1991 dan album Mulut Angin. Andromedha dari Surabaya dikenal lewat prestasi di Festival Rock Indonesia V 1988 serta lagu “Prestasi”. Sementara Rolland Band, wakil Yogyakarta, menjadi ikon metal lokal sejak pertengahan 1980-an lewat karya “Teror” dan “Gigolo”.

    Selain pertunjukan musik, JogjaROCKarta 2025 juga menghadirkan sejumlah program tematik yang memperluas ekosistem festival. Salah satunya JogjaRIDEkarta “Ride to The Throne”, yang menggabungkan semangat musik rock dengan kultur otomotif melalui kegiatan riding komunitas motor menuju area venue selama dua hari penyelenggaraan.

    Di sisi regenerasi musisi, dua band hasil seleksi nasional akan tampil di panggung utama melalui program Band Submission, yakni ZEALOUS dari Manado/Minahasa dan BIAS dari Yogyakarta. ZEALOUS membawa warna hard rock bernuansa klasik 70–80-an melalui album ZAZANIANZ (2024), sementara BIAS dikenal lewat eksplorasi heavy rock modern dan kiprahnya di panggung internasional melalui festival Envol et Macadam di Kanada.

    JogjaROCKarta 2025 juga membuka ruang bagi seniman visual muda lewat program Visual Competition. Tiga karya terbaik akan ditampilkan secara langsung di area festival sebagai bagian dari pengalaman audio-visual yang menyatu.

    Dengan perpaduan band legendaris, bintang global, program komunitas, serta kolaborasi lintas disiplin seni, JogjaROCKarta 2025 tidak hanya menjadi perayaan musik, tetapi juga ruang pertemuan lintas generasi yang memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu pusat kebudayaan rock di Asia Tenggara. Informasi lebih lanjut mengenai tiket, program, dan susunan penampil lengkap dapat diakses melalui situs resmi serta akun Instagram @jogjarockartafest.

  • JogjaROCKarta 2025 Jadi Penutup Sejarah Kridosono, Dwiky KA Suguhkan Visual Perpisahan

    JogjaROCKarta 2025 Jadi Penutup Sejarah Kridosono, Dwiky KA Suguhkan Visual Perpisahan

    Marknews.id – Yogyakarta – Tahun 2025 menandai akhir perjalanan JogjaROCKarta Festival sekaligus penutup era Stadion Kridosono sebagai ruang pertunjukan musik besar di Yogyakarta. Festival yang selama ini identik dengan dentuman musik rock dan metal itu akan digelar untuk terakhir kalinya di Kridosono, sebelum kawasan tersebut dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau.

    Dalam perhelatan pamungkas bertajuk “The Majesty of Rock Crowned in Jogja”, penyelenggara menggandeng ilustrator dan visual artist asal Surabaya, Dwiky KA, sebagai sosok di balik identitas visual JogjaROCKarta 2025. Keterlibatan Dwiky KA menjadi elemen penting yang menguatkan narasi perpisahan antara panggung musik dan perjalanan panjang Kridosono sebagai ikon ruang hiburan di kota pelajar.

    Nama Dwiky KA dikenal luas melalui karakter visualnya yang memadukan warna-warna pop yang kontras dengan nuansa subkultur metal, humor lokal, serta energi ekstrem khas jalanan. Jejak karyanya telah menembus panggung internasional setelah menjadi seniman Indonesia pertama yang berkolaborasi dengan Vans dalam koleksi global pada 2021. Setahun setelahnya, ia tampil sebagai featured artist dalam program Zodiac Artist Series. Gaya yang kerap disebut sebagai “extreme pop” ini menempatkan keceriaan visual berdampingan dengan ketegangan khas musik bawah tanah.

    Untuk JogjaROCKarta 2025, Dwiky KA merancang visual yang merefleksikan dua emosi besar sekaligus, yakni kemegahan perayaan dan keharuan perpisahan. Ilustrasi yang dihadirkannya merekam transisi Kridosono dari ruang yang selama puluhan tahun dipenuhi sorak penonton menjadi ruang hijau bagi publik. Simbol-simbol yang tegas dan penuh makna menggambarkan pergeseran antara kebisingan panggung dan keheningan ruang terbuka.

    Di panggung musik, JogjaROCKarta 2025 tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai ajang pertemuan lintas generasi. Sejumlah legenda musik dunia dijadwalkan tampil, seperti Helloween, Anthrax, Ugly Kid Joe, Loudness, dan The HU. Mereka akan berbagi panggung dengan band-band nasional lintas era, mulai dari Jamrud, Marjinal, The Panturas, Usman and The Blackstones, Andromeda, Kaisar, hingga Rolland Band. Dua talenta muda hasil Band Submission, yakni Zealous dan BIAS, juga ikut mengisi daftar penampil.

    CEO Rajawali Indonesia, Tovic Raharja, menilai kolaborasi dengan Dwiky KA menjadi langkah strategis untuk memperkuat karakter festival, tidak hanya sebagai peristiwa musik, tetapi juga sebagai perayaan visual. “Dwiky KA punya karakter visual yang sangat kuat, lokal, berani, tapi punya bahasa universal yang nyambung dengan spirit JogjaROCKarta,” ungkap Tovic Raharja. “Kami ingin festival ini bukan hanya terdengar lewat musik, tapi juga terlihat lewat visual yang apik.”

    Seluruh elemen visual JogjaROCKarta 2025, mulai dari poster, merchandise, hingga instalasi panggung, dirancang sebagai satu kesatuan narasi besar perayaan terakhir. Bukan sekadar festival musik, edisi 2025 diposisikan sebagai momentum penutupan sejarah Kridosono yang telah menjadi saksi perjalanan berbagai ekspresi budaya dan musik di Yogyakarta.

    Dengan kombinasi deretan musisi lintas generasi dan pendekatan visual yang kuat, JogjaROCKarta 2025 diharapkan menjadi perpisahan yang berkesan, tidak hanya bagi penikmat musik rock, tetapi juga bagi warga kota yang selama ini tumbuh bersama denyut kehidupan Stadion Kridosono.

  • Helloween Batal Tampil, JogjaROCKarta 2025 Tetap Digelar dengan Line-up Internasional

    Helloween Batal Tampil, JogjaROCKarta 2025 Tetap Digelar dengan Line-up Internasional

    Marknews.id – JogjaROCKarta Festival 2025 dipastikan tetap berlangsung meski salah satu penampil utama, Helloween, batal hadir. Kepastian pembatalan tersebut disampaikan menyusul pengumuman resmi dari manajemen Helloween melalui akun Instagram resmi band asal Jerman itu terkait kondisi kesehatan sang vokalis, Michael Kiske.

    Dalam keterangan tersebut dijelaskan bahwa Michael Kiske mengalami acute pharyngolaryngotracheitis yang disertai asthmatic dyspnea dan bronchitis. Atas kondisi tersebut, dokter mewajibkan Kiske untuk menjalani istirahat total. Dampaknya, seluruh rangkaian tur Helloween di kawasan Asia Tenggara terpaksa dibatalkan demi mencegah risiko gangguan suara jangka panjang.

    Pihak Helloween juga menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar di Indonesia, Malaysia, dan Taiwan atas pembatalan ini. Mereka berharap dapat kembali menyapa penggemar Asia Tenggara melalui rangkaian 40th Anniversary Tour yang direncanakan pada tahun 2026 mendatang.

    Meski tanpa kehadiran Helloween, rangkaian JogjaROCKarta Festival 2025 dipastikan tetap berjalan sesuai jadwal, yakni pada 6–7 Desember 2025 di Stadion Kridosono, Yogyakarta. Festival ini tetap menghadirkan deretan musisi internasional dan nasional lintas generasi yang solid.

    Sejumlah nama besar dari panggung global tetap meramaikan ajang ini, di antaranya Anthrax dari Amerika Serikat, Loudness dari Jepang, Ugly Kid Joe dari Amerika Serikat, serta The Hu asal Mongolia. Dari dalam negeri, sejumlah band rock ternama turut ambil bagian, seperti Jamrud, Banhasir Kaisar, Andromedha, Rolland Band, Rebellion Rose, Marjinal, Usman and The Blackstones, The Panturas, hingga Infernal Lamentation. Dua band hasil program Band Submission, Zealous dan Bias, juga mendapat kesempatan tampil di panggung JogjaROCKarta tahun ini.

    Penyelenggaraan JogjaROCKarta 2025 memiliki makna tersendiri karena menjadi edisi terakhir festival ini digelar di Stadion Kridosono. Sejak 2017, stadion bersejarah tersebut telah menjadi saksi perkembangan JogjaROCKarta sebagai salah satu festival musik rock terbesar di Indonesia.

    Founder Rajawali Indonesia, Anas Alimi, menegaskan bahwa kesehatan musisi tetap menjadi prioritas utama. Ia memastikan festival tetap dipersembahkan dengan semangat penuh, terlebih di tahun penutup Kridosono sebagai rumah JogjaROCKarta. Senada dengan itu, CEO Rajawali Indonesia, Tovic Raharja, menyampaikan bahwa komposisi line-up yang tersisa tetap kuat dan siap menghadirkan pengalaman festival yang berkesan bagi para penikmat musik keras.

    Dengan tetap bergulirnya acara ini, JogjaROCKarta 2025 diharapkan menjadi penutup yang berkesan di Stadion Kridosono, sekaligus menegaskan posisinya sebagai perayaan musik rock berskala besar dengan karakter atmosfer khas Yogyakarta yang kuat.

  • JogjaROCKarta Tutup Perjalanan Delapan Tahun dengan Deretan Band Legendaris

    JogjaROCKarta Tutup Perjalanan Delapan Tahun dengan Deretan Band Legendaris

    Marknews.id – Yogyakarta kembali menorehkan sejarah dalam peta musik cadas nasional. JogjaROCKarta 2025 resmi dipastikan menjadi edisi terakhir dari rangkaian festival yang telah berjalan sejak 2017. Setelah delapan tahun berdistorsi di jalur musik keras, ajang ini memilih berhenti di puncak, sekaligus meninggalkan warisan penting bagi ekosistem rock dan metal Indonesia.

    Keputusan tersebut diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Legend Coffee. Founder JogjaROCKarta, Anas Syahrul Alimi, menyampaikan refleksi perjalanan panjang festival ini sebagai sebuah proses yang tidak hanya dibangun dari kemegahan panggung, tetapi juga dari perjuangan sejak awal kemunculannya.

    “Setiap perjalanan, selalu memiliki cerita tentang perjuangan dari bawah. Namun, setiap perjalanan yang jujur, selalu tahu kapan harus memberi hormat kepada waktu”, ujar Anas dalam forum tersebut.

    Sejak debut pertamanya pada 2017 dengan menghadirkan Dream Theater di tengah berbagai tantangan teknis dan dinamika lokasi, JogjaROCKarta tumbuh menjadi salah satu barometer festival musik cadas di Indonesia. Pada edisi pamungkas 2025 ini, deretan nama besar kembali dihadirkan, mulai dari Anthrax sebagai penampil utama, disusul Ugly Kid Joe, The Hu, hingga Loudness.

    Whitfield Crane, vokalis Ugly Kid Joe yang turut hadir sebagai panelis, mengungkapkan harapannya agar JogjaROCKarta terus dikenang sebagai ruang apresiasi bagi musik keras lintas generasi, sekalipun ia menyadari kerasnya persaingan industri hiburan global.

    Konferensi pers juga menghadirkan Agustinus Widi dari Infernal Lamentations dan Gilang Sandi dari Rebellion Rose. Keduanya sepakat menjanjikan suguhan penampilan yang berbeda dan hanya bisa disaksikan di panggung JogjaROCKarta 2025.

    Tidak hanya menutup perjalanan dengan euforia musik, edisi terakhir JogjaROCKarta juga dibingkai dengan semangat solidaritas. Sebuah gitar berlegalisir Scott Ian dari Anthrax dilelang, dengan hasil penggalangan dana yang akan disalurkan untuk korban terdampak banjir di Aceh dan Sumatra. Di sisi lain, CEO Rajawali Indonesia Tovic Raharja memperkenalkan program “Mataram Is Rock” sebagai ikrar persaudaraan antara JogjaROCKarta dan Rock in Solo, yang diharapkan menjadi ruang pembinaan bagi band-band cadas di Yogyakarta dan Jawa Tengah.

    Di hadapan publik, Anas pun mengungkapkan rasa haru sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang festival ini.

    “JogjaROCKarta ini layaknya ungkapan ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, saya terharu dengan dukungan yang disampaikan oleh banyak pihak untuk JogjaROCKarta”, tambahnya.

    Di tengah kabar pamungkas dari dunia musik tersebut, wilayah Yogyakarta dan sekitarnya juga mencatat dinamika pelayanan publik di sektor transportasi. PT KAI Daop 5 Purwokerto melaporkan tingginya tingkat pengembalian barang tertinggal sepanjang 2025. Pelaksana Harian Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Imanuel Setya Budi Harwanto, mengungkapkan bahwa sepanjang Januari hingga awal Desember 2025, sebanyak 1.436 barang tertinggal ditemukan di stasiun dan rangkaian kereta api wilayah operasional Daop 5.

    “Dari total 1436 barang yang ditemukan selama Januari hingga awal Desember 2025, sebanyak 1421 barang atau sekitar 98,69% telah selesai diproses. Saat ini masih terdapat 15 barang dengan rincian 2 barang biasa dan 13 barang berharga yang tersimpan di 3 lokasi pos Lost and Found,” ujar Imanuel.

    Barang-barang tersebut terdiri atas kategori berharga seperti ponsel, perhiasan, dompet, dan dokumen penting, hingga barang umum berupa pakaian, koper, sandal, sepatu, helm, dan makanan. Untuk mempercepat proses penelusuran, KAI memaksimalkan pendayagunaan CCTV di hampir seluruh sudut stasiun dan rangkaian kereta.

    Layanan Lost and Found Daop 5 saat ini tersedia di Stasiun Purwokerto, Kutoarjo, dan Cilacap. Masyarakat dapat melaporkan kehilangan secara langsung kepada petugas ataupun melalui Contact Center KAI 121. Menurut Imanuel, layanan ini tidak hanya memberi manfaat bagi pemilik barang, tetapi juga berdampak sosial.

    “Layanan ini memberikan kepastian, rasa aman, serta kenyamanan tambahan bagi pelanggan yang melakukan perjalanan. Selain itu, barang-barang yang tidak diambil pemilik dan kemudian disalurkan kepada lembaga sosial juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. Jadi, selain menjaga kepercayaan pelanggan, layanan ini juga menjadi sarana berbagi bagi sesama,” jelasnya.

    Ia turut mengimbau pelanggan untuk selalu memeriksa barang bawaan sebelum meninggalkan area stasiun maupun kereta. Proses pengambilan barang tetap dilakukan melalui tahap identifikasi dan verifikasi data demi menjamin keabsahan kepemilikan.

    Dua dinamika ini, dari panggung JogjaROCKarta hingga layanan publik perkeretaapian, menunjukkan bahwa Yogyakarta dan wilayah sekitarnya terus bergerak dalam irama yang beragam, merawat budaya, solidaritas, sekaligus kepercayaan publik di ruang-ruang keseharian.

  • KAI dan DJKA Buka Layanan Motis Nataru 2025/2026, Masyarakat Bisa Bawa Motor Gratis dengan Kereta

    KAI dan DJKA Buka Layanan Motis Nataru 2025/2026, Masyarakat Bisa Bawa Motor Gratis dengan Kereta

    Marknews.id– PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 5 Purwokerto kembali menghadirkan layanan Motor Gratis (Motis) untuk periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026. Program hasil kolaborasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan ini kembali dibuka untuk memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin bepergian sambil membawa sepeda motor tanpa dikenai biaya tambahan.

    Langkah ini menjadi salah satu strategi pemerintah dalam mengurai kepadatan lalu lintas kendaraan roda dua saat libur panjang, sekaligus meminimalkan risiko kecelakaan di jalur darat. Di wilayah Daop 5 Purwokerto, animo masyarakat diperkirakan kembali tinggi seiring tren mobilitas tahunan pada akhir tahun.

    Pelaksana Harian Manager Humas Daop 5 Purwokerto, Imanuel Setya Budi Harwanto, menjelaskan layanan Motis tahun ini kembali menghubungkan Stasiun Jakarta Gudang menuju Stasiun Purwosari Solo. Untuk area Daop 5, fasilitas naik dan turun motor tersedia di Stasiun Purwokerto, Kebumen, dan Kutoarjo.

    “Pendaftaran program Motis Angkutan Nataru 2025/2026 telah dibuka sejak 1 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026. Adapun perjalanan Motis berlangsung pada 23–30 Desember 2025 serta 2–5 Januari 2026,” ujar Imanuel.

    Menurutnya, program Motis memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk bepergian bersama motor melalui moda kereta api tanpa biaya. Selain efisiensi perjalanan, kebijakan ini menjadi bentuk intervensi pemerintah untuk menekan angka kecelakaan selama libur Nataru.

    KAI juga menyiapkan kapasitas yang cukup besar untuk mengakomodasi kebutuhan angkutan penumpang dan motor. “Setiap harinya, kami menyiapkan lima kereta ekonomi dan empat kereta bagasi khusus motor dengan total kapasitas hingga 232 unit motor per hari dan 2784 selama 12 hari,” jelas Imanuel.

    Untuk angkutan penumpang, jumlah kursi yang disediakan mencapai 530 per hari. Sepanjang periode layanan, total kuota penumpang yang dapat menggunakan fasilitas Motis mencapai 5.830 orang.

    Pendaftaran peserta dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi https://motis.djka.kemenhub.go.id/ atau melalui posko yang sudah disiapkan. Beberapa ketentuan penting harus diperhatikan calon peserta, termasuk larangan mengikuti program mudik atau balik gratis dari pihak lain. Peserta yang membatalkan keberangkatan juga dibatasi untuk tidak mengikuti Motis pada tahun berikutnya.

    “Syarat peserta Motis antara lain wajib memiliki KTP, Kartu Keluarga, dan SIM C. Sepeda motor yang dapat diikutsertakan memiliki kapasitas mesin maksimal 200 cc. Satu unit motor dapat difasilitasi pembelian dua tiket penumpang dan satu tiket infant (anak di bawah usia 3 tahun),” tambah Imanuel.

    Dengan kombinasi pengurangan beban lalu lintas dan kemudahan mobilitas bagi masyarakat, layanan Motis kembali menjadi salah satu program transportasi yang paling ditunggu menjelang Nataru.

  • Festival Film JAFF 2025 Resmi Dimulai, Tekankan Pentingnya Strategi Arsip Nasional

    Festival Film JAFF 2025 Resmi Dimulai, Tekankan Pentingnya Strategi Arsip Nasional

    Marknews.id – Yogyakarta membuka panggung bagi salah satu festival film paling berpengaruh di kawasan dengan dimulainya Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) pada Jumat malam (29/11). Di usia dua dekade, gelaran tahun ini hadir dengan tema besar Transfiguration, sebuah gagasan yang merangkum perjalanan panjang sinema Asia sekaligus tantangan yang harus dihadapi industri ke depan.

    Direktur Festival JAFF, Ifa Isfansyah, menyebut tema tersebut lahir dari refleksi panjang perjalanan festival sejak pertama kali digelar. “Setelah dua puluh tahun, JAFF bukan hanya tentang penayangan film, tapi tentang evolusi yang dialami oleh para sineas, audiens, dan ekosistem industri itu sendiri. Tema ini mengajak kita untuk merenung: sejauh mana sinema Asia telah berubah, dan tantangan apa yang harus kita hadapi ke depan,” ujar Ifa Isfansyah dalam konferensi pers pembukaan.

    Perayaan tahun ini juga menghadirkan dimensi baru. JAFF ke-20 tidak sekadar menjadi panggung apresiasi film, tetapi turut mengambil sikap terhadap isu strategis terkait pelestarian arsip. Dalam pidato pembukaannya, pihak festival menegaskan urgensi Strategi Nasional Arsip Film, menyusul banyaknya karya penting yang terancam hilang karena minimnya sistem pengarsipan yang memadai.

    Pengamat film yang juga menjabat sebagai Dewan Kurator JAFF, Budi Irawanto, menyoroti problem ini secara gamblang. “Film adalah dokumen sejarah, bukan sekadar hiburan. Kami melihat ironi, di mana kita merayakan transformasi sinema, namun arsip masa lalu kita terancam punah. Oleh karena itu, melalui ‘Transfiguration’, kami mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk segera memprioritaskan arsip sebagai harta karun budaya yang tak ternilai,” kata Budi Irawanto.

    Selama delapan hari penyelenggaraan, mulai 29 November hingga 6 Desember 2025, JAFF menayangkan 227 film dari 43 negara Asia-Pasifik. Rentang karya yang luas ini memperlihatkan bagaimana ekosistem sinema di kawasan terus berkembang. Pembukaan festival berlangsung dengan pemutaran film klasik “Opera Jawa” (2006) karya Garin Nugroho dalam format 35mm, menciptakan jembatan nostalgia dengan sejarah pembukaan JAFF pertama.

    Di luar penayangan film, industri kreatif juga mendapatkan ruang melalui JAFF Market 2025. Platform ini mempertemukan kreator Intellectual Property (IP) lokal — termasuk komikus, novelis, hingga pengembang gim — dengan produser dan investor internasional. “Kami ingin JAFF tidak hanya menjadi etalase, tetapi juga mesin bisnis yang menghubungkan potensi kreatif Indonesia dengan pasar global, menjadikannya festival yang relevan secara budaya dan ekonomi,” tambah Ifa Isfansyah.

    Dengan kombinasi refleksi sejarah, perhatian pada pelestarian budaya, serta dorongan untuk menguatkan industri melalui pemanfaatan IP, JAFF 2025 menegaskan posisinya sebagai festival yang tidak hanya merayakan pencapaian, tetapi juga menyiapkan arah baru bagi sinema regional. Tema Transfiguration menjadi simbol transformasi yang lebih besar, menandai babak baru bagi perkembangan sinema Asia Tenggara.

  • Cegah Risiko di Jalur Kereta, KAI Daop 6 Uji Respons Petugas Lewat Simulasi Terpadu

    Cegah Risiko di Jalur Kereta, KAI Daop 6 Uji Respons Petugas Lewat Simulasi Terpadu

    MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA – Upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api kembali menjadi perhatian utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 6 Yogyakarta. Bersama BNPB Yogyakarta, Polsek Gedong Tengen, KAI Commuter, dan KAI Bandara Wilayah Yogyakarta, sejumlah skenario kedaruratan diuji dalam kegiatan simulasi yang berlangsung di Stasiun Yogyakarta pada Jumat (28/11/2025).

    Simulasi ini tidak sekadar latihan rutin, tetapi dirancang untuk memastikan setiap petugas memahami prosedur penanganan berbagai potensi ancaman, mulai dari bencana alam hingga gangguan teknis saat perjalanan. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum evaluasi koordinasi lintas lembaga yang berperan dalam operasional perkeretaapian di wilayah Yogyakarta.

    Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih menegaskan pentingnya kesiapan personel dalam menghadapi kondisi kritis.
    “Stasiun merupakan simpul transportasi vital yang berperan penting dalam mobilisasi masyarakat. Karena itu, setiap personel perlu memahami peran dan alur koordinasi dalam penanganan kedaruratan agar respons dapat dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif,” ujarnya.

    Menurut Feni, rangkaian simulasi meliputi penanganan skenario gempa baik di petak jalan maupun area stasiun. Dalam latihan ini, petugas mempraktikkan penghentian kereta secara darurat, pemeriksaan jalur dan fasilitas, hingga upaya melindungi pelanggan yang berada di peron ketika guncangan terjadi. Selain itu, ada pula skenario overstapen, yaitu proses penanganan gangguan perjalanan akibat faktor alam atau teknis seperti pemindahan penumpang, pengaturan arus evakuasi, serta koordinasi lintas unit demi menjaga kelancaran operasional.

    “Pelaksanaan simulasi ini, diharapkan kesiapsiagaan dan sinergi antara seluruh unsur internal KAI dan pihak eksternal semakin solid dalam menghadapi potensi keadaan darurat untuk keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api,” tutup Feni.

    Dalam kesempatan tersebut, KAI Daop 6 juga mengimbau masyarakat untuk lebih proaktif melaporkan potensi bahaya yang terlihat di sekitar jalur maupun area stasiun. Tindakan cepat dari masyarakat akan membantu petugas melakukan mitigasi sehingga perjalanan kereta api dapat tetap berlangsung aman, lancar, dan terkendali.