TNI AL Jadikan Ajaran Jenderal Soedirman Sebagai Pilar Pertahanan Laut Nasional
MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA – Nama Panglima Besar Jenderal Soedirman kerap dikenang sebagai pahlawan bangsa, namun lebih dari itu, filosofi perjuangannya masih terus hidup dan berharga bagi keamanan nasional, terutama dalam pertahanan maritim. Hal ini dibahas dalam Round Table Discussion bertajuk “Mewujudkan Pertahanan, Keamanan, dan Kedaulatan Maritim yang Berkesinambungan Berpijak pada Filosofi Kepemimpinan Panglima Besar Jenderal Soedirman” yang diselenggarakan Yayasan Pangsar Soedirman di Yogyakarta, Jumat (8/11).
Ketua Yayasan Pangsar Soedirman, Tisa Bugianggri Soedirman, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa generasi muda, terutama generasi Z, hanya mengenal Soedirman sebagai nama tanpa memahami nilai-nilai perjuangan yang diwariskannya. “Generasi sekarang ini hanya tahu (nama pahlawan) dari nama jalan tanpa tahu sejarahnya,” ungkap Tisa. Ia berharap generasi muda tetap mengingat dan menghargai sejarah yang melahirkan kemerdekaan Indonesia.
Dalam acara tersebut, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Muhammad Ali menegaskan relevansi nilai kepemimpinan Soedirman dalam konteks pertahanan maritim. Meskipun Soedirman adalah perwira Angkatan Darat, prinsipnya mengenai perlindungan terhadap wilayah tanah air diaplikasikan di berbagai matra, termasuk Angkatan Laut. “Pertahankan rumah dan pekarangan kita sekalian,” kata Kasal mengutip pernyataan Soedirman. Menurutnya, analogi ini menunjukkan bahwa laut teritorial Indonesia, yang merupakan bagian dari “pekarangan” negara, harus dijaga dengan ketat dari ancaman eksternal.
Ali menggambarkan pentingnya menjaga perbatasan laut sebagai tindakan preventif untuk memastikan kedaulatan bangsa. “Jika harus bertarung, kalahkan musuh di batas terluar pagar pekarangan. Atau musuh harus dapat dihancurkan sebelum memasuki batas teritorial negara agar kedaulatan tetap terjaga,” tambahnya. Dengan lebih dari 17.000 pulau, tanggung jawab terhadap keamanan maritim ini bukan sekadar tugas militer, tetapi juga upaya komprehensif yang melibatkan sinergi seluruh elemen bangsa.
Selain itu, Staf Khusus Kasal, Laksamana Muda TNI Hanarko Djodi Pamungkas, menyatakan bahwa filosofi Soedirman yang mencakup keteguhan dalam pendirian, pantang menyerah, dan adaptif terhadap perubahan sangat selaras dengan Trisila TNI Angkatan Laut, yaitu disiplin, hierarki, dan kehormatan militer. “Kepemimpinan Jenderal Soedirman sejalan dengan Trisila TNI Angkatan Laut,” ujarnya.
Kolaborasi TNI bersama masyarakat juga menjadi pesan penting dari perjuangan Soedirman. Hanarko menegaskan bahwa sinergi antara masyarakat dan TNI menjadi kunci untuk menciptakan keamanan maritim yang berkelanjutan. “Sinergi antara berbagai elemen masyarakat dan pemerintahan akan menjadi kunci keberhasilan dan menciptakan keamanan maritim yang berkelanjutan demi kemakmuran bangsa,” tandasnya.
Ajaran Jenderal Soedirman ini diharapkan terus hidup dalam jiwa generasi muda Indonesia dan menjadi dasar perjuangan untuk mempertahankan kedaulatan bangsa di tengah kompleksitas tantangan global.











