Beranda Ekbis Ekonomi Mengintip Perawatan Rutin Wesel Inggris di Stasiun Yogyakarta dan Solo Balapan
Ekonomi

Mengintip Perawatan Rutin Wesel Inggris di Stasiun Yogyakarta dan Solo Balapan

MARKNEWS.ID. YOGYAKARTA – Dalam dunia perkeretaapian, wesel memainkan peran penting dalam mengarahkan pergerakan kereta api secara aman dan efisien di jalur yang berbeda. Salah satu jenis wesel yang memiliki peran krusial dalam sistem ini adalah wesel Inggris, yang memungkinkan kereta api untuk bergerak ke berbagai arah di persimpangan. Wesel Inggris ini telah menjadi andalan di banyak negara, termasuk di Indonesia, karena fungsinya yang fleksibel dan keandalannya.

Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Krisbiyantoro, menjelaskan bahwa wesel pada perkeretaapian berfungsi menghubungkan dan mengubah arah jalur kereta api (KA). Dengan lidah wesel, yang berupa sepasang rel meruncing di ujungnya, perpindahan kereta dari satu jalur ke jalur lainnya bisa dilakukan dengan lancar. “Jadi, wesel memungkinkan KA untuk berpindah dari satu track ke track lain pada persimpangan jalan KA,” ujarnya.

Di Indonesia, terdapat dua jenis wesel yang umum digunakan, yaitu wesel biasa dan wesel Inggris. Wesel biasa dirancang untuk mengarahkan kereta menuju dua arah cabang, baik lurus maupun berbelok. Sementara itu, wesel Inggris memiliki bentuk unik yang menyerupai huruf “X” dengan empat pengarah di bagian depan, tengah, dan belakang persimpangan. Wesel ini dirancang untuk memungkinkan kereta berpindah arah dengan lebih fleksibel.

“Saat ini di wilayah Daop 6 Yogyakarta masih terdapat 4 (empat) wesel Inggris yang berada di emplasemen Stasiun Yogyakarta sebanyak 3 wesel, dan di emplasemen Stasiun Solo Balapan sebanyak 1 wesel. Sedangkan sisanya merupakan wesel biasa,” ungkap Krisbiyantoro.

Menurut Krisbiyantoro, seiring waktu, komponen wesel mengalami modernisasi. Sebelumnya, wesel Inggris dilengkapi dengan rel tipe R.42 dan bantalan kayu. Namun kini, Daop 6 Yogyakarta telah mengganti komponen wesel, baik wesel biasa maupun wesel Inggris, dengan rel tipe R.54 dan bantalan beton. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya perawatan rutin untuk memastikan infrastruktur kereta api selalu dalam kondisi optimal.

“Daop 6 Yogyakarta terus berkomitmen untuk meningkatkan faktor keselamatan serta menjaga keberlanjutan transportasi perkeretaapian di Indonesia,” tegas Krisbiyantoro, menandakan pentingnya perawatan ini untuk mendukung operasional KA yang aman dan lancar.

Perawatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab Daop 6 Yogyakarta untuk menjaga agar perjalanan KA tetap andal dan memenuhi standar keselamatan yang tinggi, terutama di wilayah operasionalnya yang meliputi Stasiun Yogyakarta dan Solo Balapan.

Sebelumnya

Paslon Nomor 2 Hasto-Wawan Tawarkan Konsep Kota Yogyakarta yang Lebih Inklusif dan Ramah Lansia

Selanjutnya

TNI AL Jadikan Ajaran Jenderal Soedirman Sebagai Pilar Pertahanan Laut Nasional

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement