UGM Trail Run 2026 Bidik 4.000 Pelari, Perkuat Sport Tourism dan Program Beasiswa Mahasiswa
Marknews.id– Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menyiapkan ajang lari lintas alam berskala nasional dan internasional melalui penyelenggaraan UGM Trail Run 2026. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-77 UGM tersebut ditargetkan diikuti 4.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia maupun mancanegara.
Memasuki tahun keenam penyelenggaraannya sejak pertama kali digelar pada 2019, UGM Trail Run tidak hanya menawarkan kompetisi olahraga di kawasan lereng Gunung Merapi, tetapi juga menggabungkan aspek edukasi, kepedulian sosial, dan pengembangan pariwisata berbasis alam.
Ketua Panitia UGM Trail Run 2026, Budi Susila, menjelaskan bahwa penyelenggaraan tahun ini mengusung konsep Run, Edu, dan Care yang menjadi identitas utama kegiatan.
“UGM Trail Run bukan sekadar event lari. Kami ingin menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk menjalani gaya hidup sehat, memperoleh edukasi, sekaligus berbagi kepada sesama melalui program beasiswa mahasiswa kurang mampu,” kata Budi dalam konferensi pers di Yogyakarta, Sabtu (6/6/2026).
Untuk tahun ini, panitia membuka lima kategori lomba yang terdiri atas 7 kilometer, 15 kilometer, 30 kilometer, 50 kilometer, serta kategori baru 77K Relay. Kategori estafet tersebut dihadirkan sebagai bentuk peringatan Dies Natalis ke-77 UGM, dengan ketentuan setiap tim harus memiliki sedikitnya satu pelari perempuan.
Tingginya minat masyarakat mengikuti ajang ini terlihat sejak dibukanya pendaftaran early bird pada April lalu. Kuota yang tersedia dilaporkan habis hanya dalam hitungan menit. Hingga akhir Mei 2026, jumlah pendaftar telah melampaui 1.300 peserta.
“Kami optimistis target 4.000 peserta bisa tercapai. Semakin banyak peserta, semakin besar pula dana yang dapat disalurkan untuk beasiswa mahasiswa yang membutuhkan,” ujarnya.
Selain menjadi ajang olahraga, UGM Trail Run juga membawa misi sosial melalui penggalangan dana pendidikan. Sebagian biaya registrasi peserta akan dialokasikan untuk program beasiswa yang nantinya disalurkan melalui UGM Ultra Charity Run pada akhir tahun.
Komitmen tersebut telah menunjukkan hasil nyata. Pada awal 2026, komunitas KAGAMA Lari Untuk Berbagi (KLUB) berhasil menyerahkan dana beasiswa senilai lebih dari Rp500 juta kepada UGM untuk mendukung mahasiswa yang membutuhkan bantuan pendidikan.
Wakil Rektor UGM Ari Sudjito menilai kegiatan ini memiliki manfaat yang lebih luas dibanding sekadar perlombaan olahraga. Menurutnya, UGM Trail Run menjadi media promosi budaya, edukasi lingkungan, sekaligus pengenalan Indonesia kepada peserta dari berbagai daerah dan negara.
“Peserta dari berbagai daerah bahkan luar negeri akan mengenal budaya, alam, dan masyarakat Indonesia melalui pengalaman berlari di kawasan Merapi. Ini menjadi cara memperkenalkan Indonesia sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan dan sesama,” kata Ari.
Ia menambahkan, nilai kepedulian atau Care yang diusung dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari pendidikan sosial yang mengajak peserta memahami pentingnya menjaga lingkungan sekaligus berkontribusi membantu mahasiswa melalui program donasi beasiswa.
Dari sisi teknis perlombaan, Race Director UGM Trail Run 2026, Roostian Gamananda, menyebut kawasan lereng selatan Gunung Merapi dipilih karena menawarkan karakter lintasan yang berbeda dari lomba lari jalan raya.
“Trail running menawarkan pengalaman berlari yang lebih dekat dengan alam. Bahkan sekarang banyak pelari jalan raya yang beralih ke trail run karena suasananya lebih sehat dan menyenangkan,” ujarnya.
Menurut Roostian, kategori baru 77K Relay mendapat respons yang sangat positif. Tidak hanya komunitas lari, sejumlah peserta dari luar daerah hingga anggota satuan elite TNI juga telah tercatat mendaftar mengikuti kategori tersebut.
Panitia juga melakukan sejumlah penyempurnaan pada rute perlombaan guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan peserta. Jalur lintasan diperluas untuk mengurangi potensi penumpukan pelari yang sebelumnya menjadi perhatian pada beberapa titik sempit.
“Kami melakukan mitigasi agar kepadatan peserta terurai sejak awal dan jalur-jalur yang berpotensi berbahaya dibuat lebih aman sehingga peserta pulang membawa pengalaman yang menyenangkan,” katanya.
Menjelang pelaksanaan acara, panitia akan menggelar berbagai kegiatan pendukung yang berorientasi pada edukasi peserta. Program tersebut meliputi pelatihan penanganan kondisi darurat bersama RSUP Dr. Sardjito, sesi strength training, hingga race expo yang melibatkan pelaku UMKM, Taman Nasional Gunung Merapi, BMKG, dan berbagai komunitas.
UGM Trail Run 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26–27 September 2026 dengan pusat kegiatan di Gelora Hargobinangun, Kaliurang, Kabupaten Sleman.
Dengan total hadiah yang mendekati Rp200 juta, ajang ini diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Yogyakarta sebagai destinasi sport tourism berbasis alam, tetapi juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat di kawasan lereng Merapi melalui meningkatnya kunjungan wisatawan dan pelaku olahraga dari berbagai daerah.









