MABIT, MI Nurrohmah Bina Insani Tanamkan Karakter Religius Murid
Bantul — Puluhan murid kelas 1 hingga 6 mengikuti kegiatan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) yang diselenggarakan oleh MI Nurrohmah Bina Insani pada Jumat–Sabtu (24–25 April 2026).
Kegiatan yang berlangsung di wilayah Kasihan ini diikuti oleh seluruh murid yang menginap bersama guru-guru dalam suasana penuh kebersamaan dan nuansa religius. MABIT merupakan salah satu program unggulan madrasah yang rutin dilaksanakan setiap bulan, tepatnya pada pekan terakhir.
Dalam upacara pembukaan, kepala madrasah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemandirian, meningkatkan kualitas keagamaan, serta membentuk sikap disiplin murid. Senada dengan itu, panitia menjelaskan bahwa MABIT juga diarahkan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, memotivasi murid dalam beribadah, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kreativitas.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak sore hari dengan penyambutan murid, dilanjutkan apel pembukaan dan muqaddaman atau ngaji Al-Qur’an. Pada sesi ini, para murid secara bersama-sama membaca surah Al-Ḍuḥa hingga An-Nās dengan penuh antusias di bawah bimbingan guru.
Memasuki waktu malam, kegiatan dilanjutkan dengan salat Magrib dan Isya berjamaah yang berlangsung khusyuk. Suasana hangat terasa saat makan malam bersama, mempererat kebersamaan antar murid dan guru.
Salah satu kegiatan yang paling menarik adalah karya MABIT, yaitu pembuatan eko-print totebag. Murid memanfaatkan tas polos putih, daun, plastik, dan alat pemukul untuk menciptakan motif alami. Suasana menjadi semarak saat seluruh murid secara bersamaan memukul bahan, menghasilkan gemuruh suara yang memenuhi area kegiatan.
Setelah rangkaian kegiatan malam, murid beristirahat sebelum melaksanakan salat tahajud pada dini hari dalam suasana hening dan penuh kekhusyukan. Kegiatan dilanjutkan dengan salat Subuh berjamaah dan pembacaan Surah Yasin.
Pagi harinya, suasana berubah menjadi lebih ceria melalui kegiatan senam bersama dan permainan yang melibatkan seluruh peserta. Acara kemudian ditutup dengan apel penutupan serta pemberian apresiasi kepada murid terbaik selama kegiatan MABIT.
Salah seorang murid mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Seru, banyak belajar,” ujarnya singkat.
Melalui kegiatan ini, madrasah berharap murid tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, disiplin, serta kemandirian yang kuat. Dengan suasana yang khusyuk sekaligus hangat, MABIT menjadi sarana efektif dalam menanamkan nilai-nilai keimanan sejak dini kepada para murid.
Rep.: Zuhaili Zulfa










