Beranda Berita Utama Bekali Keterampilan Dasar, MI Nurrohmah Bina Insani Gandeng Puskesmas Kasihan 1
Berita Utama

Bekali Keterampilan Dasar, MI Nurrohmah Bina Insani Gandeng Puskesmas Kasihan 1

Marknews.id, Bantul — Ratusan murid bersama guru mengikuti kegiatan Pengenalan Profesi dan Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) serta Pencegahan dan Penanganan Penyakit (P3P) di MI Nurrohmah Bina Insani, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan yang menghadirkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Kasihan 1 ini menghadirkan pemateri Ardityo Reyhan Savero bersama para ko-asisten. Acara merupakan bagian dari program semesteran pengenalan profesi sekaligus upaya meningkatkan kesiapsiagaan warga madrasah dalam menghadapi kondisi darurat.

Kepala madrasah menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan dasar guru, murid, dan karyawan terkait penanganan pertama pada kecelakaan serta pencegahan penyakit di lingkungan sekolah.

“Karena yang disampaikan merupakan pengetahuan dasar, harapannya baik guru maupun murid dapat mengetahuinya dan mempraktikannya dalam kehidupan sehari-hari khususnya di lingkungan madrasah,” ujarnya.

Materi disampaikan dalam tiga sesi. Sesi pertama membahas tentang bullying oleh psikolog klinis. Dalam pemaparannya dijelaskan pengertian, kategori, hingga dampak bullying bagi pelaku, korban, maupun saksi. Selain itu, murid juga dibekali cara menghindari bullying, seperti membangun sikap tegas, meningkatkan kepercayaan diri, serta lebih peka terhadap lingkungan sekitar.

Sesi kedua membahas tentang pencegahan dan penanganan penyakit (P3P) yang disampaikan oleh ko-asisten. Materi menekankan pentingnya menjaga kebersihan diri untuk mencegah penyakit menular seperti influenza dan diare, di antaranya dengan membiasakan mencuci tangan setelah dari toilet dan sebelum makan.

Sementara itu, pada sesi ketiga, murid diperkenalkan dengan penanganan dasar P3K. Pemateri menjelaskan berbagai jenis luka serta cara penanganannya. Misalnya, luka bakar dianjurkan segera dialiri air mengalir selama 10–15 menit, sedangkan pada korban patah tulang tidak boleh dipaksa bergerak. Selain itu, dijelaskan pula penanganan awal pada kondisi kejang dengan menjauhkan benda berbahaya di sekitar korban.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya simulasi penanganan korban kecelakaan, termasuk kondisi patah tulang. Beberapa murid tampak antusias mengajukan diri untuk praktik langsung. Suasana semakin hidup saat sesi tanya jawab dan kuis, di mana murid yang berhasil menjawab pertanyaan mendapatkan hadiah dari pemateri.

Acara yang berlangsung pukul 09.00 hingga 10.00 WIB ini digelar setelah rangkaian kegiatan pagi seperti ikrar, doa bersama, salat Dhuha, dan pembelajaran tahfidz. Melalui kegiatan ini, madrasah berharap murid tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kepedulian serta kesiapan untuk menolong sesama dalam situasi darurat.

Dengan suasana yang serius namun tetap santai, para murid terlihat antusias dan penuh rasa ingin tahu selama kegiatan berlangsung. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan sejak dini dapat menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang peduli, tanggap, dan siap menghadapi berbagai situasi di lingkungan sekitar.

Rep.: Zuhaili Zulfa

Sebelumnya

Puluhan Murid MI Nurrohmah Bina Insani Ikuti Edukasi Pencegahan Narkoba Bersama BNN Bantul

Selanjutnya

Infinix GT 50 Pro Resmi Dijual, Segini Harganya dan Ini yang Perlu Kamu Tahu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement