Beranda Jogja Tempo Doeloe Ada ST, Ada SKP, Ada ST Jahit
Jogja Tempo Doeloe

Ada ST, Ada SKP, Ada ST Jahit

Ilustrasi

Oleh: Agus U, Jurnalis

 

Marknews.id , Di Kota Yogyakarta, pernah berdiri sekolah-sekolah kejuruan atau yang dalam istilah sekarang disebut sekolah vokasi. Namun, sekolah-sekolah ini tidak berada di tingkat SLTA atau Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, melainkan di tingkat SLTP atau Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama, setara dengan SMP.

Sementara itu, pada era 1970-an, SMP sendiri sudah membagi jurusan menjadi Paspal dan Sosial. Dengan demikian, saat para siswa melanjutkan ke SMA, mereka sudah langsung masuk sesuai jurusan masing-masing.

Kembali ke sekolah kejuruan. Sekolah-sekolah setingkat SMP yang bersifat kejuruan ini antara lain ST atau Sekolah Teknik (Sekolah Technik), dengan jurusan seperti Teknik Mesin, Teknik Bangunan, dan Teknik Listrik.

Salah satu sekolah tersebut berada di Tegal Lempuyangan. Pada era 1980-an, sekolah ini berubah menjadi SMP Negeri 15. Pada masa kolonial, sekolah ini bernama Ambachts Leergang, atau ada pula yang menyebutnya Ambachts School, yaitu sekolah pertukangan.

Sekolah ini pernah berstatus sebagai STN, yakni Sekolah Technik Negeri 7 dan STN 8. STN 7 kemudian berpindah ke luar kota, sedangkan STN 8 tetap berada di Lempuyangan dengan jurusan logam, bangunan, dan listrik.

Selain itu, terdapat pula STN di Ngangkruk, Jalan Kyai Mojo, yang mengajarkan Teknik Bangunan, Teknik Listrik, dan jurusan lainnya.

Teknik Bangunan, ketika berada di STM yang setingkat SLTA, nantinya masih dibagi lagi menjadi bangunan gedung dan bangunan air. Sementara itu, jurusan listrik juga terbagi menjadi listrik arus kuat dan listrik arus lemah. Arus lemah inilah yang ke depannya berkembang menjadi elektronik. Hal serupa juga terjadi pada Teknik Mesin yang kemudian dibagi menjadi mesin motor (otomotif) dan mesin untuk pabrik.

Sementara itu, SMP Negeri 11 Yogyakarta yang berada di Jalan HOS Cokroaminoto, pada awalnya merupakan ST Negeri dengan konsentrasi tekstil jahit. Namun, sekolah ini lebih dikenal dengan sebutan ST Jahit.

Selain sekolah teknik, terdapat pula sekolah kejuruan setingkat SMP yang disebut SKKP atau sebelumnya dikenal sebagai SKP, Sekolah Kepandaian Putri. Sekolah ini kini menjadi SMP Negeri 4 Yogyakarta.

Pemerintah Hindia Belanda pada awalnya membentuk LNS (Lagere Nederlandsche School). LNS mengajarkan siswanya keterampilan mengurus rumah tangga, antara lain melalui mata pelajaran kepandaian putri seperti memasak, menjahit, kerajinan tangan, perawatan anak, pekerjaan rumah tangga, mencuci, menyeterika, dan keterampilan lainnya.

Selain itu, terdapat pula Sekolah Ekonomi Menengah Pertama (SMEP) di Jalan Gowongan yang kini menjadi SMP Negeri 17.

Saat ini, sekolah-sekolah kejuruan di tingkat SMP sudah tidak ada lagi. Yang tersisa hanyalah kenangan. Para lulusan sekolah kejuruan setingkat SMP dahulu, selain dapat melanjutkan ke tingkat SLTA, juga bisa langsung terjun sebagai tenaga kerja terdidik di tingkat dasar. Namun, tampaknya pemerintah memiliki program lain yang dinilai lebih baik, sehingga sekolah-sekolah tersebut kemudian berubah menjadi SMP. (**)

Sebelumnya

KOMAS dan IKPM Gontor Cabang Aceh Gelar Trauma Healing untuk Anak Terdampak Banjir

Selanjutnya

Dara Goreng, Sajian Khas Malioboro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement