JogjaROCKarta 2025 Jadi Penutup Sejarah Kridosono, Dwiky KA Suguhkan Visual Perpisahan
Marknews.id – Yogyakarta – Tahun 2025 menandai akhir perjalanan JogjaROCKarta Festival sekaligus penutup era Stadion Kridosono sebagai ruang pertunjukan musik besar di Yogyakarta. Festival yang selama ini identik dengan dentuman musik rock dan metal itu akan digelar untuk terakhir kalinya di Kridosono, sebelum kawasan tersebut dialihfungsikan menjadi ruang terbuka hijau.
Dalam perhelatan pamungkas bertajuk “The Majesty of Rock Crowned in Jogja”, penyelenggara menggandeng ilustrator dan visual artist asal Surabaya, Dwiky KA, sebagai sosok di balik identitas visual JogjaROCKarta 2025. Keterlibatan Dwiky KA menjadi elemen penting yang menguatkan narasi perpisahan antara panggung musik dan perjalanan panjang Kridosono sebagai ikon ruang hiburan di kota pelajar.
Nama Dwiky KA dikenal luas melalui karakter visualnya yang memadukan warna-warna pop yang kontras dengan nuansa subkultur metal, humor lokal, serta energi ekstrem khas jalanan. Jejak karyanya telah menembus panggung internasional setelah menjadi seniman Indonesia pertama yang berkolaborasi dengan Vans dalam koleksi global pada 2021. Setahun setelahnya, ia tampil sebagai featured artist dalam program Zodiac Artist Series. Gaya yang kerap disebut sebagai “extreme pop” ini menempatkan keceriaan visual berdampingan dengan ketegangan khas musik bawah tanah.
Untuk JogjaROCKarta 2025, Dwiky KA merancang visual yang merefleksikan dua emosi besar sekaligus, yakni kemegahan perayaan dan keharuan perpisahan. Ilustrasi yang dihadirkannya merekam transisi Kridosono dari ruang yang selama puluhan tahun dipenuhi sorak penonton menjadi ruang hijau bagi publik. Simbol-simbol yang tegas dan penuh makna menggambarkan pergeseran antara kebisingan panggung dan keheningan ruang terbuka.
Di panggung musik, JogjaROCKarta 2025 tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai ajang pertemuan lintas generasi. Sejumlah legenda musik dunia dijadwalkan tampil, seperti Helloween, Anthrax, Ugly Kid Joe, Loudness, dan The HU. Mereka akan berbagi panggung dengan band-band nasional lintas era, mulai dari Jamrud, Marjinal, The Panturas, Usman and The Blackstones, Andromeda, Kaisar, hingga Rolland Band. Dua talenta muda hasil Band Submission, yakni Zealous dan BIAS, juga ikut mengisi daftar penampil.
CEO Rajawali Indonesia, Tovic Raharja, menilai kolaborasi dengan Dwiky KA menjadi langkah strategis untuk memperkuat karakter festival, tidak hanya sebagai peristiwa musik, tetapi juga sebagai perayaan visual. “Dwiky KA punya karakter visual yang sangat kuat, lokal, berani, tapi punya bahasa universal yang nyambung dengan spirit JogjaROCKarta,” ungkap Tovic Raharja. “Kami ingin festival ini bukan hanya terdengar lewat musik, tapi juga terlihat lewat visual yang apik.”
Seluruh elemen visual JogjaROCKarta 2025, mulai dari poster, merchandise, hingga instalasi panggung, dirancang sebagai satu kesatuan narasi besar perayaan terakhir. Bukan sekadar festival musik, edisi 2025 diposisikan sebagai momentum penutupan sejarah Kridosono yang telah menjadi saksi perjalanan berbagai ekspresi budaya dan musik di Yogyakarta.
Dengan kombinasi deretan musisi lintas generasi dan pendekatan visual yang kuat, JogjaROCKarta 2025 diharapkan menjadi perpisahan yang berkesan, tidak hanya bagi penikmat musik rock, tetapi juga bagi warga kota yang selama ini tumbuh bersama denyut kehidupan Stadion Kridosono.









