Festival Anggrek Vanda Tricolor Kembali Hadir, Suguhkan Ragam Edukasi dan Kompetisi di Ambarukmo
Marknews.id – Yogyakarta kembali menyambut kemeriahan Festival Anggrek Vanda Tricolor yang digelar di pendopo dan alun alun Ambarukmo pada 18 sampai 23 November 2025. Memasuki penyelenggaraan kedelapan, acara ini mengusung tema Pesona Anggrek Tricolor Warisan Hutan Merapi yang menekankan kekayaan flora asli lereng Merapi.
Ketua panitia, Endah Sri Widiastuti, menjelaskan bahwa tahun ini festival berlangsung lebih lama dibanding 2024. “Tahun lalu hanya empat hari, sekarang enam hari. Kami ingin memberi kesempatan lebih luas bagi peserta bazar dari luar DIY. Selain itu masyarakat bisa mendapatkan lebih banyak pilihan dan pengalaman untuk meningkatkan pengetahuan peranggrekan,” ujar Endah.
Selama festival, panitia menghadirkan workshop, talkshow dan hiburan tiap hari. Rangkaian edukasi ini disiapkan untuk mendukung para penghobi, pelaku usaha hingga pengunjung umum yang ingin mengenal lebih dalam dunia anggrek.
Empat Kategori Lomba, Hadiah dari Berbagai Lembaga
Endah menuturkan bahwa kontes anggrek menjadi salah satu agenda yang paling ditunggu. Ada empat kategori utama yang diperlombakan. Kontes anggrek tricolor memperebutkan piala gubernur DIY. Kontes anggrek spesies mendapatkan piala dari PAI DPP Jakarta. Kategori best of show memperebutkan piala rektor UGM. Sementara kontes anggrek hibrida memperebutkan piala PAI DPD DIY.
Penjurian melibatkan sepuluh juri yang sebagian besar berasal dari luar DIY, seperti Jakarta, Tangerang, Malang, Salatiga, Semarang dan Bandung.
Tahun ini, festival diikuti 20 nurseri anggrek dan tanaman hias, 54 pelaku UMKM kuliner, kerajinan, serta fashion, ditambah empat stan instansi pemerintah.
Klinik Anggrek dan Edukasi untuk Pengunjung
FAVT 8 juga menyediakan klinik anggrek yang bekerja sama dengan PAI DPP DIY dan Yayasan Pelestarian Anggrek Merapi. Klinik ini dibuka setiap hari pada pukul 15.30 sampai 17.30 untuk tanggal 18 sampai 21 November. Khusus Sabtu dan Minggu, layanan dibuka pukul 10.00 sampai 12.00.
Tenan yang hadir dalam bazar tidak hanya dari DIY, tetapi juga dari Semarang, Wonosobo dan Karanganyar. Jenis anggrek yang disediakan beragam dengan harga yang ramah bagi pecinta tanaman di Yogyakarta.
Edukasi tentang Anggrek Merapi
Inisiator festival, Sri Suprih Lestari, menyampaikan bahwa masih banyak warga DIY yang belum mengenali fisik Anggrek Vanda tricolor var suavis yang berasal dari lereng Merapi. Ia menegaskan bahwa anggrek punya nilai lebih dari sekadar ekonomi, tetapi juga memberi manfaat hiburan, terapi dan mempererat hubungan sosial.
Karena itu FAVT 8 menghadirkan beragam workshop, mulai dari aklimatisasi anggrek, pencegahan hama dan penyakit, botanical painting, orchidama, hibridisasi dan registrasi anggrek, hingga merawat anggrek untuk ketenangan diri. Ada pula kelas membuat terakota untuk media tanam.
Berbagai talkshow turut digelar dengan tema seputar penjurian anggrek, memahami karakter anggrek, solusi tanaman yang sulit berbunga, peluang bisnis anggrek, hingga potensi anggrek sebagai daya tarik pariwisata. Festival juga menghadirkan tokoh anggrek Dedek Setia Santoso, Owner DOrchid dari Malang, serta sesi bedah buku Merawat Anggrek dengan Hati dan Logika.
Dengan rangkaian acara yang lebih panjang dan padat, FAVT 8 bukan hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga ruang edukasi yang dirancang untuk memperkuat ekosistem pecinta anggrek di Yogyakarta dan sekitarnya.











