Gamahumat, Inovasi UGM Ubah Batubara Jadi Pembenah Tanah Ramah Lingkungan
Gamahumat, Inovasi UGM Ubah Batubara Jadi Pembenah Tanah Ramah Lingkungan
MARKNEWS.ID, Klaten — Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menghadirkan inovasi yang menjembatani riset sains dengan keberlanjutan lingkungan. Melalui tim peneliti lintas disiplin Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian, UGM mengembangkan Gamahumat, pembenah tanah berbasis batubara kalori rendah yang mampu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Inovasi ini dikembangkan di bawah koordinasi Prof. Ferian Anggara, Guru Besar Termuda Departemen Teknik Geologi Fakultas Teknik UGM. Riset Gamahumat bertujuan memanfaatkan batubara berkalori rendah yang selama ini kurang termanfaatkan di Indonesia untuk menghasilkan senyawa humat, zat aktif yang berperan memperbaiki struktur dan produktivitas tanah.
“Gamahumat merupakan upaya kami menjawab tantangan keberlanjutan dari sisi energi dan pertanian. Kami ingin menunjukkan bahwa hasil tambang pun dapat diolah menjadi solusi hijau,” ujar Prof. Ferian Anggara.
Dua anggota tim peneliti, Prof. Himawan Tri Bayu Murti Petrus dari Departemen Teknik Kimia UGM dan Dr. Cahyo Wulandari dari Fakultas Pertanian UGM, turut memaparkan hasil riset ini dalam acara Rembug Sasarengan, Ngolah Ilmu, Nandur Harapan di Wonosari, Klaten, Rabu (29/10).
Menurut Prof. Himawan Tri Bayu, Gamahumat berangkat dari keprihatinan terhadap kondisi tanah pertanian yang menurun akibat penggunaan pupuk dan pestisida berlebih. “Kami berharap inovasi ini dapat membantu petani memperbaiki kesuburan tanah dan menjaga keseimbangan unsur hara jangka panjang,” ujarnya.
Sementara itu, Dr. Cahyo Wulandari menjelaskan, penerapan Gamahumat terbukti meningkatkan efisiensi pupuk antara 20 hingga 50 persen, sekaligus memperbaiki kualitas tanah pada lahan marginal seperti karst dan pasiran. “Di lahan ber-pH asam, pupuk bisa dikurangi hingga separuh, namun hasil panen tetap tinggi,” katanya.
Produk hasil riset ini kini dikembangkan secara komersial oleh PT Bukit Asam (PTBA) dengan nama BA Grow. Kerja sama ini menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan industri dalam mengembangkan hasil riset menjadi produk aplikatif yang mendukung reklamasi tambang dan pertanian berkelanjutan.
Selain menetralkan tanah masam, Gamahumat juga berfungsi sebagai soil stabilizer yang menjaga struktur tanah tetap gembur dan unsur hara lebih mudah diserap tanaman. Produk ini mudah diaplikasikan tanpa menambah tahapan kerja atau biaya tambahan bagi petani.
Program pengenalan Gamahumat ini menjadi bagian dari kampanye sains dan teknologi “Riset Kuat, Pangan Hebat”, yang diselenggarakan oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi, Kemenristek, melalui Program Kampanye Tematik Sains dan Teknologi (Resona Saintek).
“Melalui Gamahumat, kami ingin membuktikan bahwa dari batubara pun dapat lahir solusi untuk ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan,” pungkas Prof. Himawan Tri Bayu.









