Beranda Berita Utama Semester I 2025, KAI Daop 6 Layani Lebih dari 117 Ribu Penumpang Asing
Berita Utama

Semester I 2025, KAI Daop 6 Layani Lebih dari 117 Ribu Penumpang Asing

MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA – Sektor transportasi perkeretaapian di Yogyakarta menunjukkan geliat positif sepanjang Semester I tahun 2025. PT KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat lebih dari 117 ribu warga negara asing (WNA) menggunakan layanan kereta api untuk berwisata ke berbagai destinasi unggulan di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Lonjakan ini tak hanya mencerminkan peningkatan mobilitas internasional pascapandemi, tetapi juga menegaskan posisi Yogyakarta sebagai salah satu gerbang wisata budaya dan alam Indonesia yang terintegrasi dengan sistem transportasi publik modern.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyebut bahwa tren ini menjadi sinyal kuat atas meningkatnya kepercayaan wisatawan asing terhadap layanan kereta api di Indonesia, khususnya di wilayah Yogyakarta.

“Kami melihat minat dari wisatawan asing terutama dari kawasan Asia Tenggara dan Eropa dalam memilih transportasi massal yang aman, nyaman, dan terintegrasi. Hal ini menjadi indikator bahwa KAI adalah transportasi publik yang andal dan berstandar internasional yang semakin diminati, khususnya warga negara asing,” ujar Feni.

Feni menjelaskan bahwa faktor kenyamanan, kemudahan akses, serta keterhubungan layanan kereta dengan destinasi wisata unggulan menjadi kunci utama meningkatnya animo turis mancanegara. Keberadaan Stasiun Yogyakarta sebagai simpul transportasi utama menjadi penopang terbesar dengan angka keberangkatan dan kedatangan tertinggi dibandingkan stasiun lainnya di Daop 6.

Berdasarkan data resmi, selama Januari hingga Juni 2025, jumlah keberangkatan penumpang WNA dari Stasiun Yogyakarta mencapai 47.200 orang, disusul Stasiun Solo Balapan (5.444 penumpang) dan Lempuyangan (4.341 penumpang). Sementara itu, jumlah kedatangan WNA tertinggi juga tercatat di Stasiun Yogyakarta dengan 45.693 penumpang, diikuti oleh Solo Balapan (5.255 penumpang) dan Lempuyangan (4.239 penumpang).

Tingginya penggunaan moda kereta api oleh wisatawan asing ini dinilai membuka peluang sinergi yang lebih kuat antara sektor transportasi dan pariwisata. KAI Daop 6 pun menegaskan komitmennya untuk terus melakukan transformasi layanan demi memenuhi ekspektasi pasar internasional.

“Demi memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh penumpang, baik domestik maupun internasional, KAI Daop 6 secara aktif bersinergi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan program-program promosi serta kemudahan akses transportasi menuju destinasi unggulan,” pungkas Feni.

Inovasi digital juga terus digencarkan, termasuk penyediaan aplikasi pemesanan tiket berbahasa Inggris, informasi wisata di stasiun, serta pelatihan frontliner agar lebih siap melayani penumpang asing. Langkah ini merupakan bagian dari kontribusi KAI dalam mendukung kebangkitan sektor pariwisata nasional sekaligus memperkuat citra positif transportasi publik Indonesia di mata dunia.

Dengan pencapaian ini, KAI Daop 6 Yogyakarta tak hanya berperan sebagai operator transportasi, tetapi juga sebagai aktor strategis dalam ekosistem pariwisata yang terus tumbuh dinamis di era pascapandemi.

 

Sebelumnya

Festival Kuliner Bantul 2025, Perpaduan Masakan Tradisional dan Atraksi Budaya

Selanjutnya

KAI Daop 6 Genjot Transportasi Hijau, Turunkan Emisi CO2 hingga Ratusan Ribu Ton

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement