UGM Gelar Pagelaran Seni Kolaboratif, Sambut Dies Natalis ke-75 dengan Inovasi Berkelanjutan
MARKNEWS, YOGYAKARTA – Universitas Gadjah Mada (UGM) meriahkan Dies Natalis ke-75 dan Lustrum ke-15 melalui pagelaran seni inovatif dan edukatif. Dua agenda utama, yakni Konser Melodi Bulaksumur dan pementasan kethoprak Suminten Nagih Janji, akan digelar di Joglo Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM pada Sabtu (30/11) malam. Kedua acara ini mencerminkan kolaborasi erat antara mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, dan alumni.
Melodi Bulaksumur: Menelusuri Jejak Waktu UGM
Konser Melodi Bulaksumur akan menjadi pembuka rangkaian acara. Kandiana Ari Masti, salah satu panitia, menjelaskan bahwa konser ini melibatkan berbagai elemen civitas akademika, termasuk rektor, wakil rektor, serta vokal grup dosen dan mahasiswa, diiringi Combo Gamaband dan GMCO. Kehadiran Paduan Suara Mahasiswa UGM akan memperindah suasana.
“Ada dialog seorang kakek dan cucunya yang menjadi pengantar cerita. Kakek yang pernah mengabdi di UGM akan menceritakan perjalanan UGM dari masa ke masa, dengan iringan musik dan lagu populer di zamannya. Sang cucu kemudian diajak untuk menggali nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Kandiana.
Suminten Nagih Janji: Sorotan untuk Perempuan dan Keberlanjutan
Pagelaran kethoprak Suminten Nagih Janji menghadirkan cerita inspiratif dari lakon Jawa klasik, Suminten Edan. Lakon ini tidak hanya mengangkat drama cinta, tetapi juga kritik sosial terkait penindasan penguasa terhadap masyarakat kecil.
“Tentu saja pementasan ini memberi highlight jika perempuan harus berani bicara, baik tentang kekerasan yang ada di masyarakat kelas bawah. Perempuan harus berperan banyak dalam membangun masyarakat dan negara”” tutur Kandiana.
Berbeda dari pementasan sebelumnya, tiket masuk acara ini bisa diperoleh dengan menukarkan sampah seperti plastik, kertas, atau kaleng. Sistem ini dikelola oleh LOKALOGI, komunitas peduli lingkungan.
Sampah Bernilai Edukasi
Wibisena Caesario dari LOKALOGI mengungkapkan, sistem penukaran tiket ini bertujuan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah untuk menunjukkan bahwa sampah memiliki nilai. Untuk mendapatkan tiket, penonton harus mendaftar melalui sistem ticketing dan menukarkan sampah yang memiliki poin tertentu,.
Kolaborasi untuk Keberlanjutan
Dr. dr. Rustamaji, M.Kes., anggota panitia, menyoroti pentingnya kebersamaan dalam seluruh rangkaian acara ini. “Keduanya akan membawa pada segmen perjalanan UGM. Kita coba ramu, meski tidak seprofesional yang di luar tapi kita coba naikkan ke level yang lebih tinggi,” tuturnya.
Sebagai bagian dari Dies Natalis ke-75, UGM juga merencanakan kegiatan Merti Kampus pada 9 Desember 2024. Kegiatan ini akan mencakup tarian massal Gambyong, simbol rasa syukur dan kebersamaan antara civitas akademika dan masyarakat sekitar.
Melalui rangkaian acara ini, UGM tidak hanya merayakan usianya yang ke-75, tetapi juga menegaskan komitmennya terhadap kolaborasi, keberlanjutan, dan tanggung jawab sosial. Pagelaran seni ini diharapkan menjadi inspirasi bagi civitas akademika dan masyarakat untuk melangkah lebih baik ke depan.











