Beranda Opini Gus Miftah Parasit Bagi Prabowo, Untung Undur Diri
Opini

Gus Miftah Parasit Bagi Prabowo, Untung Undur Diri

MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA – Pemerintahan presiden Prabowo belum genap 100 hari. Langkah strategis dan taktis yang menjadi program pemerintah sebagai perwujudan janji politik pilpres akan banyak mengalami hambatan dengan polemik yang tanpa sadar dilakukan oleh para pembantu presiden yang sepertinya mengalami gangguan kejiwaan atau power syndrome kekuasaan.

Sehingga menjadikan tidak cakap dan cenderung gagap menjadi pejabat, itu menimbulkan anomali yang akan merugikan pemerintahan kedepan. Kisruh undangan berstempel menteri Desa yang membuat gaduh di sepekan awal pemerintahan Prabowo dan berlanjut dengan mulut hina Gus Miftah sebagai utusan khusus presiden bidang kerukunan beragama sangat bertolak belakang dengan sikap dan perilakunya dalam mencerminkan kehidupan beragama.

Padahal itu membutuhkan uswatun khasanah sebagai sebuah syarat bagi pendakwah semakin menjauhkan diri dari esensi kekuatan yang menjadi cita-cita besar dan program keberagamaan dalam bingkai Bhinneka Tunggal ika.

Bagaimanapun, perilaku gus Miftah sudah sangat jauh dari apa yang menjadi landasan pihak dari seorang pendakwah, apalagi sebagai utusan khusus presiden bidang kerukunan beragama dan pembinaan sarana keagamaan, yang seharusnya diperankan oleh personal yang baik dan mempunyai akhlakul karimah, karena misi besar keindonesiaan ini tidak dapat diperankan oleh orang yang berperilaku kasar dan mempunyai kalimat yang menghujat orang lain.

Walaupun Sunhaji, sebagai pedagang es teh telah memberikan maaf dan gus Miftah telah juga meminta maaf, akan tetapi hal tersebut tidaklah cukup untuk memberikan cerminan yang baik bagi public, apalagi hal tersebut setelah mendapatkan teguran dari Sekap Tedy, karena perilaku ini akan sangat menyulitkan bagi perjalanan cabinet 5 tahun kedepan.

Oleh karena itu, memang sudah sepantasnya Presiden Prabowo melakukan evaluasi terhadap para pembantunya, jika ingin pemerintahan ke depan fokus kepada program pemerintahan untuk memberikan kemakmuran bagi rakyat Indonesia.

Akhirnya, Gema (Gerakan Muda) NUsantara, elemen anak muda NU sangat prihatin dengan peristiwa ini dan memberikan peringatan keras kepada Gus Miftah untuk secara jujur mengakui kesalahan. Juga melakukan introspeksi diri dalam materi dakwahnya agar dapat memberikan kesejukan dan kedamaian di masyarakat. Yaitu dengan pemilihan diksi dan bahasa yang sopan jauh dari kalimat kasar dan umpatan yang selama ini sebenarnya sudah sangat dirasakan kegelisahan oleh masyarakat.

Hanya saja masyarakat memendam dalam hati, dan peristiwa pak Sunhaji pedagang es teh telah menyadarkan publik akan keberaniannya untuk melakukan koreksi dan teguran terhadap materi dakwah yang diberikan oleh gus Miftah. Sehingga menjadi sadar bahwa kekaguman masyarakat selama ini sebenarnya menyimpan protes keras dan saat ini mendapatkan momentum dari peristiwa pak sunhaji penjual es teh yang secara Ikhlas bekerja untuk menghidupi keluarganya.

Sehingga peristiwa ini patus untuk dilihat sebagai cara Allah melalui pak Sunhaji dalam memberikan peringatan terhadap Gus Miftah. Dan apa yang hari ini didapat oleh pak Sunhaji hakikatnya adalah Rahmat dari Allah dan bukan karena olokan dari Gus Miftah. Ini yang harusnya disadari oleh masyarakat.

Akhirnya terima kasih dan hormat kepada Pak Sunahji yang telah menjadi wasilah dan teguran keras dari Allah terhadap pendakwah dalam memberikan materi dakwahnya agar senantiasa memberikan contoh yang baik dan Bahasa yang baik bagi umat. Untungnya, Miftah sudah mengundurkan diri dari jabatan di lingkaran presiden. Kepada para pembantu presiden jika memang tidak memberi contoh yang baik kepada masyarakat, sebaiknya mundur dari sekarang. Karena mereka yang tidak baik, menjadi parasit atau benalu bagi pemerintahan Presiden Prabowo.

Muhammad Ulinnuha,
Koordinator Gema NUsantara

Sebelumnya

Plakat Arthur Rimbaud Diresmikan, Stasiun Tuntang Jadi Magnet Wisatawan Prancis

Selanjutnya

Truk Kontainer Mogok di Rel Kereta Api Purwokerto, Perjalanan Lima Kereta Terganggu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement