69 Kampus Eropa Ramaikan EHEF 2026 di Yogyakarta, Tawarkan Beasiswa bagi Mahasiswa Indonesia
YOGYAKARTA(04/10/2026) — Peluang kuliah di Eropa kembali terbuka bagi mahasiswa dan calon mahasiswa Indonesia. Sebanyak 69 institusi pendidikan tinggi dari berbagai negara Eropa mengikuti European Higher Education Fair (EHEF) 2026 di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.
Pameran pendidikan tinggi yang digelar Delegasi Uni Eropa (EU) untuk Indonesia itu menjadi kesempatan bagi pengunjung untuk memperoleh informasi langsung mengenai program studi, persyaratan penerimaan mahasiswa, hingga peluang beasiswa di berbagai universitas Eropa.
EHEF tahun ini merupakan penyelenggaraan ketujuh di Yogyakarta. Setelah berlangsung di kota pelajar tersebut, pameran akan berlanjut ke Jakarta pada 7–8 November 2026.
Besarnya minat masyarakat terhadap pendidikan Eropa terlihat dari penyelenggaraan tahun sebelumnya. EHEF 2025 di Yogyakarta menarik lebih dari 5.000 pengunjung. Sementara secara nasional, penyelenggaraan EHEF 2025 mencatat sekitar 9.000 pengunjung dengan partisipasi lebih dari 100 institusi pendidikan tinggi Eropa.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, mengatakan EHEF dapat menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk mengenal sistem pendidikan tinggi di Eropa. Forum tersebut juga diharapkan tidak berhenti sebagai ajang pencarian informasi kuliah, tetapi berkembang menjadi ruang kerja sama antarkampus.
Menurut Wening, peluang kolaborasi dapat diperluas ke bidang pendidikan, penelitian, dan pertukaran akademik antara perguruan tinggi Indonesia dan Eropa.
“UGM menyambut baik European Higher Education Fair sebagai wadah bagi para mahasiswa maupun calon mahasiswa untuk mengeksplorasi peluang pendidikan tinggi di Eropa,” ujarnya.

Kuasa Usaha Ad Interim Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Marco Bonetti, mengatakan hubungan Indonesia dan Uni Eropa di bidang pendidikan telah dibangun melalui pertukaran pelajar, kolaborasi universitas, serta berbagai program akademik.
Ia menyebut negara-negara anggota Uni Eropa bersama Delegasi EU menyediakan lebih dari 1.000 beasiswa bagi pelajar Indonesia setiap tahun.
Pendidikan, kata Bonetti, juga menjadi salah satu bagian penting strategi Global Gateway Uni Eropa. Strategi yang diluncurkan pada 2021 itu diarahkan untuk memperkuat hubungan internasional melalui investasi di sektor digital, energi, transportasi, kesehatan, pendidikan, dan penelitian.
Secara keseluruhan, Global Gateway telah memobilisasi lebih dari 300 miliar euro investasi melalui pendekatan Team Europe yang melibatkan Uni Eropa, negara-negara anggotanya, dan mitra sektor swasta.

Di tingkat daerah, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) DIY, Ghofar Ismail, menilai penyelenggaraan EHEF memperkuat posisi Yogyakarta sebagai salah satu pusat pendidikan di Indonesia.
Kehadiran puluhan institusi pendidikan tinggi Eropa dinilai membuka akses informasi internasional bagi pelajar lokal sekaligus memperluas jejaring akademik.
Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan peluang tersebut dapat dijangkau lebih banyak mahasiswa. Informasi mengenai beasiswa, kemampuan bahasa, persyaratan akademik, dan biaya hidup menjadi sejumlah hal yang perlu dipahami calon mahasiswa sebelum menentukan pilihan studi di luar negeri.
EHEF sendiri telah diselenggarakan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia sejak 2008. Pesertanya mencakup perguruan tinggi Eropa, perwakilan negara-negara anggota Uni Eropa, Delegasi EU, serta institusi pemerintah Indonesia yang menyediakan program beasiswa luar negeri.
Dengan mempertemukan calon mahasiswa dan perwakilan universitas secara langsung, EHEF 2026 diharapkan memperluas akses pendidikan internasional sekaligus memperkuat hubungan akademik Indonesia dan Eropa.
SON









