Beranda Berita Utama MI Nurrohmah Bina Insani Tingkatkan Kompetensi Guru melalui Workshop AI Pembelajaran
Berita Utama

MI Nurrohmah Bina Insani Tingkatkan Kompetensi Guru melalui Workshop AI Pembelajaran

MARKNEWS.ID, BANTUL – Sebanyak sembilan guru MI Nurrohmah Bina Insani (MINBI) mengikuti Workshop AI Pembelajaran yang diselenggarakan di Aula MI Nurrohmah Bina Insani pada Senin (13/7/2026). Kegiatan yang dihadiri Kepala Madrasah beserta seluruh guru ini menghadirkan dua widyaiswara dari Balai Diklat Keagamaan Semarang, Achmad Subkhan, S.H.I., M.S.I. dan Samsul Falak, S.S., M.Pd., sebagai narasumber workshop. Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk mendukung proses pembelajaran dan administrasi pendidikan.

Workshop ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam mempersiapkan tenaga pendidik agar mampu mengikuti perkembangan teknologi. Melalui kegiatan tersebut, guru dibekali keterampilan memanfaatkan berbagai platform AI secara efektif sehingga mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan efisien.

Kepala MI Nurrohmah Bina Insani, Ulfa Nurul Wakhidah, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan harapan agar para guru tidak ragu menghadapi perkembangan teknologi.

“Kami berharap guru tidak takut terhadap perkembangan teknologi, tetapi mampu memanfaatkannya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.”

Pada sesi inti, Achmad Subkhan, S.H.I., M.S.I. dan Samsul Falak, S.S., M.Pd. menyampaikan materi mengenai pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan. Berbeda dengan pelatihan pada umumnya yang didominasi penyampaian teori, workshop kali ini lebih banyak diisi dengan praktik langsung. Para peserta diajak memanfaatkan AI untuk menyusun modul ajar interaktif, mengeksplorasi penggunaan Gemini dan NotebookLM, serta memahami cara memanfaatkan AI sebagai asisten dalam merancang perangkat pembelajaran.

Selain praktik, narasumber juga menjelaskan bagaimana AI dapat membantu guru dalam mengembangkan ide pembelajaran, menyusun perangkat ajar, mengolah informasi menjadi materi yang lebih mudah dipahami, hingga meningkatkan efisiensi pekerjaan administrasi. Meski demikian, narasumber menegaskan bahwa AI merupakan alat bantu yang harus digunakan secara bijaksana dan tidak menggantikan peran guru sebagai pendidik.

Selama kegiatan berlangsung, suasana workshop tampak hidup dan interaktif. Para guru antusias mengikuti setiap sesi, aktif berdiskusi, mengajukan berbagai pertanyaan, serta langsung mempraktikkan penggunaan berbagai platform AI yang dikenalkan narasumber. Sesekali gelak tawa terdengar ketika peserta mencoba fitur-fitur baru sehingga suasana belajar terasa serius namun tetap santai.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh banyak wawasan baru setelah mengikuti workshop tersebut.

“Sangat bermanfaat karena memberikan banyak ilmu baru. Saya menjadi lebih memahami bahwa terdapat banyak jenis platform AI yang dapat dimanfaatkan sesuai kebutuhan.”

Di akhir kegiatan, narasumber berharap kolaborasi ini tidak berhenti pada satu workshop saja. Mereka mengusulkan adanya pelatihan lanjutan mengenai pengelolaan administrasi madrasah berbasis AI, sehingga pemanfaatan kecerdasan buatan dapat semakin mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus efektivitas tata kelola administrasi di lingkungan madrasah.

Rep.: Zuhaili Zulfa

Sebelumnya

SOIna Galang Dukungan Publik untuk Atlet Disabilitas Intelektual Menuju Pesonas II dan World Games 2027

Selanjutnya

AFJ Desak McDonald’s Indonesia Umumkan Roadmap Telur Cage-Free Nasional Lewat Aksi Damai di Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement