Beranda Opini Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto, Kyai Nyamplung: “Presiden Prabowo, Nikahlah Kembali dengan Titiek Soeharto”
Opini

Surat Terbuka untuk Presiden Prabowo Subianto, Kyai Nyamplung: “Presiden Prabowo, Nikahlah Kembali dengan Titiek Soeharto”

Gus Beny

Marknews.id – Gesikan, 11 November 2025 — Di tengah hiruk-pikuk politik negeri dan padatnya hari-hari pemerintahan, sebuah suara lembut datang dari Gesikan, tempat seorang kiai muda bermukim. Ia bukan politisi, bukan pula pengamat istana. Namanya Kyai Nyamplung, atau dikenal juga sebagai KH. Beny Susanto, S.Ag, M.Si (Gus Beny bin KH. Abdus Shomad) — pengasuh Pondok Pesantren Sunan Kalijaga Gesikan.

Melalui surat terbuka yang ia tulis dengan nada penuh penghormatan, Kyai Nyamplung menyampaikan satu harapan yang sederhana namun sarat makna. Harapan itu bukan tentang jabatan, bukan pula tentang proyek. Ia menulis dengan hati:

“Yang Mulia Presiden Prabowo Subianto, izinkanlah kami menyampaikan harapan, saran, dan doa agar Paduka menikahi kembali Ibu Titiek Soeharto — demi bangsa dan negara, serta dunia-akhirat.”

Dua Insan yang Pernah Kasmaran

Nama Prabowo Subianto dan Titiek Soeharto memang telah lama terikat dalam ingatan bangsa. Dua nama yang dulu pernah berpadu dalam asmara dan pernikahan di era Orde Baru, lalu berpisah di tengah badai politik yang mengguncang negeri.

Mereka adalah dua sosok yang pernah kasmaran, dua jalan yang kemudian berpisah arah karena waktu dan keadaan. Namun, dalam pandangan Gus Beny, tak ada yang benar-benar mustahil jika cinta dan takdir bertemu kembali dalam ruang waktu yang lebih damai.

Pesan Religius dari Seorang Kiai Desa

Dalam surat itu, Gus Beny menegaskan bahwa menikah kembali adalah bagian dari sunnah Rasulullah SAW. Ia bahkan mengutip kisah Nabi Muhammad SAW yang menikahi kembali Sayyidah Khofsoh binti Umar RA, yang sempat diceraikan.

“Hidup sendiri, menduda atau membujang bukanlah sunnah Nabi,” tulisnya. “Rasulullah SAW berpesan, menikahlah, karena barang siapa menikah maka dia telah menyempurnakan separo agamanya.”

Baginya, seorang pemimpin besar seperti Prabowo — yang kini menjadi Presiden Republik Indonesia ke-8 — semestinya memiliki pendamping, bukan sekadar secara pribadi, tapi juga secara simbolik sebagai pemimpin umat.

Kiai dan Presiden, Dua Dunia yang Berjumpa dalam Doa

Dalam suratnya, Gus Beny tidak hanya berbicara tentang cinta manusiawi, tapi juga tentang tanggung jawab spiritual. Ia menulis dengan penuh hormat, mengingatkan bahwa Prabowo kini bukan sekadar kepala negara, tetapi juga tokoh muslim yang diperhitungkan dunia.

The Muslim 500 menempatkan Paduka Presiden Prabowo Subianto di posisi ke-15 dari 50 tokoh muslim paling berpengaruh di dunia,” tulisnya. “Disusul KH. Yahya Cholil Staquf di peringkat ke-19, dan Habib Muhammad Luthfi bin Yahya di posisi ke-31.”

Ia menegaskan, seorang pemimpin yang kuat akan lebih sempurna bila didampingi oleh sosok yang bisa menjadi penenang jiwa — dan dalam pandangannya, Titiek Soeharto adalah sosok yang pantas untuk itu.

Nada yang Lembut, Pesan yang Dalam

Di bagian akhir suratnya, Gus Beny menulis dengan penuh kerendahan hati:

“Tentu saja Yang Mulia Paduka Presiden Prabowo Subianto lebih tahu dan paham. Saya mohon maaf apabila lancang atas pemikiran ini, termasuk kepada para ulama yang lebih alim dan bijaksana.”

Surat itu ditutup dengan tanda tangan sederhana — namun di balik kesederhanaan itu tersimpan harapan besar: bahwa dua insan yang pernah saling mencintai mungkin bisa bertemu kembali, bukan hanya demi kebahagiaan pribadi, tapi juga menjadi simbol rekonsiliasi masa lalu bagi bangsa ini.

Dan di Gesikan, di tengah semilir angin sore pesantren, Kyai Nyamplung melipat suratnya dengan senyum kecil — sambil berdoa agar pesan lembut dari hatinya bisa sampai ke istana.

Sebelumnya

Sejarah Ngayogjazz: Harmoni Jazz di Pelosok Desa

Selanjutnya

Peringati HUT ke-79, Bea Cukai Yogyakarta dan Magelang Hancurkan Barang Sitaan Senilai Rp2,5 Miliar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement