Refund Tiket Kereta Kini Hanya 7 Hari, KAI Daop 6 Yogyakarta Percepat Layanan Lewat Digitalisasi
MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memperkenalkan kebijakan baru untuk mempercepat proses pengembalian bea tiket (refund) bagi penumpang. Jika sebelumnya refund membutuhkan waktu hingga 30 hari, kini dana dapat dikembalikan hanya dalam 7 hari kerja melalui aplikasi Access by KAI.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi digital yang terus digencarkan KAI untuk meningkatkan kenyamanan pelanggan. Penumpang kini tidak perlu lagi datang ke loket stasiun untuk membatalkan perjalanan, karena seluruh proses bisa dilakukan secara daring.
“Di era serba praktis seperti sekarang, kami ingin memastikan pelanggan bisa mengurus refund kapan saja dan di mana saja. Prosesnya jauh lebih cepat, aman, dan fleksibel,” ujar Feni Novida Saragih, Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Rabu (27/8).
Proses Refund Lebih Sederhana
Melalui aplikasi Access by KAI, penumpang cukup memilih tiket yang ingin dibatalkan, mengonfirmasi data rekening bank, lalu menunggu dana dikirimkan. Nilai pengembalian tetap mengikuti ketentuan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yaitu sebesar 75 persen dari harga tiket, setelah dipotong bea pembatalan sebesar 25 persen.
Dengan sistem ini, pelanggan tak hanya menghemat waktu, tetapi juga terhindar dari antrean di stasiun. “Kami berharap penumpang dapat merasakan layanan yang lebih praktis tanpa ribet,” tambah Feni.
Digitalisasi Jadi Kunci Peningkatan Layanan
Percepatan refund ini disebut sebagai bagian dari upaya KAI memaksimalkan pemanfaatan teknologi untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih efisien. KAI Daop 6 ingin menjawab kebutuhan masyarakat akan layanan transportasi yang cepat, transparan, dan mudah diakses.
“Fokus kami adalah memberikan kemudahan yang nyata. Ini adalah bentuk komitmen KAI dalam menghadirkan transportasi modern yang sesuai dengan tuntutan zaman,” jelas Feni.
Dorongan untuk Layanan Transportasi Lebih Praktis
Inovasi ini mendapat perhatian karena menunjukkan bagaimana digitalisasi bisa mengubah wajah pelayanan publik. Dengan semakin banyak layanan yang tersedia secara daring, penumpang kereta api kini dapat merencanakan perjalanan lebih fleksibel, bahkan ketika terjadi perubahan mendadak.
Ke depan, KAI Daop 6 menargetkan peningkatan layanan serupa pada berbagai aspek perjalanan, termasuk pemesanan tiket, informasi jadwal, hingga layanan tambahan di dalam kereta. “Kami akan terus berinovasi agar transportasi berbasis kereta api semakin menjadi pilihan utama masyarakat,” tutup Feni.











