KAI Gaet Milenial Lewat Turnamen Mobile Legends di 5 Kota Besar
MARKNEWS.ID , YOGYAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) kembali menunjukkan transformasinya dalam menjangkau kalangan muda dengan menggelar KAI E-Sports Tournament 2025, sebuah turnamen gim Mobile Legends: Bang Bang yang mengusung semangat kolaborasi antara dunia transportasi, gaya hidup digital, dan kreativitas generasi muda.
Turnamen ini akan dilaksanakan secara offline di lima kota besar, yaitu Yogyakarta, Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Bandung, dengan total hadiah sebesar Rp52 juta. Babak kualifikasi digelar mulai 29 Juni hingga 6 Juli 2025, dengan 32 tim dari masing-masing kota bertanding secara sistem gugur. Sebanyak 16 tim terbaik akan beradu keterampilan di babak Grand Final yang akan diselenggarakan di Bandung pada 6 Juli 2025.
“Sebagai BUMN transportasi yang dekat dengan generasi muda, KAI mendukung ruang kreatif dan kompetitif yang sehat. Turnamen ini kami gagas sebagai wadah positif untuk berkolaborasi, membangun sportivitas, serta memperkenalkan layanan KAI secara lebih dekat kepada anak muda,” ujar Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, pada Jumat, 27 Juni 2025.
Untuk wilayah Yogyakarta, Feni menyampaikan bahwa pertandingan babak kualifikasi akan digelar pada Ahad, 29 Juni 2025, bertempat di Aula Balai Pelatihan Teknik Traksi (BPTT) Darman Prasetyo.
Menariknya, pendaftaran tidak dipungut biaya dan terbuka untuk umum. Namun, peserta diwajibkan menyertakan tiket perjalanan KAI yang masih aktif serta dokumen identitas seperti KTP, KTM, atau Kartu Pelajar.
“Pendaftaran melalui www.kai-esports.com. Info lebih lanjut dapat dilihat di Instagram @kai121_ dan WhatsApp 0823-9166-0397,” tambah Feni.
Turnamen ini tidak hanya menghadirkan kompetisi digital, namun juga menggabungkan unsur hiburan. Pada Grand Final di Bandung, KAI akan menghadirkan kompetisi cosplay dan penampilan DJ, menambah nuansa festival bagi peserta dan pengunjung.
Lebih dari sekadar kompetisi, KAI melihat e-sport sebagai medium untuk mendekatkan diri dengan generasi digital. “E-sport bukan hanya tren digital, tetapi juga ruang tumbuh bagi kreativitas, strategi, dan kerja tim anak muda. KAI ingin hadir di tengah semangat itu, bukan hanya sebagai penyedia transportasi, tapi sebagai partner perjalanan dan pengalaman mereka,” tutur Feni menutup keterangannya.
Dengan langkah ini, KAI menunjukkan bahwa transformasi layanan tidak hanya sebatas rel dan gerbong, namun juga menyentuh ranah gaya hidup dan ruang ekspresi generasi muda Indonesia.









