Dorong Digitalisasi Ramah Lingkungan, KAI Daop 6 Yogyakarta Tambah Gate Face Recognition di Pintu Timur Stasiun Yogyakarta
MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA — PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung transportasi berkelanjutan melalui penerapan teknologi digital. Terbaru, mulai Selasa (17/6), fasilitas face recognition boarding gate resmi dioperasikan di Pintu Timur Stasiun Yogyakarta. Penambahan unit ini diharapkan dapat semakin mempermudah pelanggan kereta api jarak jauh dalam proses boarding, sekaligus mendukung target layanan tanpa kertas (paperless).
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa teknologi face recognition menjadi solusi praktis bagi penumpang karena meminimalkan keharusan membawa dokumen fisik.
“Teknologi ini tidak hanya mempercepat proses boarding, tetapi juga meningkatkan akurasi verifikasi identitas dan memangkas penggunaan kertas, sejalan dengan tren pelayanan transportasi yang aman, modern, dan berkelanjutan,” ujar Feni.
Untuk dapat memanfaatkan fasilitas ini, penumpang wajib melakukan registrasi wajah terlebih dahulu melalui aplikasi Access by KAI atau langsung di stasiun. Data wajah yang terdaftar akan terintegrasi dengan tiket elektronik sehingga pada perjalanan berikutnya, penumpang cukup berdiri di depan kamera tanpa perlu mencetak boarding pass.
“Kami mengimbau pelanggan untuk melakukan registrasi sebelum hari keberangkatan guna memastikan kelancaran proses boarding. Saat ini untuk boarding manual masih disediakan di selasar selatan Pintu Timur Stasiun Yogyakarta. Secara perlahan KAI Daop 6 akan menerapkan secara penuh fasilitas tersebut sehingga diharapkan calon pelanggan dapat mulai melakukan registrasi,” jelas Feni.
Langkah digitalisasi boarding ini bukan sekadar inovasi layanan, tetapi juga bentuk kontribusi nyata KAI dalam mendukung agenda global Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12 tentang Responsible Consumption and Production. Melalui pengurangan cetak tiket fisik, KAI turut berperan mengurangi limbah kertas dan emisi karbon tidak langsung.
“Face recognition bukan hanya soal kecepatan dan kenyamanan, tapi bagian dari gerakan sadar lingkungan. Satu wajah yang dipindai berarti satu tiket yang tidak perlu dicetak. Langkah ini mencerminkan dampak nyata transformasi digital terhadap efisiensi perusahaan dan pelestarian lingkungan,” pungkas Feni.
Dengan hadirnya inovasi ini, KAI Daop 6 berharap masyarakat semakin mendukung upaya digitalisasi layanan transportasi publik, sekaligus berpartisipasi dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui kebiasaan sederhana, seperti meninggalkan tiket cetak dan beralih ke sistem elektronik.











