Beranda Berita Utama Mahasiswa KKN-PPM UGM Hadirkan Rocket Stove untuk Bantu Pengelolaan Sampah di Bawean
Berita Utama

Mahasiswa KKN-PPM UGM Hadirkan Rocket Stove untuk Bantu Pengelolaan Sampah di Bawean

Mahasiswa KKN-PPM UGM Hadirkan Rocket Stove untuk Bantu Pengelolaan Sampah di Bawean

MARKNEWS.ID,  GRESIK — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) UGM Bentangan Bawean 2026 menutup rangkaian pengabdian masyarakat dengan menghadirkan fasilitas pendukung pengelolaan sampah di Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Dua unit alat pembakaran sampah sederhana berbasis rocket stove dibangun dan ditempatkan di Desa Tanjungori serta Desa Telukjatidawang. Kehadiran fasilitas tersebut diarahkan untuk membantu masyarakat menangani sampah residu yang tidak lagi dapat dimanfaatkan melalui pemilahan maupun pengolahan.

Unit pertama ditempatkan di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Desa Tanjungori. Pembangunannya dipimpin Dimaz Adam Prasetyo dari Fakultas Teknik UGM, Program Studi Teknik Infrastruktur Lingkungan.

Sementara unit kedua berada di Dusun Dedawang, Desa Telukjatidawang, dengan pembangunan dipimpin Kalleh Nur Subekti dari Fakultas Teknik UGM, Program Studi Teknik Sipil.

Rocket stove yang dibuat dalam program tersebut memiliki kapasitas pembakaran sekitar 5–10 kilogram sampah per jam dalam sekali pengoperasian. Alat ini dirancang sebagai salah satu alternatif untuk membantu mengurangi timbulan sampah, khususnya residu yang tersisa setelah proses pemilahan.

Dimaz mengatakan, pembuatan alat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan pengelolaan sampah di tingkat desa. Ia berharap fasilitas tersebut tetap dimanfaatkan masyarakat meski kegiatan KKN telah berakhir.

“Pembuatan rocket stove ini kami sesuaikan dengan kebutuhan di lapangan, terutama untuk membantu mengurangi timbulan sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali. Harapannya, alat ini tidak hanya digunakan selama kegiatan KKN berlangsung, tetapi juga dapat dimanfaatkan dan dikelola oleh masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Dimaz.

Di Desa Tanjungori, keberadaan rocket stove melengkapi upaya pengelolaan sampah yang sebelumnya telah dilakukan masyarakat bersama pengelola sampah desa. Fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu menangani sampah yang tersisa setelah proses pemilahan.

Ketua pengelola sampah Desa Tanjungori, Sukasih, menyambut keberadaan fasilitas tambahan tersebut. Menurutnya, masih terdapat sampah yang tidak dapat dimanfaatkan meski proses pemilahan dan pengelolaan telah dilakukan.

“Adanya alat ini sangat membantu pengelolaan sampah di desa. Selama ini kami sudah berusaha memilah dan mengelola sampah yang ada, tetapi masih ada sampah yang tidak bisa dimanfaatkan. Dengan adanya rocket stove ini, mudah-mudahan pengelolaan sampah di sini bisa lebih terbantu dan masyarakat juga semakin sadar untuk menjaga kebersihan lingkungan,” tutur Sukasih.

Tak Hanya Membangun Fasilitas

Program KKN-PPM UGM Bentangan Bawean 2026 tidak hanya berfokus pada pembangunan dua unit rocket stove. Mahasiswa juga memberikan pengetahuan mengenai pemanfaatan alat kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program.

Langkah tersebut diharapkan memungkinkan fasilitas yang telah dibangun tetap digunakan secara mandiri setelah mahasiswa menyelesaikan masa pengabdian di Bawean. Pemanfaatannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi pengelolaan sampah di masing-masing wilayah.

Penempatan fasilitas di dua desa sekaligus menjadi program kerja terakhir tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean 2026. Program ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa meninggalkan manfaat yang dapat diteruskan masyarakat setelah rangkaian KKN selesai.

Melalui program tersebut, tim KKN-PPM UGM Bentangan Bawean 2026 membawa semangat “Berdaya, Berkarya, Berkelanjutan” dengan mendorong agar hasil kegiatan pengabdian tidak berhenti pada berakhirnya masa KKN, tetapi dapat terus dimanfaatkan untuk mendukung pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Sebelumnya

Hari Gajah Sedunia 2026, Kampanye “Make Elephant Great Again” Dorong Penguatan Perlindungan Gajah Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement