KAI Daop 6 Yogyakarta Perkuat Jalur Rel dan Jembatan Jelang Nataru 2026/2027
Pekerjaan tersebut mencakup penambahan balas kricak, penggantian bantalan rel, pembaruan wesel dan rel, serta peningkatan konstruksi jembatan. KAI juga melakukan perbaikan elevasi jalur dan sistem drainase di sejumlah titik yang membutuhkan penanganan teknis.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan kesiapan prasarana menjadi faktor penting dalam menjaga operasional kereta api, terutama ketika curah hujan meningkat dan mobilitas masyarakat bertambah menjelang libur akhir tahun.
“Persiapan prasarana jalan rel dan jembatan kami lakukan secara terencana melalui perawatan, penggantian komponen yang membutuhkan penanganan, serta peningkatan konstruksi di sejumlah titik. Upaya ini ditujukan untuk menjaga keandalan prasarana sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, dan lancar, terutama saat menghadapi tantangan cuaca pada musim penghujan dan peningkatan frekuensi perjalanan pada masa Angkutan Nataru,” ujar Feni.
Progres Perawatan Jalur Rel Daop 6 Yogyakarta
Salah satu pekerjaan utama yang KAI lakukan yakni menambah balas kricak berukuran 2–6 sentimeter sebanyak 16.800 meter kubik di seluruh wilayah operasional Daop 6 Yogyakarta.
Hingga pembaruan terakhir, KAI telah merealisasikan penambahan 13.800 meter kubik atau mencapai 82,14 persen dari target.
Selain itu, penggantian bantalan beton lama dengan komponen baru mencapai 2.220 batang dari target 2.500 batang. Capaian tersebut setara dengan 88,8 persen.
Sementara itu, penggantian 620 batang bantalan sintetis di wilayah Jenar, Delanggu, Sumberlawang, Palur, dan Kadipiro telah mencapai 100 persen.
Perbaikan Jembatan di Solo dan Sragen Rampung
Pada sektor jembatan, KAI Daop 6 Yogyakarta telah menyelesaikan penggantian dua unit jembatan baja di wilayah Solo dan Sragen menggunakan konstruksi box culvert.
Pekerjaan pengangkatan jembatan baja untuk memperbaiki elevasi jalur pada lima jembatan juga telah rampung. Penanganan sistem drainase di lokasi pekerjaan tersebut turut mencapai progres 100 persen.
“Di sisi prasarana jembatan, dua unit jembatan baja di wilayah Solo dan Sragen telah selesai diganti menggunakan konstruksi box culvert. Selain itu, pekerjaan pengangkatan jembatan baja untuk perbaikan elevasi jalur pada lima jembatan dan drainase juga telah rampung 100 persen,” jelas Feni.
Pemantauan Prasarana dan Koordinasi dengan BMKG
Selain menyelesaikan pekerjaan fisik, KAI Daop 6 Yogyakarta terus memantau kondisi jalur rel dan jembatan di seluruh wilayah operasional. Petugas melakukan penanganan berdasarkan kebutuhan teknis untuk mengantisipasi potensi gangguan akibat curah hujan, kondisi tanah, maupun perubahan lingkungan di sekitar jalur kereta api.
KAI juga menjalin koordinasi intensif dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) selama 24 jam untuk memantau perkembangan kondisi cuaca.
Melalui berbagai langkah tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta menargetkan kesiapan prasarana yang lebih optimal menjelang Angkutan Nataru 2026/2027. Upaya ini diharapkan mampu menjaga keandalan perjalanan kereta api sekaligus memberikan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat selama periode libur Natal dan Tahun Baru.









