Beranda Berita Utama Agrinas Palma Nusantara Gandeng UGM, Perkuat Inovasi Perkebunan dan Ketahanan Pangan Nasional
Berita Utama

Agrinas Palma Nusantara Gandeng UGM, Perkuat Inovasi Perkebunan dan Ketahanan Pangan Nasional

MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA – Upaya memperkuat sektor perkebunan nasional melalui pendekatan ilmiah dan inovasi teknologi terus didorong PT Agrinas Palma Nusantara (APN). Perusahaan perkebunan tersebut resmi menjalin kerja sama strategis dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) guna mendukung pengembangan riset, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta implementasi praktik perkebunan berkelanjutan.

Kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Kampus UGM, Yogyakarta, itu menjadi bagian dari langkah Agrinas dalam mengelola kawasan perkebunan yang tersebar luas di berbagai wilayah Indonesia sekaligus memperkuat kontribusi terhadap agenda ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama PT Agrinas Palma Nusantara, Mohammad Abdul Ghani, menegaskan bahwa tantangan pengelolaan jutaan hektare lahan perkebunan membutuhkan dukungan dari dunia akademik agar pengembangan sektor tersebut dapat berjalan lebih efektif dan berbasis ilmu pengetahuan.

“Saat ini kami mengelola sekitar 4,11 juta hektare lahan sawit dari Aceh hingga Papua. Dengan luasan tersebut, kami membutuhkan dukungan akademik melalui fungsi tridarma perguruan tinggi, mulai dari riset, pengembangan teknologi, hingga peningkatan kapasitas SDM,” kata Ghani dalam penandatanganan nota kesepahaman antara APN dan UGM di Kampus UGM, Yogyakarta.

Menurut Ghani, kerja sama tersebut tidak hanya berfokus pada pengembangan industri kelapa sawit. Sinergi antara perusahaan dan perguruan tinggi juga diarahkan untuk mendukung pengembangan sejumlah komoditas strategis yang memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

Komoditas seperti jagung, kedelai, dan singkong menjadi bagian dari agenda pengembangan yang akan didorong melalui kolaborasi tersebut. Dengan dukungan riset dan inovasi teknologi, berbagai komoditas itu diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat ketersediaan pangan di dalam negeri.

Selain aspek teknologi dan penelitian, Agrinas juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan produktivitas petani. Perusahaan tengah mengembangkan pola kemitraan yang lebih berkelanjutan agar hubungan dengan petani tidak hanya berorientasi pada transaksi bisnis semata.

“Kami ingin membangun hubungan yang lebih kuat dengan petani sehingga produktivitas mereka dapat meningkat dan kesenjangan dengan produktivitas korporasi bisa diperkecil,” ujarnya.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap praktik usaha yang bertanggung jawab, Agrinas membentuk dua direktorat khusus yang fokus pada aspek keberlanjutan lingkungan dan sosial. Langkah ini dinilai menjadi fondasi penting dalam memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan sesuai prinsip sustainability.

“Kami merumuskan kebijakan agar Agrinas menjadi perusahaan yang patuh terhadap prinsip sustainability, baik dari sisi lingkungan maupun sosial. Model seperti ini masih relatif jarang diterapkan di industri perkebunan Indonesia,” katanya.

Ke depan, perusahaan juga berencana membangun pusat perbanyakan benih unggul serta mengembangkan sistem digital yang dapat membantu petani meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha perkebunan.

Sementara itu, Rektor UGM Prof. dr. Ova Emilia menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, pembangunan sektor perkebunan di masa depan perlu mengedepankan konsep pertanian berkelanjutan yang mampu menciptakan keseimbangan antara peningkatan produksi, kesejahteraan masyarakat, dan pelestarian lingkungan.

“Keberhasilan sebuah program bukan hanya diukur dari hasil produksi, tetapi juga sejauh mana program itu mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata dan berkelanjutan,” ujar Ova.

UGM siap mendukung implementasi kerja sama melalui berbagai bidang keilmuan yang dimiliki kampus, mulai dari pertanian, ekonomi, sosial, hingga hukum. Dukungan tersebut juga mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pendidikan sarjana maupun pascasarjana yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.

Tak hanya itu, keterlibatan mahasiswa melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) juga diharapkan mampu memperluas dampak pemberdayaan masyarakat di kawasan perkebunan.

Dalam ruang lingkup yang lebih luas, kerja sama APN dan UGM turut membuka peluang pengembangan model pembiayaan inovatif bagi perguruan tinggi melalui dukungan sebagian keuntungan bisnis perusahaan. Kedua pihak berharap sinergi tersebut dapat melahirkan berbagai inovasi baru yang memperkuat daya saing sektor perkebunan nasional, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung terwujudnya ketahanan pangan Indonesia secara berkelanjutan.

Sebelumnya

Rasulan Gunungkidul Tetap Bertahan di Tengah Perubahan Zaman, Jadi Ruang Syukur dan Perekat Sosial Warga

Selanjutnya

Kia Seltos Dinobatkan sebagai SUV Terbaik 2026 di India, Perkuat Dominasi di Segmen B-SUV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement