Beranda Jogja Tempo Doeloe Pom Bensin – Taman Senopati – Terminal Taxi
Jogja Tempo Doeloe

Pom Bensin – Taman Senopati – Terminal Taxi

Gambar : Nearmei

Oleh: Agus U, jurnalis

Marknews.id – LOKASINYA menghadap dua muka. Di sebelah utara adalah Jalan Senopati dan di sebelah selatannya adalah Jalan Setjodinigrat. Membentang dari Jalan Brigjen Katamso hingga ujung timur Bank Indonesia yang lama. Titik yang menjadi pertemuan Jalan Setjodiningrat dengan Jalan Senopati.

Di sisi paling timur ada Pos Polisi Lalu Lintas. Berdampingan dengan pos ini terdapat tiang bendera tinggi yang dahulu bukan untuk bendera Merah Putih, tetapi bendera hitam.

Kok ada bendera hitam? Bendera hitam ini dikibarkan ketika hari itu di wilayah Kota Yogyakarta terjadi kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia. Jadi mereka yang melintas di perempatan Gondomanan yang diatur dengan lampu lalu lintas yang digantung di atas titik tengah perempatan (setopan gantung) akan tahu apakah hari itu terjadi kecelakaan lalu lintas yang fatal atau tidak.

Baru di sebelahnya terdapat pom bensin atau yang istilah resmi sekarang adalah SPBU, tersedia solar, bensin/premium, dan bensin super. Meski pom bensin resmi, di lokasi tersebut juga terdapat penjual bensin eceran dengan wadah sejenis drum. Jadi kalau enggan mengantre dapat membeli di tempat eceran yang ada di lokasi tersebut.

Perilaku aneh pembeli bensin di pom bensin yang masih sering kita temukan sampai hari ini adalah menggoyang-goyangkan sepeda motor bahkan mobil, dengan harapan tangki akan benar-benar terisi penuh seperti saat mengisikan kerupuk ke dalam “blek” kerupuk. Digoyang-goyang kerupuk tertata dan bisa diisi lebih banyak. Perilaku pembeli BBM yang seperti ini masih kita temukan sampai sekarang.

Dipisahkan oleh jalan kecil penghubung Jalan Setjodingrat dengan Jalan Senopati yang timur, di sebelah barat pom bensin ini ada taman yang luas. Sebutannya adalah Taman Senopati. Hanya ada tempat untuk bermain, tak ada fasilitas lain. Isinya hanya tanam-tanaman hias dan patung-patung hewan karya pematung Kasman Ks. Taman Senopati ini menjadi tempat yang tidak nyaman untuk momong. Tak ada tempat duduk, tak ada tempat teduh.

Justru malam hari tempat ini menjadi tempat mangkal PSK dan balola.

Dan yang paling barat adalah Terminal Taxi. Benar ditulisnya taxi, bukan taksi. Yang ngetem? Bermacam-macam mobil pelat hitam yang mencari penumpang secara carter, istilah lamanya adalah omprengan.

Omprengan itu mobil pelat hitam disewakan untuk mengangkut penumpang umum, sedangkan wadah dari aluminium atau logam lain yang digunakan untuk membawa makan dan lauknya adalah omprong, atau kalau semacam wadah untuk MBG sekarang sebutannya gembreng.

Cukup banyak, dalam sehari tidak kurang dari 30 mobil yang keluar masuk tempat mangkal yang sehari-harinya dijaga oleh dua orang PNS Kota Yogyakarta.

Kawasan yang membujur dari timur ke barat ini kini menjadi taman parkir dan ada toilet super modern. Tak ada lagi taman bebas dan sekaligus ruang terbuka hijau.

Tak ada lagi bendera warna hitam tanda telah terjadi kecelakaan lalu lintas.

Hanya saja nasib Jalan Setjodinngratan tetap sama, tak ada bangunan di pinggir jalan ini yang mengakui beralamat Jalan Secodiningratan, semua jadi Jalan Senopati. (***)

Sebelumnya

Mahasiswa Autis Asperger UGM Tuntaskan Skripsi, Bukti Kampus Inklusif Bisa Wujudkan Prestasi Akademik

Selanjutnya

Bangun Generasi Siaga Bencana, 200 Pelajar Bantul Ikuti InJourney Community Care

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement