Mengubah Narasi Pariwisata: Kemitraan Strategis ASEAN-India Menuju Keberlanjutan
Marknews.id – ASEAN dan India telah menekankan fokus mereka untuk memajukan pariwisata berkelanjutan.Dalam pernyataan bersama, kedua belah pihak menegaskan kembali komitmen mereka terhadap Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-India. Kemitraan ini dipandu oleh prinsip-prinsip dasar, nilai-nilai bersama, dan norma-norma yang telah mengarahkan Hubungan Dialog ASEAN-India sejak didirikan pada tahun 1992.
Hal ini mencakup visi yang telah dijabarkan dalam Pernyataan Visi KTT Peringatan ASEAN-India (2012); Deklarasi Delhi dari KTT Peringatan ASEAN-India untuk menandai Hari Jadi ke-25 Hubungan Dialog ASEAN-India (2018); Pernyataan Bersama ASEAN-India tentang Kerja Sama dalam Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik untuk Perdamaian, Stabilitas, dan Kemakmuran di Kawasan (2021); serta Pernyataan Bersama tentang Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-India (2022).
Menyadari kontribusi penting sektor pariwisata terhadap pertumbuhan ekonomi—termasuk perannya dalam penciptaan lapangan kerja, pengembangan infrastruktur, dan pembinaan pemahaman lintas budaya di kawasan—para pemimpin mengakui perlunya peningkatan berkelanjutan dalam kualitas layanan, keselamatan, dan kepuasan pengunjung untuk menjaga daya tarik ASEAN sebagai destinasi pariwisata utama.
“Kami akan memanfaatkan mekanisme kerja sama yang sudah ada, yaitu Kelompok Kerja Pariwisata ASEAN dan India serta Pertemuan Menteri Pariwisata, untuk mempromosikan pariwisata berkelanjutan di kawasan ini,” kata mereka dalam pernyataan pada hari Selasa, 28/10/2025.
Sektor pariwisata telah lama menjadi mesin penggerak perekonomian yang vital bagi negara-negara anggota ASEAN dan India, menciptakan lapangan kerja, mendorong pembangunan infrastruktur, dan memfasilitasi pemahaman lintas budaya. Namun, pertumbuhan pariwisata yang tidak terkendali juga memunculkan ancaman serius terhadap warisan alam dan budaya yang menjadi daya tarik utamanya.
Dalam konteks ini, langkah kedua kawasan untuk memperdalam kerja sama dalam pariwisata berkelanjutan—sebagaimana tertuang dalam Kemitraan Strategis Komprehensif ASEAN-India—bukan hanya sekadar deklarasi politik, melainkan sebuah mandat krusial untuk menjamin masa depan destinasi-destinasi ikonik mereka.
Pilar-Pilar Keberlanjutan: Ekonomi Hijau, Biru, dan Sirkular
Fokus utama dari kerja sama ini adalah pergeseran paradigma dari pariwisata massal menuju model yang dipandu oleh prinsip ekonomi hijau, biru, dan sirkular. Implementasi ini mencerminkan pengakuan bahwa keberlanjutan bukan hanya tanggung jawab lingkungan, tetapi juga keharusan ekonomi.
Pertama, penekanan pada prinsip 3R (Reduce, Reuse, dan Recycle) merupakan inti dari ekonomi sirkular. Dalam konteks pariwisata, ini berarti memaksimalkan efisiensi sumber daya dan meminimalkan limbah, misalnya melalui manajemen limbah yang canggih dan konsumsi yang bertanggung jawab.
Kedua, komitmen terhadap praktik positif terhadap alam (nature-positive) dan pengurangan karbon (dekarbonisasi) menempatkan perlindungan keanekaragaman hayati sebagai prioritas, mulai dari pengelolaan sumber daya air dan lahan yang optimal hingga adopsi energi terbarukan di lokasi wisata.
Kemitraan ini bahkan secara eksplisit mendorong kolaborasi antara Pusat Energi ASEAN dan lembaga India seperti TERI untuk mempromosikan solusi energi terbarukan, khususnya di sekitar monumen warisan budaya yang sensitif terhadap polusi.
Integrasi Budaya, Komunitas, dan Teknologi
Keberlanjutan yang sesungguhnya harus bersifat inklusif dan berbasis komunitas. Oleh karena itu, kerangka kerja sama ini melampaui aspek lingkungan dan menyentuh dimensi sosial serta budaya.
Kerja sama ini secara tegas mendorong ekowisata yang menyeimbangkan kebutuhan pengunjung dan penduduk lokal, memastikan pariwisata dapat berkontribusi maksimal pada kesejahteraan masyarakat setempat. Keterlibatan masyarakat lokal diwujudkan melalui promosi pariwisata berbasis warisan seperti fesyen, kerajinan tangan, dan gastronomi.
Melalui program penguatan kapasitas dan sertifikasi, daya saing dan keterampilan komunitas lokal ditingkatkan, mengubah penduduk desa dari sekadar penyedia layanan menjadi pemilik dan penjaga warisan mereka.
Selain itu, kerja sama ini menyadari peran tak terhindarkan dari teknologi digital. Pemanfaatan teknologi dan manajemen pariwisata berbasis data bertujuan untuk meningkatkan pengalaman wisatawan sekaligus mendukung upaya keberlanjutan, seperti mengelola kepadatan pengunjung dan memantau dampak lingkungan secara real-time.
Integrasi teknologi ini sangat penting untuk mencapai standar kualitas layanan dan keamanan yang diharapkan, demi menjadikan ASEAN sebagai destinasi pariwisata utama.
Prospek dan Tantangan ke Depan
Pendalaman kerja sama antara ASEAN dan India ini, yang berakar pada Kemitraan Strategis Komprehensif, menandai langkah maju yang signifikan dalam upaya regional untuk mengubah pariwisata menjadi sektor yang benar-benar resilien.
Melalui mekanisme seperti Kelompok Kerja Pariwisata dan Pertemuan Menteri Pariwisata, kedua belah pihak kini memiliki platform yang kuat untuk berbagi praktik terbaik dan memajukan agenda pariwisata berkelanjutan.
Namun, implementasi di lapangan akan menghadapi tantangan, termasuk kebutuhan akan investasi besar dalam infrastruktur rendah karbon, harmonisasi standar di antara berbagai negara, serta perubahan perilaku dari industri pariwisata yang masih didominasi model pertumbuhan cepat.
Keberhasilan akhir dari kemitraan ini akan bergantung pada komitmen nyata setiap negara anggota untuk mengubah prinsip-prinsip yang telah disepakati—yaitu perlindungan warisan, efisiensi sumber daya, dan pemberdayaan komunitas—menjadi kebijakan operasional yang mengikat.
Dengan begitu, pariwisata dapat terus berfungsi sebagai jembatan yang kuat untuk meningkatkan kontak people-to-people dan kemakmuran bersama di seluruh kawasan Indo-Pasifik.











