Dukungan Atlet Disabilitas Intelektual Dinilai Masih Terbatas
MARKNEWS.ID, JAKARTA — Dukungan terhadap atlet bertalenta khusus dinilai belum optimal, meski kiprah mereka terus menorehkan prestasi di tingkat nasional hingga internasional. Komite Nasional Disabilitas (KND) mendorong keterlibatan lebih luas dari pemerintah pusat, daerah, hingga sektor swasta.
“Kegiatan bertaraf nasional dan internasional dari Special Olympics Indonesia sepantasnya didukung semua pihak mulai pusat hingga daerah. Pemerintah, swasta, individu tokoh dan pemangku lain termasuk kalangan DPRD dapat ambil peran menyokong atlet bertalenta khusus,” kata Komisioner KND Jonna Aman Damanik dalam keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026.
KND menyatakan siap bersinergi dengan Special Olympics Indonesia (SOIna) dan lintas kementerian, termasuk Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, serta Kementerian Pemuda dan Olahraga.
Upaya ini diarahkan untuk memperkuat perlindungan berbasis hak asasi manusia bagi ribuan atlet disabilitas intelektual, termasuk penyandang down syndrome dan autisme, sekaligus mendorong rehabilitasi sosial yang lebih produktif.
Sebelumnya, KND juga memantau pemenuhan hak keolahragaan atlet disabilitas fisik di bawah National Paralympic Committee Indonesia dalam ajang tingkat ASEAN. Kini, perhatian diarahkan pada persiapan Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) yang akan digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur, pada Oktober 2026. Ajang ini diikuti perwakilan 30 provinsi sebagai bagian dari seleksi menuju World Summer Games 2027 di Santiago, Chile.
Ketua Umum Pengurus Pusat SOIna, Warsito Ellwein, mengatakan banyak atlet dari daerah terpencil mampu meraih medali meski terbatas akses dan dukungan. Namun, tantangan pendanaan masih menjadi kendala utama pengiriman kontingen daerah.
Menurut dia, hingga kini baru 21 provinsi yang menyatakan kesiapan dari target 30 provinsi. Jumlah atlet yang mendaftar pun baru sekitar 420 orang, jauh di bawah target 800 hingga 1.000 peserta. Sebagian besar tim berangkat secara mandiri dan swadaya.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, kata Warsito, telah berupaya mendukung penyelenggaraan dengan keterbatasan anggaran, terutama untuk penginapan, layanan medis, dan mobilitas peserta. SOIna juga membuka peluang skema subsidi melalui penggalangan dana, termasuk rencana lelang karya seni dan kegiatan amal.
Ke depan, SOIna menargetkan peningkatan jumlah atlet yang dikirim ke ajang global. Jika pada World Games di Berlin 2023 Indonesia hanya mengirim 25 atlet, pada World Summer Games 2027 jumlahnya diharapkan meningkat menjadi 63 atlet dari berbagai cabang olahraga.
Panitia juga telah mengajukan permohonan audiensi kepada Presiden Prabowo Subianto guna memperkuat dukungan terhadap atlet disabilitas. Mereka berharap pemerintah memberi perhatian lebih terhadap pembinaan dan partisipasi atlet bertalenta khusus di panggung internasional.











