Beranda Jogja Tempo Doeloe Seturan itu Dahulu Jalanan Sepi dan Mengerikan
Jogja Tempo Doeloe

Seturan itu Dahulu Jalanan Sepi dan Mengerikan

Sumber Gambar : Harian Jogja

Marknews.id – JALAN Seturan yang membujur dari belakang UPN Veteran Yogyakarta hingga Selokan Mataram di wilayah Kapanewon Depok, Sleman kini merupakan salah satu ruas jalan dengan arus lalu lintas yang padat. Bahkan pada jam-jam tertentu, kendaraan hanya bisa bergerak merayap.

Selain menghubungkan wilayah Yogyakarta sisi timur dengan sejumlah perguruan tinggi di Sleman timur, kawasan ini juga menjadi salah satu pusat bisnis dan lingkungan permukiman yang padat.

Namun siapa sangka jika ruas jalan itu dahulunya jalan yang relatif dihindari. Orang lebih memilih ruas Gorongan (barat UPN Veteran ke selatan tembus Hotel Sri Wedari di Jalan Solo) atau Ngringin yang ada di baratnya. Selain karena kondisinya sudah beraspal halus juga lebih ramai.

Hingga 1985-an, Seturan merupakan lapangan tembak milik TNI (sebelah barat jalan) dan persawahan/perkebunan tebu. Sedangkan lahan tempat UPN Veteran berdiri adalah persawahan.

Meski kondisi sepi, jangan coba-coba anda berhenti tanpa sebab dalam waktu yang relatif tidak sebentar. Akan ada orang yang datang kemudian membawa anda di bangunan yang ada di sisi selatan lapangan dan menginterogasinya. Beberapa rekan yang pernah mengalami menyebutkan selain ditanya surat-surat kendaraan bermotor dan kartu tanda penduduk, juga harus bisa menjawab yang meyakinkan mengapa berhenti. Menjawab yang terakhir ini gampang-gampang sulit. Gampang memberi jawaban, sulit meyakinkan si penanya. Dan anda tidak akan tahu siapa yang bertanya, karena lampu tidak terang dan menyorot ke anda, bukan ke sosok penanya, seperti dalam film-film yang kondang waktu itu, Rambo.

Setelah KTP dan keterangan lain dicatat, isi tas diperiksa dan penanya puas, anda akan diperbolehkan meninggalkan pos, dengan syarat sepeda motor dituntun hingga jalan.

Era berubah, lapangan tembak Seturan kemudian berangsur-angsur tumbuh menjadi kawasan perumahan dan di pinggir jalan menjadi kawasan bisnis dan pertokoan. Dan sebelum menjadi pertokoan dan perumahan sempat digunakan untuk sirkuit motor trail. (***)

Sebelumnya

Jurnalis di Era Konvergen

Selanjutnya

DPRD DIY Minta Pemerintah Pusat Jamin Keamanan Pasukan TNI di Lebanon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement