VW Camat
Oleh :Agus U jurnalis
Marknews.id – Mobil VW Safari ini mendapat julukan sebagai VW Camat. Julukan ini sebenarnya tidak sepenuhnya benar. Mobil yang berbasis Kübelwagen pada masa Perang Dunia Kedua dan kemudian dikembangkan sebagai Kurierwagen ini awalnya diproduksi di Jerman (Barat), namun kemudian juga di Brasil.
Julukan VW Camat sebenarnya berawal ketika persiapan Pemilu 1977, Pemilihan Umum kedua yang digelar oleh pemerintahan Orde Baru. Struktur penyelenggara Pemilu adalah LPU — Lembaga Pemilihan Umum — di pusat yang diketuai oleh Menteri Dalam Negeri.
Di tingkat provinsi lembaganya adalah PPD Tingkat I yang diketuai oleh Gubernur, dan di tingkat kabupaten/kota disebut PPD Tingkat II. Di bawahnya ada PPK — Panitia Pemilihan tingkat Kecamatan — yang diketuai oleh Camat/Kepala Wilayah.
Sebagai penunjang mobilitas, pemerintah/LPU memberikan mobil dinas kepada para camat sebagai Ketua PPK berupa VW Safari (VW Tipe 181) atau yang di Inggris disebut Trekker dan di Amerika Serikat disebut Thing. Yang diberikan kepada para camat ini adalah VW Safari berwarna oranye dengan logo LPU di pintu depan kiri dan kanan. Versi yang diberikan adalah yang hardtop, bukan yang vinyl top.
Pemilu 1977 sendiri merupakan Pemilu pertama setelah fusi partai politik. Hingga peserta Pemilu ada dua partai dan satu golongan. Partai Persatuan Pembangunan merupakan fusi dari Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Muslimin Indonesia (PARMUSI), Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII), dan Partai Islam PERTI. Kalau tidak keliru, dahulu PERTI singkatan dari Persatuan Tarbiyah Islamiyah.
Partai lainnya adalah Partai Demokrasi Indonesia atau PDI. Partai ini merupakan fusi dari Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Murba, Partai Kristen Indonesia (Parkindo), dan Partai Katolik. Satu lagi pesertanya adalah Golongan Karya atau Golkar, namun tidak boleh disebut sebagai partai politik.
Pemilu kedua ini dimenangkan oleh Golkar yang merebut 232 kursi di DPR dari total 360 kursi. PPP mendapat 99 kursi dan PDI meraih 29 kursi.
Mobil dinas VW Safari ini, usai pemilu, tidak dikembalikan atau ditarik. Mobil dinas PPK tersebut kemudian digunakan sebagai mobil dinas para camat se-Indonesia.
Berapa jumlah kecamatan di Indonesia tahun 1977? Sejauh ini tidak ditemukan data yang pasti. Namun dipastikan pemerintah memberikan kepada seluruh camat satu unit mobil VW Safari warna oranye.
Selain para camat, mobil yang didistribusikan PT Garuda Mataram ini juga digunakan oleh sejumlah instansi lainnya, baik yang hardtop maupun vinyl top. Jumlahnya pun menjadi sangat banyak.
Perkembangan berlanjut. Pemilu 1982, PPI/pemerintah tidak lagi memberikan mobil dinas kepada para camat berupa VW. Mobil dinas yang baru adalah Colt T-120 stesyen (station wagon). Warnanya sama, oranye. Hanya saja pada Colt T-120 ini masyarakat tidak melekatkan sebutan “Colt Camat”.
Meski warnanya tetap khas oranye, mobil ini memiliki empat lampu depan dan terdapat alarm kecepatan. Jika dipacu melebihi 80 km/jam, alarm akan berbunyi keras. Namun alarm ini biasanya dimatikan oleh pemiliknya.
Colt T-120 untuk para camat juga tidak ditarik kembali dan tetap menjadi mobil dinas para camat. Pada pemilu berikutnya, sudah tidak ada lagi pembagian mobil dinas bagi camat selaku Ketua PPK — Panitia Pemilihan Kecamatan.
Dan sekarang, mobil dinas para camat diberikan oleh pemerintah kabupaten/kota masing-masing.











