Milad ke-77, SMA Muhi Teguhkan Prestasi dan Silaturahmi

Yogyakarta(05/09/2026) –SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta (SMA Muhi) memperingati Milad ke-77 dengan rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat, meriah, dan penuh rasa syukur pada Sabtu (5/9/2026). Rangkaian utama diawali dengan apel upacara Milad pada pukul 07.00 WIB yang diikuti seluruh warga sekolah, mulai dari murid, guru, hingga tenaga kependidikan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah tamu undangan dari Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) DIY, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Yogyakarta, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non formal PWM DIY, Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Non formal PDM Kota Yogyakarta, Balai Dikmen Kota Yogyakarta, pengawas sekolah, Pengurus PRM Karangwaru, serta PCM Tegalrejo.
Mengusung semangat “Local Grounding, Global Impact”, Milad ke-77 menjadi momentum penting bagi SMA Muhi untuk mensyukuri perjalanan panjang selama 77 tahun sekaligus meneguhkan komitmen untuk terus memberikan kontribusi bagi pendidikan, masyarakat persyarikatan, bangsa, dan dunia.

Momentum tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kembali berbagai capaian yang telah diraih sekaligus menyiapkan langkah pengembangan sekolah di masa mendatang.
Ketua Panitia Milad ke-77, Ria Fitriyani Hadi, M.Pd., dalam pemaparannya menyampaikan tema dan makna peringatan Milad SMA Muhi tahun ini. Tema “Bungan Banget Pituna Puluh Pitu” menjadi refleksi perjalanan SMA Muhi yang telah memasuki usia 77 tahun, sebuah usia yang menunjukkan kematangan sekaligus tanggung jawab untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan kebaikan yang telah dibangun para pendahulu.
Ria juga memaparkan berbagai rangkaian kegiatan Milad yang telah dan akan dilaksanakan. Untuk murid, Gebyar Lomba Milad digelar pada 11 Agustus hingga 5 September 2026 dengan berbagai kegiatan, antara lain futsal, basket 3×3, tarik tambang, makan kerupuk, dan memancing.
Gebyar Lomba Milad untuk guru dan tenaga kependidikan dilaksanakan pada 17 Agustus dan 5 September. Selain itu, rangkaian Milad juga diisi Kunsiroh atau kunjungan silaturahmi pada 19 Agustus hingga 2 September, upacara Milad dan sarasehan pada 5 September, kemudian dilanjutkan jalan sehat, senam bersama, market day, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan pada 6 September.
Rangkaian berikutnya berupa Pengajian Akbar dan Khataman pada 23 September serta Seminar Perpustakaan pada Oktober 2026. Beragam agenda tersebut menunjukkan bahwa Milad tidak sekadar menjadi perayaan ulang tahun sekolah, tetapi menjadi ruang untuk memperkuat prestasi, silaturahmi, kesehatan, kepedulian sosial, kreativitas, dan penguatan nilai keislaman.
Bertindak sebagai inspektur upacara, Achmad Muhammad, M.Ag., selaku Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal PWM DIY, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas berbagai prestasi yang berhasil diraih SMA Muhi. Ia menyampaikan bahwa dalam satu tahun terakhir SMA Muhi telah mencapai 1.196 prestasi.
Capaian tersebut menjadi bukti kerja keras seluruh warga sekolah sekaligus menunjukkan konsistensi SMA Muhi dalam mengembangkan potensi murid di berbagai bidang. Achmad Muhammad mendorong para murid untuk terus bersyukur karena telah mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari SMA Muhi. Rasa syukur tersebut, menurutnya, perlu diwujudkan melalui semangat untuk terus berprestasi, menjaga karakter, serta memperkuat akhlak. Prestasi yang tinggi harus berjalan seiring dengan kepribadian yang baik sehingga keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari banyaknya penghargaan, tetapi juga dari kualitas karakter dan akhlak para lulusan.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru serta tenaga kependidikan yang selama ini dengan penuh kesabaran, kesetiaan, dan pengabdian telah mencurahkan tenaga serta pikirannya untuk persyarikatan Muhammadiyah. Dalam konteks usia 77 tahun, makna “Pitung Puluh Pitu” juga menjadi pengingat agar SMA Muhi senantiasa merawat apa yang telah tumbuh dan berkembang.
Usia yang semakin matang bukan alasan untuk berhenti, melainkan menjadi momentum untuk menjaga nilai-nilai baik, merawat tradisi, mempertahankan prestasi, dan terus melakukan pembaruan agar sekolah semakin kokoh menghadapi perubahan zaman.
Kemeriahan upacara Milad semakin terasa dengan berbagai penampilan dan atraksi yang dipersembahkan murid SMA Muhi. Setelah rangkaian upacara, dilakukan penyerahan penghargaan kepada murid-murid berprestasi sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras, dan pencapaian yang telah mereka raih. Penampilan atraksi Tapak Suci turut memperlihatkan semangat, kedisiplinan, dan ketangguhan murid, disusul aksi Pencinta Alam yang melakukan terjun dari gedung sekolah sebagai salah satu atraksi yang menarik perhatian peserta.
Suasana semakin semarak dengan persembahan tarian dan musikalisasi puisi yang menampilkan kreativitas seni murid. Perpaduan antara seremoni, penghargaan, olahraga, seni, dan berbagai atraksi tersebut menjadikan peringatan Milad ke-77 terasa hidup sekaligus menggambarkan karakter SMA Muhi yang terus memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan potensi mereka. Setelah apel upacara, rangkaian kegiatan berlanjut dengan berbagai lomba bagi guru dan karyawan yang menjadi sarana mempererat kebersamaan serta membangun suasana kekeluargaan di lingkungan sekolah.
Pada siang harinya, rangkaian Milad dilanjutkan dengan Sarasehan Milad ke-77 yang berlangsung pukul 12.30–15.00 WIB di Graha As-Sakinah SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta. Sarasehan menjadi momentum istimewa karena mempertemukan keluarga besar SMA Muhi dengan para purna guru dan tenaga kependidikan yang pernah mengabdikan diri di sekolah.
Kepala SMA Muhammadiyah 1 Yogyakarta, Drs. H. Herynugroho, M.Pd., menyampaikan terima kasih atas kehadiran para purna guru dan tenaga kependidikan. Ia mengajak seluruh keluarga besar, termasuk para mantan guru dan karyawan, untuk terus menjaga silaturahmi karena ikatan pengabdian kepada almamater dan persyarikatan tidak berhenti ketika masa tugas berakhir.
Herynugroho juga menjelaskan bahwa tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks. Sekolah harus menghadapi perubahan teknologi yang sangat cepat, tantangan pembentukan karakter murid, serta tuntutan dan tekanan yang semakin berat dari orang tua. Di tengah perubahan tersebut, SMA Muhi terus berupaya menjaga kualitas pendidikan dan memperoleh kepercayaan pemerintah sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi sekaligus sekolah model. Sekolah juga tengah berusaha melakukan pembelian tanah untuk mendukung pengembangan sekolah di masa mendatang. Menurutnya, berbagai perkembangan tersebut tidak terlepas dari fondasi yang telah diletakkan oleh para guru dan tenaga kependidikan terdahulu.
Sarasehan menghadirkan dua narasumber yang merupakan alumni SMA Muhi sekaligus dokter, yaitu dr. Tri Kusumo Bawono dan dr. Ardhanu, Sp.OG., Subsp. Onk. Dr. Tri Kusumo Bawono menyampaikan materi mengenai gaya hidup sehat dan pentingnya olahraga. Ia mengingatkan pentingnya menjaga pola hidup karena hipertensi dan kadar gula darah tinggi dapat menjadi faktor pemicu berbagai penyakit berat apabila tidak dikendalikan.
Sementara itu, dr. Ardhanu membahas berbagai penyakit kanker dan tumor pada area reproduksi laki-laki dan perempuan serta pentingnya meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan reproduksi. Kehadiran dua alumni yang telah berkiprah sebagai dokter menjadi bagian menarik dari sarasehan karena menunjukkan bahwa hubungan alumni dengan almamater dapat terus memberikan manfaat lintas generasi.
Rangkaian Milad ke-77 tersebut akhirnya ditutup pada pukul 15.00 WIB dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Melalui berbagai kegiatan tersebut, SMA Muhi meneguhkan bahwa perjalanan 77 tahun bukan sekadar catatan usia, melainkan perjalanan panjang yang harus terus dirawat dengan rasa syukur, prestasi, akhlak, silaturahmi, dan inovasi. Dengan tetap berpijak pada nilai-nilai lokal, keislaman, dan Muhammadiyah, SMA Muhi terus melangkah untuk menghadirkan dampak yang lebih luas sesuai semangat “Local Grounding, Global Impact”.
Sumber tulisan: Yusron Ardi Darmawan M.Pd








