Beranda Berita Utama UGM dan Pemda DIY Perkuat Kompetensi Peternak lewat Bimtek Kambing dan Domba
Berita Utama

UGM dan Pemda DIY Perkuat Kompetensi Peternak lewat Bimtek Kambing dan Domba

Marknews.id, Yogyakarta — Upaya meningkatkan kualitas peternakan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY resmi menjalin kerja sama untuk menyelenggarakan bimbingan teknis (Bimtek) budi daya kambing dan domba bagi para peternak di wilayah tersebut.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang menjadi dasar pelaksanaan program peningkatan kapasitas peternak. Melalui program tersebut, para pelaku usaha peternakan diharapkan dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang lebih komprehensif dalam mengelola usaha ternak secara berkelanjutan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Aris Eko Nugroho, mengatakan kemitraan dengan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung perbaikan sektor peternakan di daerah.

“Kami ingin berbenah dan menata dunia peternakan agar semakin baik. Beberapa tantangan seperti kasus kematian ratusan ayam akibat avian influenza (AI) menjadi pembelajaran penting bagi kita semua,” ujarnya, Senin (16/3).

Aris menjelaskan, sejak menjabat sekitar empat bulan terakhir, pihaknya mulai melakukan berbagai langkah penataan untuk meningkatkan kualitas tata kelola sektor peternakan. Salah satu fokus yang dikerjakan adalah memperkuat program peningkatan kapasitas sumber daya manusia peternak.

Ia menilai keterlibatan perguruan tinggi dapat membantu menghadirkan pendekatan ilmiah dan teknologi yang relevan bagi para peternak di lapangan. Dengan demikian, proses transfer pengetahuan dari dunia akademik ke masyarakat dapat berjalan lebih efektif.

Selain menggandeng perguruan tinggi, pemerintah daerah juga membuka ruang dukungan dari lembaga legislatif melalui mekanisme pokok pikiran (Pokir) DPRD untuk memperkuat berbagai program pengembangan peternakan.

“Ke depan kami sangat terbuka untuk menjalin berbagai kerja sama lain dengan Fapet UGM,” tambahnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Peternakan UGM, Prof. Ir. Budi Guntoro, menyampaikan bahwa hubungan kerja sama antara Fapet UGM dan Dinas Pertanian DIY sebenarnya telah berlangsung cukup lama melalui berbagai kegiatan akademik dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kerja sama antara Fapet UGM dengan Dinas Pertanian DIY sebenarnya sudah banyak dilakukan, baik dalam bentuk riset, pengabdian kepada masyarakat, maupun dukungan narasumber,” jelasnya.

Menurut Budi, keterlibatan akademisi dalam program pengembangan peternakan menjadi bagian penting dari peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah. Melalui kegiatan seperti pelatihan dan pendampingan, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di kampus dapat langsung dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dalam program Bimtek yang akan dilaksanakan, Fapet UGM menargetkan sekitar 585 peserta yang sebagian besar berasal dari kalangan peternak di DIY. Para peserta akan mengikuti pelatihan yang dibagi ke dalam tujuh gelombang atau batch.

Setiap batch akan diikuti sekitar 90 peserta agar proses pembelajaran dapat berlangsung lebih efektif dan interaktif. Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama dua bulan, yakni mulai April hingga Mei 2026.

Empat batch pertama akan dilaksanakan pada April, sementara tiga batch berikutnya dijadwalkan pada Mei.

Materi yang diberikan dalam program ini mencakup berbagai aspek penting dalam usaha peternakan kambing dan domba. Peserta akan mendapatkan pembekalan mulai dari manajemen reproduksi dan teknik pengembangbiakan, hingga pengelolaan nutrisi ternak.

Selain itu, pelatihan juga membahas pemanfaatan hijauan pakan ternak, pengolahan limbah peternakan, serta pemahaman mengenai aspek sosial ekonomi dalam usaha peternakan.

Melalui program ini, diharapkan para peternak tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis dalam mengelola ternak, tetapi juga mampu mengembangkan usaha peternakan yang lebih produktif, efisien, dan berkelanjutan di masa mendatang.

Sebelumnya

New Sonet Tawarkan Performa Adaptif dan Teknologi Keselamatan untuk Mobilitas Perkotaan

Selanjutnya

Mengenal Sultan Ground dan Pakualaman Ground dalam Sistem Tanah Yogyakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement