Beranda Jogja Tempo Doeloe Tak Ada Lagi SPG, SGO, SPMA, SPbMA, SMOA, SAA, SMSR, Konservatori Tari
Jogja Tempo Doeloe

Tak Ada Lagi SPG, SGO, SPMA, SPbMA, SMOA, SAA, SMSR, Konservatori Tari

Ilustrasi

oleh:Agus U, jurnalis

Marknews.id – YOGYAKARTA sejak dahulu dikenal sebagai Kota Pelajar. Tidak hanya banyak perguruan tinggi yang kemudian mengundang kalangan muda dari berbagai daerah di Indonesia yang belajar di Yogyakarta.

Namun pada masa lalu, Yogyakarta juga memiliki sekolah-sekolah kejuruan (vokasi) tingkat SLTA — Sekolah Lanjutan Tingkat Atas yang sangat beragam. Namun, banyak sekolah-sekolah yang kemudian hilang, karena berubah menjadi sekolah-sekolah yang tidak lagi menjadi salah satu jenis SMK.

Dahulu, era 1980-an atau yang sebelumnya, orang dengan membaca namanya saja sudah tahu, sekolah tersebut akan memberikan bekal keilmuan apa bagi siswa-siswanya. Tidak seperti sekarang. Begitu melihat nama sekolah vokasi, pasti namanya SMK. Lalu, mengajarkan apa? Nanti dulu masih harus mencari referensi yang lebih mendalam.

Tak mudah mengetahui isinya apa jika hanya membaca nama SMK Negeri 1, SMK Negeri 7, SMK Bina Harapan dan sebagainya. Di luar SMA, saat ini yang dengan mudah diketahui isinya Madrasah Aliyah yang berarti sekolah setingkat SLTA dengan materi pelajaran tambahan adalah agama Islam yang pengelolaannya ada di Kementerian Agama.

Berbeda dengan masa yang lalu. Melihat namanya kita tahu.

STM — berarti sekolah teknik. Mata pelajarannya adalah keteknikan sesuai dengan jurusan. Teknik Mesin, Teknik Bangunan, Teknik Listrik atau lainnya.

STM Negeri di Kota Yogyakarta, dahulunya adalah STM Negeri 1 dan STM Negeri 2 — kalau dahulu penandanya dengan angka Romawi, sehingga STM Negeri I dan STM Negeri II. STM Negeri I berada di Jetis. Jika STM Negeri I masuk pagi, maka STM Negeri II masuk siang — keduanya sekarang adalah SMK Negeri 1 dan SMK Negeri 2. Masuk pagi semuanya. Sedangkan STM Pembangunan yang merupakan “sekolah unggulan” berada di Mrican, Depok, Sleman sekarang menjadi SMK Negeri 2 Sleman.

Sedangkan sekolah kejuruan yang jumlahnya cukup banyak di Yogyakarta saat itu adalah SPG — Sekolah Pendidikan Guru. Untuk SPG Negeri ada dua, SPG Negeri 1 di Jalan Senopati yang sekarang menjadi SLB dan SPG Negeri 2 yang ada di Bintaran.

Sedangkan swasta antara lain SPG Muhammadiyah yang ada di Jalan Kapten P Tendean dan sekarang menjadi SMA Muhammadiyah 7. Ada pula SGO — Sekolah Guru Olahraga dan SMOA Sekolah Menengah Olahraga Atas yang tidak ada kelanjutannya saat ini.

Ada lainnya, bagi yang ingin menjadi Guru Agama, tersedia PGA — Pendidikan Guru Agama dan yang ingin menjadi hakim di Pengadilan Agama ada PHIN — Pendidikan Hakim Islam Negeri yang sekarang gedungnya menjadi MAN 1.

Jika lulusan SMP ingin bekerja di apotek, ia bisa mendaftar di SAA atau Sekolah Asisten Apoteker atau jika ingin menekuni pertanian dan perkebunan, tersedia Sekolah Menengah Pertanian Atas atau SPMA yang ada di Jalan Kusumanegara dan sekarang menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian atau Sekolah Menengah Perkebunan Atas — SPbMA yang ada di Jalan Kenari.

Lulusan SMP yang ingin menekuni kesenian juga tersedia SMSR — Sekolah Menengah Seni Rupa, atau Konservatori Tari atau Sekolah Menengah Musik (SMM). Ketiganya dilebur menjadi satu dan sekarang dikenal dengan nama SMKI yang ada di Jalan Bugisan Ngestiharjo, Kasihan, Bantul.

Namun jika ingin menekuni dunia kerajinan ada Sekolah Menengah Kerajinan/Industri Kecil.

Mau terjun ke dunia tata busana, tata boga atau kepandaian putri lainnya ada SKKA — Sekolah Kesejahteraan Keluarga Atas dan kemudian berubah menjadi SMKK — Sekolah Menengah Kesejahteraan Keluarga.

Banyak sekolah yang kemudian mengalami perubahan, hilang menjadi sekolah lain atau menjadi lokasi kegiatan lain, atau berubah menjadi SMK. Kebanyakan yang berubah menjadi SMK adalah yang dahulunya STM dan sebagian lainnya yang dahulunya adalah SMEA — Sekolah Menengah Ekonomi Atas. SMEA lebih banyak mengajarkan administrasi perkantoran, tata buku dan hitung dagang — keduanya menjadi akuntansi.

Masih banyak lagi.

Ada hal lainnya, sebelum adanya Kejar Paket A, B, C. Bagi para pegawai pemerintah (khususnya) yang ingin memiliki ijazah setingkat SMA bisa mengikuti semacam pendidikan setingkat SMA yang disebut KPAA — Kursus Pegawai Administrasi Atas. Atau mengikuti sekolah SMA malam hari. SMA Malam ini dinamakan SMA YUB yang dahulunya digelar di SMP Negeri 2 Yogyakarta dan kemudian pindah di sekitar Jalan Letjen S Prapto dan ilang. (***)

Sebelumnya

Xiaomi Mix 5 Dirumorkan Segera Meluncur, Bawa Misi Menghidupkan Kembali Inovasi Desain Ekstrem

Selanjutnya

Menjelajah Gunung Bawakaraeng, Destinasi Favorit Pendaki di Gowa Sulawesi Selatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement