KOMISI Gelar “Sales Transformation” untuk Tingkatkan Kompetensi Sales Leader di Era Digital
MARKNEWS.ID , JAKARTA – Komunitas Sales Indonesia (KOMISI) sukses menyelenggarakan acara “Sales Transformation” di Hotel Ibis Styles Sunter, Jakarta, dengan tujuan meningkatkan kompetensi para sales leader dalam menghadapi dinamika bisnis modern. Acara ini dihadiri oleh 30 peserta yang terdiri dari berbagai perusahaan, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap kebutuhan peningkatan kemampuan dalam dunia penjualan yang terus berkembang pesat.
Acara dibuka oleh Sekar Tyas Nareswari, pengurus divisi vokasi KOMISI Pusat dan Sales Manager di Azko. Dalam sambutannya, Sekar memimpin sesi perkenalan interaktif yang unik dan kreatif. Ia mendorong peserta untuk memperkenalkan diri sekaligus melakukan soft selling secara halus.
“Silakan memperkenalkan diri. Ada 30 peserta yang hadir. Boleh juga sambil soft selling alias jual diri tapi tanpa ketahuan kalau sedang jualan. Siapa tahu tambahan omset berasal dari teman kanan kiri depan belakang kita,” ujar Sekar, disambut tawa dan antusiasme dari peserta.
Pentingnya Adaptasi Teknologi dalam Dunia Sales
Indra Hadiwidjaja, Ketua KOMISI Pusat dan praktisi sales leader di perusahaan asuransi jiwa, menyoroti pentingnya adaptasi terhadap teknologi terkini. Dalam era otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI) yang semakin berkembang, sales leader dituntut untuk lebih mahir dalam memanfaatkan teknologi guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi tim.
“Bisnis saat ini berubah sangat cepat dengan otomatisasi, kecerdasan buatan (AI), dan machine learning menggantikan pekerjaan rutin. Untuk mendapatkan informasi yang tepat dari AI, kita harus mampu membuat prompt yang tepat, yaitu instruksi atau pertanyaan yang diberikan pada sistem AI untuk mengarahkan respons yang dihasilkan. Ini perlu diketahui untuk membantu pekerjaan sales leader,” jelas Indra.
Indra juga menyoroti tantangan dalam memimpin tim lintas generasi yang memiliki cara pandang dan pendekatan kerja yang berbeda.
“Sales leader kadangkala justru lebih susah menghadapi anak buahnya dibandingkan customer. Dengan adanya gap generasi, cara memimpin tim sales menjadi lebih kompleks. Rata-rata sales leader diangkat menjadi manajer atau pimpinan sales karena sebelumnya mampu mencapai dan melampaui target perusahaan. Namun, membuat anak buah memiliki kemampuan mencapai target seperti saat kita dulu mencapai target adalah bukan perkara mudah bahkan lebih mudah menghadapi customer daripada menghadapi tim untuk bisa mencapai target,” tambah Indra.
Gaya Kepemimpinan Transformasional dan Coaching yang Efektif
Pada sesi selanjutnya, Dedy Budiman, M.Pd., founder KOMISI dan Champion Sales Trainer Derap Dinamis, membahas pentingnya gaya kepemimpinan transformasional dalam memotivasi tim.
“Gaya kepemimpinan transformasional yang menginspirasi dan memotivasi tim melalui visi yang kuat, dukungan personal, dan pengembangan individu akan lebih efektif dibandingkan dengan gaya kepemimpinan transaksional yang menekankan reward dan punishment,” ungkap Dedy yang juga merupakan mahasiswa doktoral dengan fokus penelitian di bidang sales.
Dedy juga menjelaskan mengenai metode coaching GROW (Goal, Reality, Options, Will) dan pemahaman model DISC (Dominan, Intim, Stabil, Cermat) untuk lebih memahami personality dan behavior tim.
“Kita perlu memahami personality dan behavior DISC serta memotivasi karyawan menggunakan the 5 languages yang disingkat dengan KAWAH PERSIK, yaitu Kata-kata penguat, Waktu, Hadiah, Pelayanan, Sentuhan Fisik, yang terinspirasi dari buku ‘The 5 Languages of Appreciation in the Workplace’ karya Gary Chapman. Dan untuk coaching, paling sulit adalah membuat pertanyaan, manfaatkan AI seperti deepseek atau chatgpt dengan prompt yang tepat. Manfaatkan kemudahan teknologi,” jelas Dedy.

Implementasi Langsung dan Evaluasi Pasca Pelatihan
Tidak hanya menerima teori, peserta juga berpartisipasi dalam diskusi kelompok dan praktik langsung untuk menerapkan konsep yang telah dipelajari. Untuk memastikan penerapan ilmu yang didapat, peserta diberikan tugas untuk dipraktikkan dengan tim masing-masing setelah pelatihan. KOMISI akan memantau perkembangan implementasi ini melalui grup WhatsApp untuk menilai dampaknya terhadap kinerja perusahaan.
Acara diakhiri dengan sesi foto bersama dan pemberian hadiah buku “Berani Jualan” kepada kelompok peserta paling aktif.
“Terima kasih atas keaktifan semua peserta. Harapan kami, ilmu yang didapat hari ini dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari dan membawa kesuksesan bagi kita semua,” pungkas Sekar Tyas Nareswari, yang juga merupakan founder Takon Pakar Edutainment.
Transformasi Sales di Era Digital
Acara Sales Transformation yang diadakan oleh KOMISI ini berhasil memberikan wawasan baru kepada para sales leader mengenai pentingnya adaptasi teknologi, kepemimpinan yang inspiratif, serta strategi coaching yang efektif. Dengan dinamika bisnis yang terus berubah, kompetensi ini diharapkan mampu membantu sales leader menghadapi tantangan yang semakin kompleks, terutama dalam memimpin tim lintas generasi dan memanfaatkan kecerdasan buatan dalam strategi penjualan.
Melalui pendekatan yang unik dan relevan, KOMISI kembali menunjukkan komitmennya dalam membekali para praktisi sales dengan keterampilan dan pengetahuan terkini, menjadikan mereka lebih siap dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat.











