KOMAS Pasang Lampu Surya di Akses Pesantren Daaru Tahfidz Agam
Proses pemasangan lampu tenaga surya di Akses Pesantren Daaru Tahfidz Agam
MARKNEWS.ID, KABUPATEN AGAM, SUMATERA BARAT — Komas (Komunitas Masyarakat Santri) memasang instalasi penerangan jalan berbasis panel surya di akses menuju Pesantren Daaru Tahfidz, Cangkiang Batu Taba, Kabupaten Agam. Program bertajuk “Cahaya Ilmu Terangi Jalan” itu menjadi respons atas minimnya penerangan di jalur utama menuju pesantren.
Selama ini, akses menuju pesantren tersebut gelap karena belum tersentuh lampu penerangan jalan umum. Kondisi itu dinilai membahayakan santri dan warga yang melintas pada malam hari. “Kami sangat bersyukur atas gerak cepat pemerintah memperbaiki jalan. Dengan begitu, bantuan dari Komas bisa kami maksimalkan untuk menerangi jalan ini, sehingga santri penghafal Al-Qur’an dapat melintas dengan aman dan nyaman,” ujar Ust. Budiman Hasan, perwakilan Komas, di sela proses instalasi.
Semula, Komas berencana menyalurkan bantuan untuk memperbaiki akses jalan pesantren yang rusak parah akibat tergerus banjir. Namun, setelah pemerintah daerah mempercepat perbaikan infrastruktur tersebut, komunitas ini mengalihkan alokasi bantuan ke pemasangan lampu penerangan jalan.
Sekretaris Jenderal Komas, Baharuddin Harahap, mengatakan bantuan kepada para penyintas bencana banjir dan longsor di Sumatra terus dilakukan secara bertahap. Menurut dia, dukungan terhadap pesantren menjadi bagian dari upaya menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah situasi pascabencana.
“Bantuan kepada para penyintas banjir dan longsor di Sumatra terus kami lakukan. Demi kelangsungan kegiatan belajar dan mengajar di pesantren ini, kami menghadirkan lampu tenaga surya yang tidak memerlukan aliran listrik PLN. Sistem ini juga tidak merepotkan dari sisi biaya operasional,” kata Baharuddin.
Pemilihan teknologi panel surya dinilai strategis. Selain ramah lingkungan, sistem itu memungkinkan penerangan beroperasi mandiri tanpa membebani biaya listrik bulanan pesantren. Dengan demikian, manfaatnya diharapkan berkelanjutan.
Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong oleh anggota komunitas dan para santri. Lampu dipasang di sejumlah titik strategis untuk meningkatkan keamanan dan mendukung mobilitas santri serta masyarakat sekitar, terutama pada malam hari.
FULL











