Beranda Pendidikan UII Menyapa NTB, Tegaskan Peran Alumni dan Ajak Generasi Muda Temukan Versi Terbaik
Pendidikan

UII Menyapa NTB, Tegaskan Peran Alumni dan Ajak Generasi Muda Temukan Versi Terbaik

Saat acara UII Menyapa para alumni dari NTB

MARKNEWS.ID, Lombok – Program “UII Menyapa Lombok”, Nusa Tenggara Barat (NTB) menjadi momentum penting bagi Universitas Islam Indonesia (UII) untuk mempererat hubungan dengan alumni sekaligus mengajak generasi muda melanjutkan pendidikan tinggi di kampus berakreditasi unggul dan bereputasi global. Wakil Rektor Bidang Pengembangan Akademik dan Riset UII, Jaka Nugraha, menegaskan, alumni bukan sekadar label administratif.

“Alumni itu tidak sekadar status. Ketika seseorang mengenang masa pendidikannya, berarti ia sudah menjadi bagian dari Universitas Islam Indonesia. Karena itu, Bapak-Ibu semua kami posisikan sebagai keluarga besar UII,” ujar Jaka, Ahad malam, 15 Februari 2026.

Ia menjelaskan, UII merupakan milik umat. Yayasan yang menaunginya berbentuk Badan Wakaf, bukan milik individu. Sejak didirikan pada 27 Rajab 1364 H atau 8 Juli 1945 di Jakarta dengan nama Sekolah Tinggi Islam (STI), UII hadir bersamaan dengan lahirnya Republik Indonesia dan mengawal perjalanan bangsa.

Tokoh-tokoh nasional seperti Mohammad Hatta dan Mohammad Natsir tercatat sebagai bagian dari para pendiri. “Nilai-nilai perjuangan para pendiri itulah yang terus kami rawat hingga hari ini,” katanya.

Jaka menegaskan, visi UII sebagai rahmatan lil ‘alamin menjadi landasan utama dalam pengembangan universitas—memberi manfaat seluas-luasnya, tidak hanya bagi manusia, tetapi juga bagi alam dan lingkungan.

Saat ini, UII memiliki sekitar 66 program studi. Sekitar 64 persen di antaranya telah meraih akreditasi Unggul. Jumlah mahasiswa aktif berkisar 20–30 ribu orang setiap tahun ajaran baru. Sejumlah program baru terus berkembang, termasuk Program Doktor Teknik Industri yang dalam tiga tahun telah meraih akreditasi Unggul.

UII juga membuka Program Profesi Insinyur serta skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) yang memungkinkan pengalaman kerja profesional dikonversi menjadi satuan kredit semester (SKS). Skema serupa diterapkan di beberapa program magister untuk mempercepat masa studi bagi para praktisi.

“Inovasi ini menjadi bentuk komitmen kami dalam memberikan layanan pendidikan yang fleksibel, khususnya bagi yang sudah bekerja,” ujar Jaka.

Ia menambahkan, kualitas dosen menjadi kunci utama. Saat ini sekitar 20–30 persen dosen UII telah berkualifikasi doktor (S3), dan jumlah tersebut ditargetkan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan.

Menurut Jaka, alumni memiliki peran strategis, mulai dari membantu proses input mahasiswa berkualitas, menjadi mentor, memberi masukan kurikulum, hingga menyediakan tempat kerja praktik. “Baik-buruknya sikap dan perilaku kita di masyarakat turut mencerminkan marwah nama UII,” tegasnya.

Sementara itu, Nadia Wasta Utami Direktur Pemasaran UII menekankan bahwa UII Menyapa Lombok bukan sekadar kegiatan promosi, melainkan membuka akses informasi seluas-luasnya bagi siswa.

“Melalui UII Menyapa Lombok, kami ingin menunjukkan bahwa setiap siswa punya kesempatan menemukan versi terbaik dirinya di kampus impian. UII menyediakan lingkungan islami, fasilitas kelas dunia, serta peluang mobilitas internasional yang luas,” ujar Nadia.

UII tercatat sebagai Kampus Islam #1 di Indonesia versi Times Higher Education World University Rankings 2024, serta meraih peringkat 8 nasional PTN-PTS pada pemeringkatan 2025. UII juga terakreditasi Unggul oleh BAN-PT periode 2022–2027.

Dengan 9 fakultas dan lebih dari 65 program studi—termasuk 16 Program Internasional—UII menawarkan jenjang pendidikan Diploma, Sarjana, Sarjana Terapan, Profesi, Magister, hingga Doktor. Sejumlah program telah mengantongi akreditasi internasional seperti ASIIN, IABEE, FIBAA, hingga AUN-QA.

Fasilitas kampus pun lengkap, mulai dari Masjid Ulil Albab, UII Training Ground, gedung olahraga, perpustakaan modern, hingga layanan digital seperti Google Suite for Education, Office 365, dan jaringan WiFi UIIConnect serta eduroam. Penilaian lima bintang untuk kategori fasilitas dan employability pada QS World University Ratings 2021–2024 semakin mengukuhkan reputasi tersebut.

UII juga menyediakan beragam jalur masuk—Jalur Rapor, Jalur Tes, Jalur Nilai UTBK—serta berbagai beasiswa seperti Hafiz/Hafizah, Santri, Afirmasi, Atlet & Juara Seni, hingga KIP. Bahkan tersedia skema “Kuliah Rp0 hingga Sarjana” bagi mahasiswa berprestasi dan kurang mampu.

“Biaya bukan lagi penghalang utama. Kami membuka banyak opsi pembiayaan dan beasiswa agar akses pendidikan semakin inklusif,” kata Nadia.

Melalui UII Menyapa Lombok, universitas berharap generasi muda setempat berani melangkah lebih jauh dan memanfaatkan kesempatan pendidikan tinggi.

“Berpendidikan tinggi memang tidak otomatis menjamin kesuksesan. Tetapi dengan pendidikan tinggi, kesempatan untuk meraih sukses terbuka jauh lebih luas,” tutup Nadia.

FULL

Sebelumnya

Borobudur dan Prambanan Jadi Pusat Perayaan Imlek 2577, InJourney Angkat Akulturasi Budaya di Situs Warisan Dunia

Selanjutnya

Perguruan Tinggi Islam Diminta Menjadi Institusi Peradaban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement