Bontitan – Sanggrahan – Sarkem
Oleh:Agus U, jurnalis
Marknews.id – TAHUN 1974 Pemerintah Kotamadya Yogyakarta mengeluarkan Keputusan Kepala Daerah No. 166/K.D/1974 tentang Penunjukan Tempat untuk Proyek Resosialisasi Wanita Tuna Susila di Yogyakarta. Lokasinya adalah Mrican, Sanggarah, Umbulharjo. Pemindahan para wanita tuna susila — ada yang menyingkat dengan WTS ada pula yang mengakronim Wantunas — dari Pasar Kembang ke Mrican, Umbulharjo berjalan lancar.
Ternyata yang dipindahkan tidak hanya para pelacur dengan germonya tetapi ada pula sejumlah gelandangan yang tidak mempunyai tempat tinggal. Setelah pemindahan, Pasar Kembang ternyata tetap menjadi tempat yang tidak berubah.
Dan kemudian pada tahun 1997, Walikota Yogyakarta menerbitkan Keputusan Nomor: 408/KD/Tahun 1997 tentang Pencabutan Keputusan Walikota Yogyakarta No. 166/K.D/1974 tentang Penunjukan Tempat untuk Proyek Resosialisasi Wanita Tuna Susila.
Kalau mau melihat pengaturan tentang pelacuran di Yogyakarta, selain dari keputusan walikota tersebut, pada tahun 1924 Kesultanan Yogyakarta mengeluarkan Rijksblad nomor 19 dan tahun 1954 muncul Perda nomor 15 disusul Perda nomor 18 pada tahun yang sama. Peraturan ini menyebut tentang pelacuran sebagai “Tindakan orang-orang yang menyerahkan badannya untuk berbuat zina dengan mendapat upah.”
Sanggrahan atau SG, merupakan kawasan yang relatif luas yang kini lokasinya menjadi bagian dari Terminal Bus Yogyakarta atau Terminal Giwangan. Sanggrahan, Umbulharjo yang sering disingkat SG. Lokasi yang dicatat dalam administrasi pemerintahan sebagai RT 11A ini menggunakan sebutan sebagai Resos atau tempat resosialisasi.
Kepala Dinas Sosial Kota Yogyakarta era 1980-an, Sunarjo menjelaskan, di tempat ini para PSK mendapat pelajaran ketrampilan yang diharapkan akan menjadi bekal untuk hidup lebih baik setelah pensiun atau bahkan mungkin pensiun dini. Banyak yang menyukai datang ke tempat ini, karena setiap Rabu/Kamis seluruh penghuni tempat ini mendapat pemeriksaan kesehatan dan suntikan untuk mencegah terpaparnya penyakit kelamin.
Lokasi lainnya Pasar Kembang dan Bong Suwung. Nama Bong Suwung itu sendiri mengacu tempat kompleks pemakaman (bong). Lokasinya berada di wilayah Kemantren Jetis. Sedangkan Pasar Kembang merupakan salah satu tempat lokalisasi yang masih ada hingga masa kini. Tempat ini lebih familier disebut Sarkem, akronim dari PaSAR KEMbang.
Ada juga orang yang menyebutnya Gang Tiga, sebab keberadaanya sendiri berada di gang ketiga dari Timur Pasar Kembang. Pasar Kembang sendiri sudah ada sejak era kolonial Belanda. Pada awal 1970-an disebut pula Pasar Kembang Balokan, tempat yang digunakan PNKA (Perusahaan Negara Kereta Api) untuk menumpuk kayu-kayu (balok) yang digunakan untuk bahan bakar kereta api ketel uap.
Lokasi lainnya tidak jauh dari Kota Yogyakarta, Bontitan. Sebuah tempat yang berada di Kapanewon Kasihan, Bantul. Tempat yang berada di dekat sungai ini menampung puluhan pelacur dengan belasan rumah para germo. Tak pernah ada yang tahu kata dasar Bontitan ini apa.
Hanya saja, ada karya yang berupa bedaya yang dinamakan Bedaya Bontit, Yasan Dalem (karya) Sri Sultan Hamengku Buwono VIII. Tarian yang tercatat dalam manuskrip “Kagungan Dalem Serat Kandha Bedhaya Srimpi” dengan kode BS 09 : 12, yang disimpan di Perpustakaan Kawedanan Kridhamardawa Keraton Yogyakarta.
Tarian ini menggambarkan pertarungan antara Raden Permadi (Raden Harjuna) dengan Raden Suryatmaja (Adipati Karna) di Pura Mandaraka memperebutkan Dewi Surtikanthi. Alkisah, Prabu Duryudana dari Kerajaan Ngastina meminang Dewi Surtikanthi, putri Prabu Salya dari negara Mandaraka. Dewi Surtikanthi bersedia dengan syarat ia dirias oleh Raden Permadi pada hari pernikahan. Syarat itu diluluskan.
Setelah Bontitan dan Sanggrahan ditutup, ternyata pelacuran atau prostitusi di Yogyakarta tidak hilang. Sejumlah lokasi masih tetap memberikan layanan dan nyaris tak tersentuh oleh hukum. Apalagi kini marak perpesanan pelacur melalui online.
Hingga muncul ikon-ikon baru yang memberi peluang besar bagi penikmatnya. Ikon lokasi ataupun alamat situs internet. Lewat Facebook, TikTok, SnackVideo, Telegram X, zangi atau di X banyak yang menawarkan dagangan ini. (***)











