KKN-PPM Mandiri UMBY Kelompok 37 Dorong Pemberdayaan Warga Dusun Wonogiri Lewat Program Edukasi hingga Lingkungan
MARNEWS.ID, MAGELANG — Pengabdian mahasiswa kepada masyarakat tidak selalu berhenti pada kegiatan seremonial. Hal tersebut ditunjukkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Mandiri Kelompok 37 Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) melalui rangkaian program kerja yang menyasar kebutuhan warga Dusun Wonogiri, Desa Gejagan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.
Sejak akhir Juli hingga pertengahan Agustus 2026, mahasiswa menghadirkan sejumlah kegiatan yang melibatkan anak-anak, remaja, orang tua, hingga masyarakat umum. Program tersebut mencakup bidang kesehatan, pendidikan, pencegahan perundungan, literasi digital, pengembangan potensi media sosial, serta kepedulian terhadap lingkungan.
Pendekatan kepada masyarakat dilakukan sejak awal melalui kegiatan yang bersifat rutin. Salah satunya Senam Sehat Bersama yang dimulai pada 26 Juli 2026. Kegiatan tersebut diarahkan untuk mendorong kebiasaan hidup aktif sekaligus menjadi ruang interaksi antara mahasiswa dan warga.
Sementara itu, mahasiswa juga menggelar Bimbingan Belajar Rutinan sejak 1 Agustus 2026. Kegiatan ini diperuntukkan bagi anak-anak Dusun Wonogiri sebagai bentuk dukungan terhadap proses belajar sekaligus upaya membangun kedekatan dengan generasi muda di lingkungan setempat.
Tidak hanya bergerak di lingkungan dusun, mahasiswa KKN-PPM Mandiri Kelompok 37 juga membawa program edukasi ke sekolah. Pada 6 Agustus 2026, mereka melaksanakan program CERIA (Cegah Perundungan dan Kelola Emosi Anak) di SD Gejagan dengan sasaran siswa kelas 5.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan psikoedukasi mengenai perundungan. Materi yang diberikan meliputi pengenalan berbagai bentuk bullying, dampak yang dapat ditimbulkan, serta cara mengelola emosi. Edukasi tersebut diarahkan sebagai langkah pencegahan sejak dini terhadap perilaku perundungan di lingkungan sekolah.
Media Sosial Didorong Jadi Ruang Produktif
Perhatian mahasiswa berikutnya diarahkan kepada remaja dan warga muda. Pada 8 Agustus 2026, mereka menyelenggarakan pelatihan bertajuk Pemanfaatan Media Sosial: Dari Hobi Menjadi Peluang Melalui Pengembangan Karir sebagai Konten Kreator.
Pelatihan tersebut memberikan wawasan kepada peserta mengenai kemungkinan mengembangkan aktivitas bermedia sosial menjadi sesuatu yang lebih produktif. Peserta diperkenalkan dengan dasar pembuatan konten digital serta strategi memanfaatkan media sosial secara positif untuk membuka peluang pengembangan karier.
Edukasi kemudian berlanjut kepada orang tua melalui program Digital Edukasi: Bijak dalam Menggunakan Gadget pada 10 Agustus 2026.
Program tersebut menitikberatkan pada pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak ketika menggunakan gawai. Pendampingan dan pengawasan dinilai penting untuk membantu mencegah dampak negatif penggunaan perangkat digital secara berlebihan.
Beragam kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa mendapat respons positif dari masyarakat. Ketua PKK sekaligus Posyandu Dusun Wonogiri, Marliyah, mengapresiasi kehadiran mahasiswa KKN di tengah warga.
“Senang sekali dengan kehadiran adik-adik KKN. Kita di sini jadi banyak belajar ilmu baru lewat program kerja Mbak dan Mas KKN,” tutur Marliyah.
Ditutup dengan Program Peduli Lingkungan
Rangkaian pengabdian Kelompok 37 kemudian ditutup dengan kegiatan yang menyentuh aspek kebersihan lingkungan. Pada 14 Agustus 2026, mahasiswa membuat dan memasang plang bertuliskan “Dilarang Membuang Sampah Sembarangan”.
Pemasangan plang tersebut menjadi bagian dari upaya mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan Dusun Wonogiri. Selain menjadi penanda, keberadaan plang diharapkan dapat menjadi pengingat bagi warga untuk mempertahankan kebiasaan membuang sampah pada tempatnya.
Rangkaian program yang dijalankan mahasiswa KKN-PPM Mandiri Kelompok 37 UMBY memperlihatkan pendekatan pengabdian yang mencakup berbagai kelompok usia dan persoalan di masyarakat. Mulai dari aktivitas fisik, pendampingan pendidikan anak, pencegahan perundungan, pemanfaatan teknologi dan media sosial, hingga kesadaran lingkungan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap manfaat program tidak berhenti setelah masa KKN berakhir. Program-program yang telah dilaksanakan diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi warga Dusun Wonogiri sekaligus menjadi bagian dari penerapan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.








