Kalahkan 436 Sekolah, SMK Kristen Petra Surabaya Raih Juara OJM 2026
MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA – SMK Kristen Petra Surabaya berhasil meraih gelar juara pertama Grand Final Olimpiade Jaringan MikroTik (OJM) 2026. Sekolah asal Surabaya tersebut mengungguli SMK Negeri 1 Gombong dan SMK Negeri 1 Kota Bekasi dalam babak cerdas cermat yang berlangsung di Yogyakarta, Jumat malam (23/10).
SMK Kristen Petra Surabaya mengumpulkan 130 poin dalam kompetisi tingkat nasional tersebut. Kemenangan ini mengantarkan mereka meraih uang pembinaan Rp25 juta, 20 unit router MikroTik hAP ac3, medali, piala, serta beasiswa pendidikan penuh dari ASTRAtech (Politeknik Astra).
Sementara itu, SMK Negeri 1 Gombong menempati posisi kedua dengan 100 poin. Tim tersebut memperoleh uang pembinaan Rp15 juta, 20 unit router MikroTik hAP ac2, medali, piala, dan beasiswa potongan biaya studi sebesar 50% dari ASTRAtech.
Adapun SMK Negeri 1 Kota Bekasi meraih juara ketiga dengan 45 poin. Penghargaan yang mereka terima meliputi uang pembinaan Rp10 juta, 20 unit router MikroTik hAP lite, medali, piala, serta beasiswa potongan biaya studi sebesar 50%.
OJM 2026 Diikuti 436 Sekolah dari Seluruh Indonesia
Olimpiade Jaringan MikroTik tahun ini memasuki penyelenggaraan ke-9 dengan melibatkan 436 sekolah dari berbagai daerah di Indonesia. Penyelenggara memulai rangkaian seleksi sejak Agustus 2026 hingga menghasilkan 15 sekolah terbaik yang berhak melaju ke tahap final di Yogyakarta.
Para finalis menjalani serangkaian pengujian untuk mengukur kemampuan teknis dan penguasaan materi jaringan komputer. Tiga sekolah dengan hasil terbaik kemudian melanjutkan persaingan dalam Grand Final untuk memperebutkan gelar juara nasional.
Selain menjadi ajang kompetisi, OJM memberikan kesempatan kepada siswa SMK untuk mengasah kemampuan pemecahan masalah dan memahami tantangan pekerjaan profesional di bidang jaringan komputer.
Nilai Tes Finalis Meningkat, AI Dukung Proses Belajar
Peningkatan kemampuan peserta menjadi salah satu catatan penting dalam penyelenggaraan OJM 2026. Direktur Utama PT Citraweb Solusi Teknologi, Valens Riyadi, menyampaikan bahwa rata-rata nilai tes tertulis finalis tahun ini mencapai 85,16%.
Angka tersebut meningkat dibandingkan rata-rata sekitar 70% pada penyelenggaraan tahun-tahun sebelumnya.
Valens menilai pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) turut mendukung perkembangan kemampuan peserta. Teknologi tersebut membantu siswa mencari materi pembelajaran, berlatih, dan mengukur pemahaman secara mandiri.
“Peserta semakin aktif memanfaatkan berbagai sumber belajar, termasuk AI, untuk berlatih dan memperdalam pemahaman mereka. Di sisi penyelenggara, kami juga memanfaatkan AI sebagai alat bantu dalam penyusunan dan pemeriksaan soal, dengan tetap mengedepankan verifikasi agar materi kompetisi sesuai dengan kompetensi yang diuji,” ujar Valens.
Peningkatan nilai tersebut menunjukkan perkembangan penguasaan materi para finalis. Melalui kompetisi ini, siswa juga mendapat dorongan untuk menghubungkan pemahaman teori dengan penerapan teknis dalam berbagai skenario jaringan komputer.
Perkuat Kolaborasi Sekolah Vokasi dan Industri Internet
OJM 2026 mendapat dukungan dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) dan ASTRAtech (Politeknik Astra). Kolaborasi tersebut mempertemukan dunia pendidikan vokasi dengan pelaku industri jaringan dan layanan internet.
Sekretaris Umum APJII, Tigor Johnson, dalam sambutannya mengajak peserta dan pihak sekolah untuk terus membangun kerja sama dengan industri internet di Indonesia.
Wakil Direktur 4 ASTRAtech, Lukas Prana Sunarja, juga mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan OJM. Menurutnya, kompetisi ini berperan dalam mengembangkan keterampilan teknis sekaligus karakter siswa sebagai calon tenaga profesional di bidang teknologi.
Malam puncak OJM 2026 turut menghadirkan perwakilan sejumlah perusahaan penyedia layanan internet atau Internet Service Provider (ISP) di Yogyakarta.
Kehadiran perusahaan tersebut membuka peluang kerja sama dengan sekolah, termasuk kesempatan bagi siswa untuk mengikuti Praktik Kerja Lapangan (PKL) dan memperoleh peluang kerja setelah menyelesaikan pendidikan SMK.
Melalui penyelenggaraan OJM, PT Citraweb Solusi Teknologi bersama MikroTik berharap semakin banyak lulusan SMK yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri. Kompetisi ini juga menjadi salah satu jalur bagi siswa untuk memperluas kesempatan melanjutkan pendidikan dan membangun karier di bidang jaringan komputer.
Mengenal Olimpiade Jaringan MikroTik
Olimpiade Jaringan MikroTik merupakan kompetisi tingkat nasional bagi siswa SMK, khususnya jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Sistem Informasi Jaringan dan Aplikasi (SIJA).
PT Citraweb Solusi Teknologi bersama MikroTik menyelenggarakan kompetisi ini sejak 2016. OJM berfokus pada pengujian kemampuan teknis siswa, peningkatan kompetensi jaringan komputer, serta penguatan hubungan antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri teknologi informasi.









