Beranda News Nasional Direct Flight YIA–Jeddah, PPIU Perkuat  Ekosistem Penyelenggaraan Umrah 
News

Direct Flight YIA–Jeddah, PPIU Perkuat  Ekosistem Penyelenggaraan Umrah 

Suasana saat koordinasi menyambut adanya Direct Flight YIA–Jeddah

 

MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA – Rencana pembukaan penerbangan langsung (direct flight) Lion Air dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) menuju Jeddah mulai menggerakkan ekosistem penyelenggaraan ibadah umrah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Para Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), maskapai, hingga pemerintah mulai menyatukan langkah agar Yogyakarta menjadi salah satu pintu keberangkatan umrah baru di Indonesia.

Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) DIY, Adam Basyori, mengatakan keberhasilan penerbangan langsung tidak hanya bergantung pada tingginya minat jamaah, tetapi juga kolaborasi antarpenyelenggara dan kepatuhan terhadap regulasi.

“Sinergisitas antar-PPIU se-DIY menjadi kunci dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah. Selain itu, kepatuhan terhadap pelaporan melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH) juga penting untuk menunjang tata kelola bisnis yang sehat,” ujar Adam dalam Rapat Anggota PPIU DIY dan Sosialisasi SABH di Grand Rohan Yogyakarta, Kamis (30/7/2026).

Menurut Adam, penguatan industri umrah harus dibarengi peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), serta akreditasi PPIU dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Upaya tersebut diyakini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggara perjalanan ibadah.

Forum yang digelar NQH Wisata (PT Qoryatul Hayyat) bersama AMPHURI DIY itu menjadi ajang konsolidasi pelaku usaha menjelang operasional penerbangan langsung Lion Air rute YIA–Jeddah.

Direktur NQH Wisata, Hanni N. Hanafiah, menyebut pembukaan rute tersebut sebagai momentum strategis bagi pengembangan layanan umrah di Yogyakarta dan Jawa Tengah bagian selatan.

“Kami ingin memastikan seluruh mitra PPIU memiliki pemahaman yang sama mengenai kesiapan layanan, regulasi, hingga peluang bisnis yang hadir seiring dibukanya penerbangan langsung dari YIA,” katanya.

Sebagai wholesaler resmi tiket Lion Air untuk rute Timur Tengah, NQH Wisata membangun layanan terpadu yang mencakup penyediaan tiket, pengurusan visa, jaringan hotel di Makkah dan Madinah, hingga pendampingan jamaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

Dari sisi operasional, Lion Air menyiapkan armada berbadan lebar (wide body), layanan through baggage hingga 30 kilogram, konektivitas dengan penerbangan domestik, serta fasilitas check-in sehari sebelum keberangkatan. Kehadiran penerbangan langsung juga diproyeksikan memangkas waktu perjalanan karena jamaah tidak lagi harus transit di kota lain.

Dukungan datang dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah DIY, Silvia Rosetti. Menurutnya, DIY memiliki potensi besar dengan lebih dari 20 ribu jamaah umrah berangkat ke Tanah Suci setiap tahun. Potensi tersebut menjadi modal penting bagi pengembangan penerbangan langsung dari YIA menuju Jeddah.

Silvia mengingatkan bahwa kemudahan akses harus dibarengi tata kelola yang kuat. Kerja sama antara maskapai dan PPIU harus disusun secara transparan melalui nota kesepahaman yang mengatur hak dan kewajiban para pihak, skema layanan, hingga fasilitas yang diterima jamaah.

Ia juga meminta maskapai menjaga kesiapan armada, ketepatan jadwal, standar keselamatan, dan kualitas pelayanan. Di sisi lain, PPIU diharapkan terus mematuhi regulasi, memberikan perlindungan hukum kepada jamaah, serta menyosialisasikan ketentuan terbaru penyelenggaraan ibadah umrah di Arab Saudi.

“Sinergi antara regulator, maskapai, pengelola bandara, dan penyelenggara perjalanan ibadah umrah menjadi kunci menghadirkan layanan umrah yang aman, nyaman, dan berintegritas,” ujar Silvia.

Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, rencana penerbangan langsung YIA–Jeddah diharapkan tidak hanya mempermudah akses masyarakat menuju Tanah Suci, tetapi juga memperkuat posisi Yogyakarta sebagai pusat layanan umrah di kawasan selatan Pulau Jawa.

OOOoooOOO

 

Sebelumnya

MADYA Desak Hentikan Pembongkaran Eks Rumah Jawatan Kantor Pos Gorontalo, Ingatkan Potensi Pelanggaran UU Cagar Budaya

Selanjutnya

Rektor UII: Perguruan Tinggi Harus Hadirkan Solusi bagi Masyarakat Lewat Pendidikan, Riset, dan Kolaborasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement