Berita Utama

Dari Reruntuhan Cagar Budaya ke Kursi Komisaris, Perjalanan Panjang Joe Marbun

YOGYAKARTA, MARKNEWS.ID — Jhohannes Marbun memilih jalan yang tak biasa. Lulusan Arkeologi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini mengawali kiprahnya dengan memperjuangkan pelestarian bangunan bersejarah. Kini, pria yang akrab disapa Joe Marbun itu menduduki kursi komisaris PT Krakatau Baja Konstruksi. Di tengah perjalanan tersebut, ia juga membangun organisasi relawan politik.

Joe mengenal warisan budaya melalui bangunan tua, reruntuhan, dan peninggalan sejarah. Pendidikan di Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya UGM membentuk perhatiannya terhadap pelestarian cagar budaya. Namun, ia tidak berhenti di ruang akademik. Ia memilih turun langsung memperjuangkan bangunan bersejarah yang terancam pembangunan.

Pada 2009, Joe mulai memimpin Masyarakat Advokasi Warisan Budaya (MADYA). Organisasi ini bergerak dalam advokasi pelestarian, penelitian, pendidikan publik, serta pengembangan kebijakan kebudayaan. Melalui MADYA, ia mendorong pemerintah dan masyarakat agar tidak mengabaikan nilai sejarah dalam pembangunan.

Mengawal pelestarian bangunan bersejarah

Bagi Joe, bangunan bersejarah bukan soal benda tua semata. Bangunan tersebut menyimpan jejak perjalanan masyarakat dan menjadi bagian dari identitas suatu daerah. Karena itu, pembangunan harus mempertimbangkan nilai sejarah dan kepentingan pelestarian.

Ia aktif mengkritisi kebijakan yang berpotensi mengancam warisan budaya. Salah satunya, revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM) di Jakarta. Joe menyoroti pentingnya menjaga nilai sejarah dan karakter kawasan di tengah proyek pembangunan.

Pada Juli 2026, Joe kembali menyuarakan perlindungan bangunan bersejarah. Sebagai Koordinator MADYA, ia mengecam dugaan perusakan Rumah Dinas Kepala Jawatan Kantor Pos dan Telegrap di Gorontalo. Bangunan tersebut memiliki hubungan sejarah dengan Peristiwa 23 Januari 1942.

Joe mendesak pemerintah memperhatikan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Ia juga mendorong keterlibatan Tim Ahli Cagar Budaya dalam pengambilan keputusan terkait bangunan bersejarah.

Selain berjuang melalui advokasi, Joe memiliki pengalaman profesional sebagai arkeolog dan konsultan pelestarian. Ia pernah terlibat dalam kajian pelestarian Jembatan Duwet di Kulon Progo dan Museum Paku Alam di Yogyakarta. Ia juga menjadi bagian dari tim pendamping Gubernur DIY untuk pengembangan Museum Sonobudoyo.

Pengalaman tersebut mempertemukannya dengan berbagai persoalan pelestarian, mulai dari penelitian hingga penyusunan rekomendasi kebijakan.

Dari aktivis budaya menjadi komisaris

Perjalanan karier Joe kemudian memasuki babak baru. Setelah bertahun-tahun bergelut dengan persoalan cagar budaya, ia merambah dunia industri konstruksi baja.

Pada November 2025, Joe mulai menjabat sebagai komisaris PT Krakatau Baja Konstruksi. Perusahaan yang berada dalam kelompok Krakatau Steel tersebut bergerak di bidang manufaktur baja, fabrikasi, perdagangan, pemeliharaan, dan jasa konstruksi.

Perubahan profesi ini menandai babak baru dalam perjalanan Joe. Dari aktivis yang memperjuangkan bangunan bersejarah, ia kini menempati posisi strategis di perusahaan industri baja.

Namun, dunia kebudayaan tidak sepenuhnya ia tinggalkan. Pada Maret 2025, Joe juga mulai menjadi anggota Tim Ahli Cagar Budaya Nasional. Dengan demikian, kiprahnya di bidang pelestarian dan industri berjalan beriringan.

Perjalanan dari aktivis menjadi komisaris itu mempertemukan dua bidang yang memiliki karakter berbeda. Di satu sisi, ia memperjuangkan perlindungan warisan budaya. Di sisi lain, ia kini menjalankan fungsi pengawasan perusahaan yang bergerak dalam industri konstruksi.

Mendirikan Cakra Satya 08

Selain aktif dalam advokasi budaya dan industri, Joe juga terjun ke dunia politik. Pada 2023, ia mendirikan Cakra Satya 08 atau CS 08, organisasi relawan yang mendukung Prabowo Subianto dalam Pilpres 2024.

Sebagai ketua umum, Joe memimpin gerakan relawan tersebut untuk menggalang dukungan bagi Prabowo. Pada September 2023, CS 08 mendeklarasikan dukungannya kepada Prabowo. Organisasi itu menyatakan komitmen untuk mengampanyekan dukungannya secara positif, santun, dan damai.

Ketika Prabowo berpasangan dengan Gibran Rakabuming Raka, CS 08 melanjutkan dukungannya kepada pasangan tersebut. Joe juga menghubungkan kampanye politik dengan kebudayaan melalui sejumlah kegiatan.

Salah satunya, lomba baca puisi bertema Prabowo-Gibran yang melibatkan 30 peserta dari kalangan milenial dan Generasi Z. Kegiatan tersebut menjadi salah satu cara relawan memperkenalkan pasangan calon melalui pendekatan seni dan budaya.

Keterlibatan Joe dalam CS 08 memperlihatkan sisi lain perjalanan aktivismenya. Ia tidak hanya menyuarakan persoalan kebudayaan melalui organisasi advokasi, tetapi juga menggunakan jalur politik untuk mendukung pasangan calon yang memiliki visi dan program tertentu.

Menapaki tiga dunia berbeda

Perjalanan Jhohannes Marbun mempertemukan tiga bidang: arkeologi, advokasi kebudayaan, dan industri konstruksi. Ia memulai kiprahnya dengan mempelajari peninggalan masa lalu, kemudian memperjuangkan pelestarian bangunan bersejarah, hingga akhirnya menduduki kursi komisaris perusahaan konstruksi baja.

Di antara perjalanan tersebut, Joe juga membangun organisasi relawan politik untuk mendukung Prabowo-Gibran pada Pilpres 2024. Berbagai peran itu menunjukkan luasnya ruang aktivitas yang ia jalani.

Dari reruntuhan cagar budaya hingga ruang komisaris, Joe menempuh perjalanan yang melintasi dunia akademik, gerakan masyarakat sipil, politik, dan bisnis.

Kini, tantangan berikutnya adalah menjalankan peran di dunia industri tanpa melepaskan perhatian terhadap warisan budaya yang selama ini menjadi bagian penting dari kiprahnya.

*****

Sebelumnya

Yamaha PG-1 Special Edition 2026 Hadir dengan ABS dan Perlengkapan Crossover

Selanjutnya

5 Motor 2 Tak Legendaris yang Pernah Meramaikan Jalanan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement