Mengenal Bemo, Transportasi Umum yang Pernah Populer di Indonesia
Marknews.id – Bemo pernah menjadi salah satu transportasi umum yang mudah ditemukan di sejumlah kota besar Indonesia. Kendaraan roda tiga ini hadir sebagai pilihan angkutan masyarakat pada era 1960-an dan menawarkan kemampuan mengangkut penumpang lebih banyak dibandingkan becak.
Kini, keberadaan bemo semakin sulit ditemukan. Perkembangan transportasi umum, persoalan polusi, keamanan, hingga keterbatasan suku cadang membuat kendaraan yang pernah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat tersebut perlahan menghilang.
Bemo Hadir sebagai Alternatif Becak
Nama bemo merupakan singkatan dari becak motor. Kendaraan ini mulai muncul di Indonesia sekitar tahun 1960-an dengan bentuk roda tiga yang cukup khas.
Kehadiran bemo memberikan pilihan baru bagi masyarakat yang membutuhkan angkutan umum. Berbeda dengan becak yang memiliki keterbatasan dalam mengangkut penumpang, bemo mampu membawa beberapa orang sekaligus dalam satu perjalanan.
Kondisi tersebut membuat bemo cepat mendapat tempat di tengah masyarakat. Penumpang memang harus berbagi ruang dalam kabin yang terbatas, tetapi bemo menawarkan kepraktisan sebagai kendaraan umum.
Bemo Berasal dari Jepang
Meski kemudian lekat dengan kehidupan transportasi Indonesia, bemo sebenarnya berasal dari Jepang. Kendaraan tersebut pada awalnya memiliki fungsi untuk mengangkut barang.
Konsep penggunaannya kemudian mengalami perubahan ketika bemo hadir di Indonesia. Kendaraan tersebut mendapat tambahan tempat duduk sehingga masyarakat dapat menggunakannya sebagai angkutan penumpang.
Satu bemo umumnya menyediakan dua tempat duduk di bagian depan dan sekitar enam tempat duduk di bagian belakang. Kapasitas yang terbatas membuat suasana di dalam bemo sering terasa penuh ketika banyak penumpang menggunakannya.
Bemo Menyebar ke Sejumlah Kota
Popularitas bemo tidak hanya berkembang di Jakarta. Kendaraan ini juga pernah hadir di sejumlah kota besar Indonesia, antara lain Surabaya, Bandung, Bali, dan Padang.
Keberadaan bemo menjadi bagian dari aktivitas masyarakat pada masa ketika pilihan transportasi umum belum sebanyak sekarang. Kendaraan roda tiga tersebut membantu masyarakat melakukan perjalanan dengan layanan angkutan yang relatif sederhana.
Mengapa Bemo Mulai Menghilang?
Perubahan sistem transportasi menjadi salah satu faktor yang membuat bemo semakin jarang terlihat. Masyarakat mulai memiliki lebih banyak pilihan angkutan umum dengan kapasitas dan teknologi yang lebih berkembang.
Selain persoalan persaingan dengan moda transportasi lain, bemo juga menghadapi masalah polusi dan keamanan. Kondisi kendaraan yang sudah tua turut menjadi persoalan karena kerusakan sulit ditangani ketika suku cadang bemo semakin sulit ditemukan.
Situasi tersebut membuat jumlah bemo terus berkurang. Kendaraan yang mengalami kerusakan tidak selalu mendapatkan perbaikan karena keterbatasan komponen pengganti.
Bemo Resmi Berhenti Beroperasi di Jakarta
Perjalanan bemo sebagai salah satu angkutan umum di Indonesia akhirnya memasuki masa akhir, khususnya di Jakarta. Sejak Juni 2017, bemo resmi tidak lagi boleh beroperasi di jalan-jalan DKI Jakarta.
Keputusan tersebut menandai berakhirnya penggunaan bemo secara resmi di wilayah yang dahulu menjadi salah satu tempat berkembangnya transportasi roda tiga tersebut.
Bagi masyarakat yang pernah menggunakan bemo, kendaraan ini tidak sekadar menjadi alat transportasi. Bemo juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan angkutan umum Indonesia sebelum hadirnya berbagai moda transportasi modern seperti sekarang.
Baca Juga : Sejarah Bajaj di Indonesia, Dari Transportasi Perkotaan hingga Jadi Ikon Budaya









