Barang Tertinggal di Kereta Naik 69 Persen, KAI Daop 6 Yogyakarta Klaim 99,07 Persen Tuntas
MARKNEWS.ID, YOGYAKARTA – Jumlah barang tertinggal yang ditemukan di lingkungan kerja PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta mengalami peningkatan cukup signifikan sepanjang Semester I 2026. Namun, di tengah kenaikan tersebut, tingkat penyelesaian pengelolaan barang temuan justru menunjukkan perbaikan.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat sebanyak 1.075 barang tertinggal berhasil diamankan petugas melalui layanan Lost and Found selama Januari-Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat 69,03 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang mencatat 636 barang.
Dari total 1.075 barang temuan tersebut, KAI mengelompokkannya menjadi tiga kategori. Sebanyak 32 barang berupa makanan, 677 barang masuk kategori barang biasa, sedangkan 376 lainnya merupakan barang berharga.
Meski jumlah barang yang ditemukan meningkat, total nilai barang pada Semester I 2026 justru mengalami penurunan. Nilai keseluruhan barang temuan tercatat mencapai Rp1.166.434.000, turun dari Rp1.358.173.000 pada Semester I 2025.
Dengan demikian, terjadi penurunan nilai sekitar Rp191,739 juta atau 14,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, penanganan barang temuan menunjukkan tingkat penyelesaian yang lebih tinggi. Hingga Semester I 2026, sebanyak 1.065 barang atau 99,07 persen telah selesai dalam proses pengelolaannya. KAI Daop 6 Yogyakarta masih memiliki 10 barang yang belum selesai dalam proses penghapusan.
Dari seluruh barang yang ditemukan, sebanyak 743 barang telah berhasil dikembalikan kepada pemiliknya. Sementara itu, tiga barang dilakukan pemusnahan dan 319 barang lainnya diserahkan kepada Dinas Sosial serta Kepolisian sesuai ketentuan yang berlaku.
Peningkatan indikator penyelesaian tersebut juga terlihat jika dibandingkan dengan Semester I 2025. Pada periode tersebut, persentase barang yang berhasil diambil pemilik tercatat sebesar 95,60 persen. Pada Semester I 2026, indikator penyelesaian pengelolaan mencapai 99,07 persen atau meningkat 3,47 persen.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih mengatakan, membaiknya tingkat penyelesaian barang temuan menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan kepastian sekaligus rasa aman kepada pelanggan.
“Layanan Lost and Found merupakan bagian dari komitmen KAI untuk memberikan pelayanan yang tidak hanya berorientasi pada perjalanan pelanggan, tetapi juga memastikan barang yang tertinggal dapat ditangani secara aman, tertib, dan sesuai prosedur. Pada Semester I 2026, sebanyak 99,07 persen barang temuan telah kami selesaikan proses pengelolaannya,” ujar Feni.
Menurut dia, bertambahnya jumlah barang yang ditemukan sekaligus menjadi pengingat bagi pelanggan agar lebih teliti terhadap barang bawaan selama menggunakan layanan kereta api.
“Kami mengimbau pelanggan untuk selalu melakukan pengecekan kembali terhadap barang bawaan sebelum turun dari kereta maupun meninggalkan stasiun, khususnya barang berharga seperti telepon seluler, dompet, tas, dokumen, dan barang elektronik. Apabila ada barang yang tertinggal, pelanggan dapat segera melapor kepada petugas KAI atau menghubungi Contact Center KAI 121 untuk proses tindak lanjut sesuai prosedur Lost and Found,” tambah Feni.
Untuk mendukung proses tersebut, KAI Daop 6 Yogyakarta terus mengoptimalkan peran petugas di stasiun maupun sepanjang perjalanan kereta. Barang yang ditemukan akan dicatat dan diamankan, kemudian dikelola berdasarkan jenis barang serta ketentuan yang berlaku.
Dari 1.075 barang temuan sepanjang Semester I 2026, sebanyak 743 barang telah kembali ke tangan pemiliknya. Adapun barang yang belum dapat dikembalikan akan diproses sesuai prosedur, termasuk diserahkan kepada pihak terkait atau dimusnahkan apabila memenuhi ketentuan.
Feni menegaskan, pengelolaan barang tertinggal tidak hanya berkaitan dengan prosedur operasional, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kepercayaan pelanggan terhadap layanan kereta api.
“Kepercayaan pelanggan merupakan hal yang sangat penting bagi kami. Karena itu, kami terus memastikan setiap barang yang ditemukan mendapatkan penanganan yang tepat. Kami berharap melalui sinergi antara pelanggan dan petugas, jumlah barang tertinggal dapat semakin diminimalkan dan semakin banyak barang yang berhasil kembali kepada pemiliknya,” tutup Feni.









