Beranda Berita Utama Waisak 2570 BE di Borobudur Hadirkan Pengalaman Spiritual Inklusif, Didukung Layanan dan Fasilitas Terintegrasi
Berita Utama

Waisak 2570 BE di Borobudur Hadirkan Pengalaman Spiritual Inklusif, Didukung Layanan dan Fasilitas Terintegrasi

MARKNEWS.ID, MAGELANG – Perayaan Tri Suci Waisak 2570 Buddhist Era (BE) di kawasan Candi Borobudur tidak hanya menjadi agenda keagamaan umat Buddha, tetapi juga berkembang sebagai ruang perjumpaan budaya dan refleksi bersama yang terbuka bagi masyarakat luas. Mengusung tema “Dharma sebagai Sumber Moral dan Kebijaksanaan”, rangkaian kegiatan tahun ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman spiritual yang inklusif sekaligus nyaman bagi para pengunjung.

Penyelenggaraan Waisak melibatkan berbagai pihak, antara lain Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI), Majelis Agama Buddha Mahanikaya Indonesia (MBMI), Majelis Umat Nyingma Indonesia (MUNI), InJourney Destination Management (IDM), serta sejumlah mitra pendukung lainnya.

Melalui konsep “Enlightened in Harmony”, IDM berupaya memperkuat posisi Candi Borobudur sebagai destinasi ziarah spiritual kelas dunia yang mampu menghadirkan pengalaman reflektif bagi pengunjung dari berbagai latar belakang agama, budaya, maupun kebangsaan.

“Melalui semangat Enlightened in Harmony, kami ingin menghadirkan pengalaman Waisak yang inklusif dan bermakna bagi semua. Candi Borobudur merupakan ruang refleksi universal, di mana pengunjung bisa diajak menumbuhkan perdamaian, harapan, dan harmoni kehidupan. Kami ingin setiap pengunjung yang hadir dapat merasakan emotional connection yang kuat dengan nilai-nilai luhur Borobudur,” jelas Direktur Komersial IDM Gistang Panutur di Magelang, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026).

Operasional Kawasan Disiapkan Selama Rangkaian Waisak

Untuk mendukung kelancaran seluruh agenda yang berlangsung pada 23–31 Mei 2026, IDM melakukan sejumlah penyesuaian operasional di kawasan Borobudur. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan kegiatan spiritual dapat berjalan lancar tanpa mengabaikan kebutuhan wisatawan reguler yang masih diperbolehkan berkunjung secara terbatas.

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah pemanfaatan aplikasi digital My Candi Guide. Melalui aplikasi tersebut, pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai peta kawasan, alur kunjungan, jalur pedestrian, hingga lokasi berbagai fasilitas umum sehingga perjalanan wisata menjadi lebih tertata.

Pada puncak perayaan Waisak yang berlangsung Minggu, 31 Mei 2026, sejumlah layanan wisata dihentikan sementara. Penutupan mencakup kunjungan naik struktur candi, akses pelataran candi, layanan Borobudur Sunrise & Sunset, serta program Dagi Abhinaya Picnic.

Meski demikian, wisatawan umum masih dapat memasuki kawasan Borobudur mulai pukul 07.00 hingga 14.00 WIB dengan akses terbatas di Zona 2. Setelah waktu tersebut, kawasan akan diprioritaskan bagi umat Buddha dan peserta kegiatan Waisak.

Akses masuk peserta Waisak diarahkan melalui Kampung Seni Borobudur. Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat melanjutkan perjalanan menuju area kegiatan maupun lokasi pelepasan lampion menggunakan kendaraan listrik, bus listrik, atau berjalan kaki melalui jalur pedestrian yang telah disiapkan.

Kapasitas Parkir dan Transportasi Ramah Lingkungan Diperkuat

Mengantisipasi tingginya mobilitas pengunjung selama Waisak, IDM menyiapkan area parkir terintegrasi di kawasan Museum dan Kampung Seni Borobudur dengan kapasitas 448 mobil, 432 sepeda motor, dan 55 bus.

Selain itu, pengelola juga menggandeng masyarakat sekitar untuk menyediakan kantong-kantong parkir swadaya di sejumlah lokasi seperti Dusun Sabrangrowo, Dusun Kujon, dan Dusun Kangan, Desa Borobudur. Fasilitas tambahan tersebut mampu menampung hingga 405 mobil.

“Kami mengoptimalkan jalur pedestrian yang nyaman, aman, teduh dan terintegrasi dengan area cultural park dan ruang hijau kawasan Borobudur. Kami bersama WALUBI menambahkan sejumlah 90 lampu penerangan di jalur utama pedestrian dan lebih dari 25 signage sebagai penunjang kenyamanan pejalan. Selain itu, tersedia tambahan 14 unit EV berkapasitas 23 penumpang serta dua bus EV dengan kapasitas masing-masing 50 penumpang. Kami sediakan juga layanan kursi roda dan EV priority service yang sigap membantu pengunjung prioritas,” jelas Gistang Panutur.

Dari sisi keamanan dan keselamatan, IDM menambah lebih dari 90 titik lampu sorot di area kunjungan serta menerjunkan 80 personel pengamanan internal dan eksternal selama puncak perayaan. Dukungan layanan kesehatan juga disiapkan melalui tiga unit ambulans dan rumah sakit rujukan di sekitar kawasan destinasi.

Khusus untuk mendukung kegiatan pelepasan lampion, pengelola menyiagakan dua unit mobil pemadam kebakaran serta 20 alat pemadam api ringan (APAR).

Instalasi Perdamaian hingga Meditasi Senja

Selain kegiatan keagamaan, kawasan Borobudur juga menghadirkan sejumlah instalasi tematik yang dapat dinikmati pengunjung. Salah satunya adalah Shanti Padma Borobudur atau Teratai Perdamaian Borobudur yang melambangkan kesucian, kedamaian, dan harapan.

Pengunjung juga dapat berpartisipasi dalam instalasi Light of Intention, sebuah ruang interaktif yang memungkinkan masyarakat menyalakan lilin harapan dan menuliskan pesan-pesan kebaikan sebagai simbol penerangan batin.

Kedua instalasi tersebut telah dibuka sejak 17 Mei 2026 dan berlangsung hingga puncak perayaan Waisak.

Tidak hanya itu, program Unveiling Borobudur Sunset Meditation hasil kolaborasi dengan Myndful Act turut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan pada 29 Mei hingga 1 Juni 2026. Program ini menawarkan pengalaman spiritual melalui eksplorasi lingkungan Borobudur, meditasi saat matahari terbenam di kawasan Dagi, serta pelepasan lentera perdamaian.

Peserta juga diajak mengikuti kegiatan mindful walking atau pradaksina mengelilingi Candi Borobudur saat matahari terbit bersama Hendrick Tanu, Bhiksu Lobpon Dorji Sherab, Bhiksu Ugyen Pema Lundup, Bhiksuni Rev. Ervinna Myoufu, dan Tunjung Dhimas Bintoro.

Pasar Medang Jadi Ruang Interaksi Budaya

Kemeriahan Waisak tahun ini juga terasa melalui kehadiran Pasar Medang yang berlangsung pada 29–31 Mei 2026. Aktivasi yang digelar di Plaza Beringin, eks main gate Taman Wisata Candi Borobudur tersebut menghadirkan puluhan pelaku UMKM terkurasi dan berbagai jenama lokal.

Pengunjung dapat menikmati beragam kuliner Nusantara, makanan vegan, pertunjukan seni, workshop edukatif, hingga pengalaman unik bertajuk Klinik Klenik: The Javanese Horoscope.

“Kehadiran Pasar Medang diharapkan menjadi ruang interaksi budaya sekaligus buffer zone yang nyaman bagi pengunjung sebelum maupun sesudah mengikuti rangkaian penerbangan lampion,” pungkasnya.

Sebelumnya

Tanam 1.800 Pohon di Lereng Merapi, Satria DIY Padukan Misi Lingkungan dan Penguatan Ekonomi Warga

Selanjutnya

Rasulan Gunungkidul Tetap Bertahan di Tengah Perubahan Zaman, Jadi Ruang Syukur dan Perekat Sosial Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement