Beranda Berita Utama InJourney Siapkan Layanan Terintegrasi Sambut Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026
Berita Utama

InJourney Siapkan Layanan Terintegrasi Sambut Lonjakan Wisatawan Lebaran 2026

MARKNEWS.ID – YOGYAKARTA – Arus perjalanan masyarakat selama libur Lebaran 2026 diperkirakan kembali meningkat, tidak hanya untuk kegiatan mudik tetapi juga wisata keluarga. Mengantisipasi lonjakan tersebut, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyiapkan berbagai langkah operasional guna memastikan perjalanan wisata berlangsung aman dan nyaman di sejumlah destinasi unggulan nasional.

Perusahaan BUMN yang mengelola ekosistem pariwisata ini menegaskan bahwa momentum Ramadan hingga Idulfitri menjadi periode penting untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan bagi masyarakat. Fokus utama diarahkan pada integrasi layanan mulai dari titik kedatangan di bandara hingga kawasan destinasi wisata.

Corporate Secretary SVP InJourney Yudhistira Setiawan menjelaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan seluruh personel untuk menjaga kualitas pelayanan selama musim libur Lebaran.

“Langkah strategis InJourney diawali dengan menjamin operasional pelayanan yang berkualitas tinggi. seluruh personil diinstruksikan untuk melayani sepenuh hati dengan standar keamanan yang ketat. Pengelolaan kawasan pariwisata juga dilakukan dengan pengawasan ekstra guna menjamin keselamatan wisatawan, sehingga setiap pengunjung dapat menikmati liburannya tanpa rasa khawatir melalui ekosistem pariwisata yang telah terintegrasi secara menyeluruh,” jelasnya.

Menurut Yudhistira, keberhasilan pengelolaan periode libur Lebaran tidak semata dilihat dari jumlah pengunjung, tetapi juga dari tingkat kenyamanan wisatawan selama berada di kawasan wisata.

Proyeksi Ratusan Ribu Wisatawan

Sejumlah destinasi yang dikelola InJourney Destination Management (IDM) diperkirakan akan dipadati wisatawan selama periode 20 hingga 29 Maret 2026. Total kunjungan diproyeksikan mencapai sekitar 356.300 wisatawan atau meningkat sekitar 3–5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Beberapa destinasi diperkirakan menjadi magnet utama kunjungan wisatawan. Kawasan Taman Wisata Candi Prambanan diprediksi menerima sekitar 129 ribu pengunjung. Sementara Candi Borobudur diperkirakan dikunjungi sekitar 83 ribu wisatawan.

Adapun Keraton Ratu Boko menargetkan sekitar 7.300 wisatawan, sedangkan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) diperkirakan menerima sekitar 137 ribu pengunjung sepanjang periode libur Lebaran.

Selain wisata sejarah dan budaya, kegiatan pertunjukan seni juga diprediksi mengalami peningkatan. Pada periode 21–28 Maret 2026, jumlah penonton pertunjukan budaya di Teater Pentas diproyeksikan mencapai sekitar 4.600 orang.

Di sisi lain, tingkat hunian The Manohara Hotel Yogyakarta juga diperkirakan meningkat signifikan. Selama periode 19–27 Maret 2026, okupansi hotel tersebut diproyeksikan mencapai sekitar 900 kamar.

Direktur Komersial InJourney Destination Management Gistang Panutur menyebutkan bahwa berbagai persiapan dilakukan untuk memastikan pengalaman wisata berjalan lancar.

“Kami mengundang seluruh masyarakat untuk menjadi bagian menghadirkan banyak cerita saat Lebaran di Candi. Hari kebersamaan yang mendalam, di mana kenyamanan pengunjung menjadi prioritas utama kami. Ini adalah upaya kami dalam menyediakan lebih dari sekadar tempat wisata, melainkan sebuah pelabuhan emosional bagi mereka yang merindukan makna kebersamaan yang sesungguhnya,” jelas Gistang Panutur, Kamis (12/3/2026).

Ia menambahkan bahwa tren wisata berbasis pengalaman terus berkembang dan menjadi salah satu daya tarik utama bagi wisatawan domestik.

“Kami melihat proyeksi ini wujud kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan destinasi kita. Pertunjukan seni yang diproyeksikan tumbuh paling signifikan, yakni 6% menandakan minat masyarakat terhadap wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism) terus meningkat,” jelasnya.

Fasilitas Prioritas dan Transportasi Ramah Lingkungan

Untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, IDM menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung. Fasilitas tersebut antara lain kursi roda gratis, jalur ramah difabel, kendaraan listrik khusus prioritas, serta layanan kesehatan yang siaga selama periode libur.

“Kami menyediakan lebih dari 50 electric vehicle di TMII dan TWC Borobudur dan TWC Prambanan. Bagi wisatawan yang menggunakan LRT menuju TMII, kami juga menyediakan penjemputan shuttle bus dari stasiun LRT menuju TMII,” lanjut Gistang Panutur.

Selain fasilitas mobilitas, pengelola destinasi juga memperkuat sistem keamanan dengan melibatkan ratusan personel gabungan. Sebanyak 160 petugas keamanan internal, personel TNI dan Polri, serta 17 tenaga medis disiagakan untuk mendukung operasional selama masa ramai Lebaran.

Tujuh unit ambulans juga disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan rujukan medis bagi pengunjung.

Ragam Agenda Wisata Lebaran

Guna menambah daya tarik wisata, IDM menghadirkan berbagai kegiatan tematik di kawasan candi. Salah satu agenda yang disiapkan adalah Pasar Medang yang menampilkan kerajinan lokal, kuliner khas UMKM, lokakarya kreatif, hingga pertunjukan seni budaya.

Pasar Medang Prambanan akan digelar pada 21–23 Maret 2026, sementara Pasar Medang Borobudur berlangsung pada 22–28 Maret 2026.

Selain itu, pengunjung juga dapat mengikuti kegiatan “Pelangi di Mars” yang menghadirkan konsep piknik keluarga dengan instalasi balon raksasa setinggi 10 meter serta berbagai aktivitas interaktif.

Pengunjung juga dapat berfoto dengan busana tradisional melalui program Wastra di Prambanan. Khusus pada Hari Raya Idulfitri, pengelola destinasi akan membagikan Besek Berkat kepada 50 pengunjung terpilih di Candi Borobudur dan Candi Prambanan.

Agenda Nyepi dan Penutupan Sementara Prambanan

Menjelang masa libur Lebaran, kawasan Candi Prambanan juga akan menjadi lokasi pelaksanaan ritual Tawur Agung Kesanga pada 18 Maret 2026. Kegiatan keagamaan umat Hindu tersebut diperkirakan dihadiri sekitar 30 hingga 35 ribu umat dari berbagai daerah.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi 30 hingga 35 ribu umat Hindu yang diperkirakan akan hadir memadati lapangan Wisnu Mandala Candi Prambanan. Seluruh tim operasional telah disiagakan untuk mengawal jalannya prosesi agar tetap tertib tanpa mengurangi nilai sakralitas ibadah. Dengan kolaborasi erat bersama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Jawa Tengah, kami berupaya mewujudkan sebuah perayaan yang inklusif dan penuh toleransi,” jelas Gistang Panutur.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan Hari Suci Nyepi, operasional kawasan wisata Candi Prambanan akan ditutup sementara selama 24 jam pada 19 Maret 2026 mulai pukul 06.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 06.00 WIB.

Selama periode tersebut, seluruh area zona I dan zona II Candi Prambanan akan disterilkan dari aktivitas wisata.

“Melalui agenda ini, pengelola berharap Candi Prambanan terus menjadi ruang kontemplasi yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam semangat kekeluargaan dan kebersamaan jelang memasuki Nyepi. Ini merupakan simbol tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian situs, pengembangan seni budaya dan harmoni sosial di sekitar Candi Prambanan khususnya,” pungkasnya.

Sebelumnya

Nanti DUL Tunggu DUL

Selanjutnya

KAI Daop 6 Yogyakarta Siagakan Ratusan Personel untuk Amankan Angkutan Lebaran 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement