GIK UGM Hidupkan Ekosistem Kreatif Ramadan Lewat Festival Terpadu 2026
Marknews.id– Bulan Ramadan di Yogyakarta tidak hanya identik dengan ibadah, tetapi juga menjadi momentum tumbuhnya aktivitas sosial, ekonomi, dan kreativitas warga. Berbagai ruang publik berubah menjadi titik temu masyarakat, menghadirkan suasana kebersamaan yang khas selama bulan suci.
Melihat potensi tersebut, Gelanggang Inovasi dan Kreativitas Universitas Gadjah Mada (GIK UGM) menghadirkan GIK Ramadan Festival 2026, sebuah agenda tematik yang menggabungkan nilai spiritual dengan geliat ekonomi kreatif kampus dan sekitarnya. Festival ini dirancang sebagai ruang interaksi lintas generasi, mulai dari mahasiswa, sivitas akademika, komunitas kreatif, keluarga muda, hingga masyarakat umum.
Sebagai pusat kreativitas terpadu atau super creative hub, GIK UGM memposisikan festival ini bukan sekadar perayaan musiman, melainkan wadah pemberdayaan. Melalui pendekatan berbasis komunitas, GIK Ramadan Festival menjadi medium kolaborasi antara pelaku UMKM, kreator muda, dan berbagai komunitas lokal.
Mengusung Tema BERKAH, Satukan Kuliner, Karya, dan Refleksi Ramadan
Tahun ini, festival mengangkat tema BERKAH (Berbagi Rasa, Kreasi, dan Hikmah) yang diterjemahkan ke dalam tiga pengalaman utama.
Konsep Berbagi Rasa diwujudkan melalui sajian kuliner Ramadan dan suasana berbuka puasa yang hangat. Sementara Kreasi dihadirkan lewat ragam karya kreatif, aktivitas komunitas, serta program kolaboratif. Adapun unsur Hikmah menjadi ruang refleksi, menghadirkan momen jeda yang relevan dengan makna Ramadan.
Pendekatan ini membuat festival tidak hanya berorientasi pada transaksi, tetapi juga membangun pengalaman yang lebih personal dan bermakna bagi pengunjung.
PJS Ramadan Jadi Ruang Ngabuburit Favorit
Salah satu agenda unggulan dalam GIK Ramadan Festival 2026 adalah Perayaan Jumat Sore (PJS) edisi Ramadan yang berlangsung mulai 18 Februari hingga 1 Maret 2026. Program ini menghadirkan sekitar 40 tenant terkurasi, dengan dominasi kuliner serta produk UMKM kreatif yang digerakkan oleh mahasiswa, alumni, dan pelaku usaha di sekitar kampus UGM.
Dikemas sebagai ruang ngabuburit, PJS Ramadan menjadi tempat singgah menjelang waktu berbuka. Pengunjung dapat menikmati suasana sore yang santai sambil mencicipi beragam hidangan dan melihat langsung karya kreatif lokal.
Tak berhenti di situ, rangkaian Ngabuburit di GIK juga turut meramaikan festival. Berbagai aktivitas komunitas seperti diskusi tematik, lokakarya, hingga pertunjukan kreatif disiapkan untuk mengisi waktu menjelang azan Magrib. Program ini membuka peluang kolaborasi antara GIK UGM dengan komunitas internal maupun eksternal, sekaligus memperluas jejaring kreatif di Yogyakarta.
GIK Ramadan District Lengkapi Persiapan Lebaran
Menjelang penutupan festival, GIK UGM menghadirkan GIK Ramadan District yang digelar pada 26 Februari hingga 1 Maret 2026. Program ini berfokus pada bazar fashion dan gaya hidup terkurasi, memberikan alternatif belanja Ramadan sekaligus persiapan menyambut Idul Fitri.
Kehadiran Ramadan District mempertegas peran festival sebagai penggerak ekonomi kreatif, sekaligus memfasilitasi kebutuhan masyarakat menjelang Lebaran dalam satu kawasan terpadu.
Ramadan sebagai Ruang Bersama
Melalui GIK Ramadan Festival 2026, GIK UGM menempatkan Ramadan sebagai ruang bersama, tempat masyarakat dapat berbagi rasa, bertemu karya, dan merayakan kebersamaan. Festival ini menjadi contoh bagaimana institusi pendidikan dapat berperan aktif menghadirkan ruang publik yang inklusif, produktif, dan relevan dengan dinamika kota.
Lebih dari sekadar agenda tahunan, GIK Ramadan Festival menunjukkan bahwa Ramadan juga bisa menjadi momentum membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat hubungan antara kampus dan masyarakat luas.











