Beranda Serba-Serbi Jakal Design Week 2026 Tawarkan Konsep Festival Menyebar Sepanjang Jalan Kaliurang
Serba-Serbi

Jakal Design Week 2026 Tawarkan Konsep Festival Menyebar Sepanjang Jalan Kaliurang

Marknews.id – Jalan Kaliurang tak lagi sekadar jalur penghubung kawasan pendidikan dan hunian. Mulai 21 Agustus hingga 5 September 2026, ruas jalan ini akan berubah menjadi laboratorium kreatif terbuka lewat gelaran Jakal Design Week (JDW) 2026, sebuah inisiatif lintas ruang yang menyatukan seni, literasi, desain, hingga aktivitas komunitas dalam satu koridor budaya.

Berbeda dari festival pada umumnya, JDW tidak dipusatkan di satu lokasi. Acara ini justru menyebar di sepanjang Jalan Kaliurang, menghadirkan pengalaman urban yang mengajak masyarakat menjelajah dari satu titik kreatif ke titik lainnya. Konsep ini menjadikan ruang publik sebagai medium utama, sekaligus memperkuat peran lingkungan sekitar sebagai bagian dari proses berkesenian.

JDW 2026 lahir dari kolaborasi lima entitas kreatif, yakni GIK UGM, Pulang ke Utarra, Agny, Buku Akik, dan Suara Dewandaru. Kelimanya memiliki latar belakang berbeda, mulai dari ruang akademik, galeri, hingga toko buku independen. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan utama dalam merancang program yang inklusif dan multidisipliner.

Selama lebih dari dua pekan, pengunjung dapat mengikuti beragam agenda, mulai dari pameran seni visual, diskusi publik, pertunjukan, lokakarya kreatif, hingga kegiatan berbasis komunitas. Tak hanya berfokus pada seni rupa, JDW juga membuka ruang bagi literasi, praktik desain, serta aktivitas sporty yang menyasar generasi muda dan masyarakat umum.

Salah satu nilai tambah JDW adalah pendekatannya terhadap ekosistem kreatif. Penyelenggara tidak hanya menghadirkan acara, tetapi juga membangun jejaring antar ruang yang selama ini berjalan sendiri-sendiri. Kedai kopi, galeri, kampus, dan ruang alternatif dilibatkan sebagai venue aktif, sehingga tercipta interaksi langsung antara pelaku kreatif dan publik.

Untuk memudahkan navigasi, JDW meluncurkan Jakal Design Map, sebuah platform berbasis web yang berfungsi sebagai peta kurasi acara. Melalui platform ini, pengunjung dapat melihat lokasi kegiatan, jadwal program, hingga ragam aktivitas yang tersebar di sepanjang Jalan Kaliurang.

Lebih dari sekadar penunjuk arah, Jakal Design Map dirancang sebagai alat eksplorasi. Pengguna bisa menyusun rencana kunjungan sesuai minat, sekaligus menemukan agenda-agenda kecil yang mungkin terlewat jika hanya mengandalkan informasi konvensional. Pendekatan digital ini memperkuat aksesibilitas sekaligus memperluas jangkauan audiens JDW.

Ke depan, Jakal Design Week juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak yang memiliki visi serupa. Penyelenggara berharap JDW dapat tumbuh menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan, sekaligus meneguhkan Jalan Kaliurang sebagai koridor kreatif yang hidup, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.

Dengan menggabungkan ruang fisik dan platform digital, JDW 2026 menawarkan model baru festival kreatif berbasis kawasan. Tak hanya menyajikan tontonan, acara ini mengajak publik terlibat langsung dalam proses kreatif, menjadikan Yogyakarta kembali menunjukkan perannya sebagai kota yang merawat ide, dialog, dan keberagaman ekspresi.

Sebelumnya

Galeri Bulaksumur GIK UGM Buka Tahun 2026 dengan Pameran Seni dan Diskusi AI Kreatif

Selanjutnya

GIK UGM Hidupkan Ekosistem Kreatif Ramadan Lewat Festival Terpadu 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement