Beranda Jogja Tempo Doeloe Tabel Logaritma, Kalkulator Dilarang Ada di Meja Siswa
Jogja Tempo Doeloe

Tabel Logaritma, Kalkulator Dilarang Ada di Meja Siswa

Oleh: Agus U, jurnalis

Marknews.id – PARA pelajar SMP maupun SMA sebelum maraknya penggunaan kalkulator pintar yang artinya jauh dari era penggunaan ponsel dan komputer, ada beberapa mata pelajaran yang memaksa para pelajar itu menggunakan alat bantu hitung. Tahun-tahun 1980-an ke bawah.

Salah satu alat bantu itu adalah buku. Ukurannya biasa seperti buku biasa. Namun isinya berbagai jenis rumus baik untuk hitungan Aljabar, Ilmu Ukur, Geometri dan bahkan bagi pelajar SMA Ilmu Sosial (Sosba — Sosial Bahasa) yang kemudian Jurusan S-3 dan SMEA (Sekolah Menengah Ekonomi Atas).

Mau menggunakan buku terbitan mana pun pengarangnya siapa pun isinya sama. Hanya mungkin letak halaman dan susunan materi utamanya yang berbeda. Nyaris mirip dengan Qoidah Baghdadiyah yang terbitan mana pun isinya sama, tanpa mencantumkan larangan pengutipan dan ancaman hak cipta.

Buku ini hampir 98 persen ininya adalah tabel.

Tidak terntu mana yang harus pertama atau di halaman depan. Buku ini juga dilengkapi dengan petunjuk penggunaan tabel.

Tabel-tabel yang ada antara lain Tabel Pangkat Dua yang berisi bilangan-bilangan yang di-kuadrat-kan atau angkat dua kemudian tabel Akar Pangkat Dua yang berarti kebalikannya dan tabel Pangkat Tiga dan tabel Akar Pangkat Tiga.

Tidak hanya bilangan utuh, tetapi juga pecahan khususnya menggunakan pecahan desimal.

Di dalamnya juga memuat tabel Trigonometri yang di dalamnya berisi tabel Sinus, Cosinus dan Tangen untuk sudut 0 derajat hingga 90 derajat bahkan pula untuk sudut negatif, sudut kuadran II, kuadran III dan kuadran IV.

Tabel lainnya tabel secan, cosecan dan cotangen dilengkapi pula dengan tabel antisinus, anti cosinus, antitangen. Masih ada pula tabel logaritma, logaritma natural, antilogaritma dan anti logaritma natural. Bahkan gabungan logaritma sinus, logaritma cosinus dan logaritma tangen, tabel resiprok.

Itu semua untuk mereka yang belajar di jurusa IPA. Sedangkan yang Sosial, ada pula di buku ini. Tabel bunga.

Tabel bunga ini memuat nilai bunga dengan jumlah periode dan suku bunga (persen).

Biasanya termuat pula sebagai bonus, tabel derajat menit, tabel keliling dan luas lingkaran, tabel bilangan pitagoras (Pythagoras), lambang bilangan Romawi atau angka Romawi, bilangan prima dan konversi satuan panjang, satuan volume, satuan massa dan lainnya.

Buku ini memang murah, dan selalu diperlukan baik di kelas maupun di rumah saat garap PR. Karenanya justru di perpustakaan sekolah biasanya sediaannya sangat kecil. Karena 100% siswa memilikinya. Hanya kalau ketinggalan saja dan diperlukan, akan meminjam ke perpustakaan.

Di era awal munculnya kalkulator, buku ini tetap harus ada. Karena hampir semua sekolah melarang penggunaan kalkulator. Alasannya anak akan malas menghitung. Meski di neara-negara lain, sekolah justru mengajarkan bagaimana menggunakan kalkulator.

Di era sekarang atau lebih dari 40 tahun dari era itu, buku ini masih digunakan atau tidak saya kurang tahu. Mungkin sudah tidak digunakan dan para siswa diizinkan menggunakan alat bantu hitung lainnha semisal kalkulator pintar. Bukan sekadar kalkulator yang sederhana, atau yang dulu di kalangan pelajar disebut kalkulator bakul pasar. (***)

 

Sebelumnya

UGM Soroti Budaya Antikritik, Arie Sujito Ingatkan Perdamaian Tak Cukup Hanya Retorika

Selanjutnya

Bachtiar Nasir Nilai Board of Peace Trump Upaya Legitimasi Penguasaan Gaza

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mark News
advertisement
advertisement